Ever (Enchanted, #4)
by
Gail Carson Levine
My rating: 2 of 5 stars
Jadi gini critanya:
Seorang anak dewa nih, namanya Olus. Olus ini
dewa angin. Diramalkan bahwa nanti Olus tidak akan bahagia sampai dia
bisa mendapatkan apa yang seharusnya dia tidak boleh dapatkan *bingung?
silahkaaann...* :p
Trus ada lagi seorang anak manusia, dia ini
cantik dan suka menganyam. Namanya Kezi. Kezi ini anak gadis normal lah,
seperti halnya gadis-gadis lainnya, ingin memiliki pacar yang ganteng
(dan udah punya inceran), ingin hidup bahagia, de el el.
Nah, bagaimana keduanya bisa bertemu? Apakah ramalan tentang Olus berhubungan dengan Kezi?
Ya iyalaahhh!!! dari sini aja udah ketebak ya? hehehe...
Oke,
lanjut... jadi nih, Olus ceritanya pengen ngerasain hidup seperti
manusia biasa. Dia ingin berempati lah gitu sama manusia. Kedua orang
tuanya sih menentang, tapi secara Olus kesepian di rumahnya yang di atas
awan itu, akhirnya teteup pergi juga, dan dia memilih sebuah tempat
yang jauh dari rumahnya, yang ternyata sesembahan mereka pun dewa yang
berbeda.
Olus nyewa tempat ke bokapnya Kezi, dia menjadi
penggembala kambing gitu deh. Naahh.. untuk mengobservasi kehidupan
manusia, Olus memilih utk mengamati kehidupan keluarga Kezi ini. Dan
lama kelamaan kok ya keknya ada sesuatu yang menarik hati Olus dari diri
Kezi.
TAPI!!!! Olus kan gak kenal ama Kezi, begitu juga
sebaliknya. Naahhh gimana tuh caranya mereka bisa ketemu? Ya udah deh,
dibaca aja sendiri kali ye? Dari pada panjang-panjang trus isinya
spoiler semua. Lagian juga lagi males nulis panjang. Pokoknya cluenya:
sumpah, petualangan, immortality. Buat gw sih kurang asik karena banyak
ngelindurnya ni buku.
Pokoke intinya: Love will conquer all *tau deh bener apa nggak spellingnya* xixixi... males kan baca review ini?
Showing posts with label gail carson levine. Show all posts
Showing posts with label gail carson levine. Show all posts
Tuesday, May 25, 2010
Wednesday, May 19, 2010
Fairest -- Gail Carson Levine
Fairest
by
Gail Carson Levine
My rating: 2 of 5 stars
Awalnya baca buku ini kirain bakal nemuin cerita yang asik seperti bukunya Levine yang lain. Tapi ternyata makin ke belakang bukannya penasaran, malah males nerusin meskipun berhasil juga selesai.
Buku ini bercerita tentang seorang gadis dari Ayortha yang orang tuanya memiliki sebuah penginapan gitu. Aza, gadis tersebut, ternyata adalah anak pungut (dalam arti sebenarnya) Maksudnya Aza bener-bener di pungut dari depan penginapan. Mungkin dia dibuang ama ortunya. Pemilik penginapan akhirnya mengurus Aza dan membesarkannya seperti mereka membesarkan anak-anak kandungnya sendiri.
Meskipun jelek (gak ngebayang sih sejelek apa secara covernya cantik bener) tapi Aza memiliki suara emas, bahkan paling bagus di Ayortha. Hanya sayang, suara emasnya itu nggak didukung oleh wajah yang cantik sehingga Aza sering menjadi ledekan dan cemoohan pengunjung penginapan. Aza berharap dirinya bisa cantik.
Sebuah perjalanan yang dia lakukan bersama seorang bangsawan ke istana merubah hidupnya. Bangsawan tersebut diundang ke istana dalam rangka menghadiri pernikahan Raja. Permaisuri yang baru, Ivi, adalah wanita yang sangat cantik. Namun beberapa hari setelah pernikahan itu, raja mengalami kecelakaan dan koma. Ivi mengambil alih tampuk pimpinan dan mengatur segalanya dengan semena-mena.
