Monday, October 27, 2008

The Time Traveler's Wife - Audrey Niffenegger

The Time Traveler's Wife The Time Traveler's Wife by Audrey Niffenegger



My review

rating: 5 of 5 stars

Kelar juga... akhirnya setelah sebulan lebih 3 hari buku tebel ini rampung juga. Awalnya baca buku ini tersendat-sendat. Karena agak bingung ngebaca ceritanya, ditambah pula dengan waktu yang lompat-lompat, kadang Henry umur 36 dan Clare umur 6 tahun lah, kadang Henry 28th dan Clare 22th dengan detail hari/tanggal/bulan/tahun yang lengkap, cukup bikin pusing awalnya. Tapi setelah mengabaikan tanggal dan fokus pada umur, bacanya mulai lancaarrrr...

What can I say about this book selain romantis.. romantis.. dan romantis. Penantian seorang Clare dari sejak umur 6 tahun sampe umur 82 tahun *Oppss.. did I put the spoiler sign?* cukup membuat terharu dan mengacungi jempol untuknya. Yaah meskipun adalah main api dikiiitt, tapi intinya kan dia cinta sama Henry.

Kalo dibaca-baca sih, sosok Clare ini nyaris sempurna ya sebagai seorang wanita. Pintar, cantik, setia, apalagi coba yang dicari? *Ehemm.. ayo, yang sedang mencari* Apakah sosok ini ada di dunia nyata, atau hanya fiktif belaka? Ya fiktif laaahhhh!!!

*siap-siap menerima lemparan tomat busuk dari para wanita setia*

Hi hi.. namanya juga novel fiksi. Tapi tetep enjoyable untuk dibaca kok. I'm glad I didn't miss this book (meskipun termasuk telat) :)

View all my reviews.

Saturday, October 04, 2008

Princess Academy - Shannon Hale

Princess Academy Princess Academy by Shannon Hale



My review

rating: 3 of 5 stars

Kisahnya simple, tentang gadis gunung yang berhayal menjadi putri pilihan pangeran. Sebenaranya sudah banyak kisah-kisah putri dan pangeran dengan versi yang berbeda-beda, namun entah kenapa cerita fantasy seperti ini masih saja menarik hati saya untuk membacanya.

Kisah berawal dengan mendeskripsikan kehidupan di sebuah desa terpencil di kaki gunung Eskel. Satu-satunya mata pencarian penduduk desa itu adalah mencari batu Linder yang digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan di kota. Mereka pun tak pernah keluar desa. Kebutuhan hidup mereka dibawa oleh pedangan yang dibarter dengan batu-batu linder.

Suatu hari datang utusan kerajaan yang mengumumkan bahwa pendeta kerajaan meramalkan bahwa jodoh pangeran Steffan berasal dari desa di kaki gunung ini. Maka gadis-gadis yang berusia sekitar 12 hingga 17 tahun dididik disebuah akademi untuk calon-calon putri. Terkumpullah 20 gadis dan salah satunya adalah Miri.

Miri dan teman-temannya belajar bagaimana menjadi seorang putri. Mulai dari belajar membaca, menulis, berdansa, juga membungkuk ala putri. Semua berharap bisa terpilih manjadi Academy Princess yang bisa menari duluan dengan sang pangeran jika saatnya tiba, dan pangeran akan memilih salah satu dari mereka.

Kisahnya di bumbui dengan cerita menarik mulai dari berkebangnya kemampuan Miri berkomunikasi lewat telepati, membaiknya kehidupan di desa setelah gadis-gadis tersebut belajar di akademi dan mengetahui bahwa batu Linder hasil bumi desa mereka adalah batu yang paling dicari, dan istana hanya menggunakan batu dari gunung Eskel. Ditambah penyanderaan oleh bandit.

Endingnya manis, dan buku yang menyabet Newbery Honor ini memang pas untuk dibaca remaja.

View all my reviews.