Usut punya usut, ternyata sang ratu memiliki konsultan pribadi yang hanya diketahui keberadaannya oleh Aza, yang saat itu telah diangkat menjadi lady-in-waitingnya Ivi setelah Ivi mendengar betapa indahnya suara Aza. Kejadian demi kejadian pun terjadi (halah, boros kata nih) hingga akhirnya pangeran Ijori (ponakan Raja) jatuh cinta sama Aza.
Ceritanya makin ke belakang makin mirip dengan kisah putri salju dengan sedikit twist menjadikan buku ini gak terkesan plek nyontek. Lumayan sih, bacanya cukup asik. Cuma satu yang mengganggu pikiran selama baca buku ini: apa ada ya negara yang isi percakapan sehari-harinya pake nyanyian? *gak ngebayang* karena di negeri ini semua orang bicara pake lagu. Duuhhh capek banget gak sih mesti menciptakan lagu tiap hari? Mo mandi nyiptain lagu dulu, mo tidur mikirin lagu dulu, mo ngomel aja mesti pake nyanyi? Walah!
My rating: 2 of 5 stars
Awalnya baca buku ini kirain bakal nemuin cerita yang asik seperti bukunya Levine yang lain. Tapi ternyata makin ke belakang bukannya penasaran, malah males nerusin meskipun berhasil juga selesai.
Buku ini bercerita tentang seorang gadis dari Ayortha yang orang tuanya memiliki sebuah penginapan gitu. Aza, gadis tersebut, ternyata adalah anak pungut (dalam arti sebenarnya) Maksudnya Aza bener-bener di pungut dari depan penginapan. Mungkin dia dibuang ama ortunya. Pemilik penginapan akhirnya mengurus Aza dan membesarkannya seperti mereka membesarkan anak-anak kandungnya sendiri.
Meskipun jelek (gak ngebayang sih sejelek apa secara covernya cantik bener) tapi Aza memiliki suara emas, bahkan paling bagus di Ayortha. Hanya sayang, suara emasnya itu nggak didukung oleh wajah yang cantik sehingga Aza sering menjadi ledekan dan cemoohan pengunjung penginapan. Aza berharap dirinya bisa cantik.
Sebuah perjalanan yang dia lakukan bersama seorang bangsawan ke istana merubah hidupnya. Bangsawan tersebut diundang ke istana dalam rangka menghadiri pernikahan Raja. Permaisuri yang baru, Ivi, adalah wanita yang sangat cantik. Namun beberapa hari setelah pernikahan itu, raja mengalami kecelakaan dan koma. Ivi mengambil alih tampuk pimpinan dan mengatur segalanya dengan semena-mena.
Usut punya usut, ternyata sang ratu memiliki konsultan pribadi yang hanya diketahui keberadaannya oleh Aza, yang saat itu telah diangkat menjadi lady-in-waitingnya Ivi setelah Ivi mendengar betapa indahnya suara Aza. Kejadian demi kejadian pun terjadi (halah, boros kata nih) hingga akhirnya pangeran Ijori (ponakan Raja) jatuh cinta sama Aza.
Ceritanya makin ke belakang makin mirip dengan kisah putri salju dengan sedikit twist menjadikan buku ini gak terkesan plek nyontek. Lumayan sih, bacanya cukup asik. Cuma satu yang mengganggu pikiran selama baca buku ini: apa ada ya negara yang isi percakapan sehari-harinya pake nyanyian? *gak ngebayang* karena di negeri ini semua orang bicara pake lagu. Duuhhh capek banget gak sih mesti menciptakan lagu tiap hari? Mo mandi nyiptain lagu dulu, mo tidur mikirin lagu dulu, mo ngomel aja mesti pake nyanyi? Walah!
Tuesday, March 23, 2010
The Wish -- Gail Carson Levine
The Wish
by
Gail Carson Levine
My rating: 4 of 5 stars
Entah kenapa sejak membaca buku Ella Enchanted, saya jadi suka dengan novel-novelnya Levine. Termasuk yang satu ini. Ceritanya tentang Wilma, seorang gadis remaja tanggung yang tiba-tiba menjadi tanpa teman sejak dua sahabatnya pindah sekolah. Dan keadaan bertambah buruk sejak gurunya membacakan essay yang bertema 'my secret life'nya yang menceritakan perumpamaan dirinya dengan Reggie, anjing piaraannya. Sejak itu semua teman-teman di sekolahnya mengenalnya sebagai Wilma yang suka mengendus-endus. 'woof!' Dan bukan popularitas seperti itu yang diinginkannya.
Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat ketika dalam sebuah angkutan umum, Wilma memberikan tempat duduk bagi seorang nenek tua yang mengatakan bahwa dirinya bisa mengabulkan satu permohonan. Wilma yang menganggap ini semua adalah guyonan, meminta dirinya utnuk dijadikan gadis paling populer di sekolah. Begitu kakinya menginjak pekarangan sekolah, Wilma disapa semua orang! Dan dirinya resmi menjadi gadis-paling-populer-di-sekolah dan berteman dengan genk gadis populer!
Tapi teteup dong, yang namanya pemberian kalo bukan dari Tuhan mah gak bakal sempurna *ceilee berat amat* dan begitu juga dengan permohonannya Wilma. Contohnya nih, Wilma nggak populer di luar sekolahnya, dan pesta perpisahan sudah di depan mata. Begitu dia lulus dari sekolahnya dan pindah ke sekolah lain untuk melanjutkan, Wilma tak akan lagi populer! Apa yang harus dia lakukan?
Wilma mencari-cari si nenek tua untuk meralat permohonannya. Namun tentu saja nggak ketemu. Dan akhirnya Wilma mengumpulkan teman-temannya setelah acara perpisahan dan jika kepopulerannya luntur, dia bermaksud menceritakan semuanya kepada mereka.
See? ceritanya simpel aja kan? Tapi pas untuk remaja tanggung yang pusing mencari tempat diantara teman-temannya yang populer. Penting banget gak sih berkelompok dengan org populer? Jadi inget, dulu waktu SMP saya gitu gak ya? Hmm.. rasanya tidak, secara setiap orang sepertinya ingin berteman denganku *cuih!* hahahaa...!
Anyway, good book and deserve 4 stars! Cihuuyy..!
My rating: 4 of 5 stars
Entah kenapa sejak membaca buku Ella Enchanted, saya jadi suka dengan novel-novelnya Levine. Termasuk yang satu ini. Ceritanya tentang Wilma, seorang gadis remaja tanggung yang tiba-tiba menjadi tanpa teman sejak dua sahabatnya pindah sekolah. Dan keadaan bertambah buruk sejak gurunya membacakan essay yang bertema 'my secret life'nya yang menceritakan perumpamaan dirinya dengan Reggie, anjing piaraannya. Sejak itu semua teman-teman di sekolahnya mengenalnya sebagai Wilma yang suka mengendus-endus. 'woof!' Dan bukan popularitas seperti itu yang diinginkannya.
Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat ketika dalam sebuah angkutan umum, Wilma memberikan tempat duduk bagi seorang nenek tua yang mengatakan bahwa dirinya bisa mengabulkan satu permohonan. Wilma yang menganggap ini semua adalah guyonan, meminta dirinya utnuk dijadikan gadis paling populer di sekolah. Begitu kakinya menginjak pekarangan sekolah, Wilma disapa semua orang! Dan dirinya resmi menjadi gadis-paling-populer-di-sekolah dan berteman dengan genk gadis populer!
Tapi teteup dong, yang namanya pemberian kalo bukan dari Tuhan mah gak bakal sempurna *ceilee berat amat* dan begitu juga dengan permohonannya Wilma. Contohnya nih, Wilma nggak populer di luar sekolahnya, dan pesta perpisahan sudah di depan mata. Begitu dia lulus dari sekolahnya dan pindah ke sekolah lain untuk melanjutkan, Wilma tak akan lagi populer! Apa yang harus dia lakukan?
Wilma mencari-cari si nenek tua untuk meralat permohonannya. Namun tentu saja nggak ketemu. Dan akhirnya Wilma mengumpulkan teman-temannya setelah acara perpisahan dan jika kepopulerannya luntur, dia bermaksud menceritakan semuanya kepada mereka.
See? ceritanya simpel aja kan? Tapi pas untuk remaja tanggung yang pusing mencari tempat diantara teman-temannya yang populer. Penting banget gak sih berkelompok dengan org populer? Jadi inget, dulu waktu SMP saya gitu gak ya? Hmm.. rasanya tidak, secara setiap orang sepertinya ingin berteman denganku *cuih!* hahahaa...!
Anyway, good book and deserve 4 stars! Cihuuyy..!
Subscribe to:
Comments (Atom)


