Wednesday, January 13, 2016

Tersesat di Gua Bunyi -- Beby Haryanti Dewi

Tersesat di gua bunyiTersesat di gua bunyi by Beby Haryanti Dewi

My rating: 3 of 5 stars

Dongeng sains. Tadinya membaca judulnya saja seperti membosankan. Bayangkan saja, sains gitu loh! Pelajaran yang paling susah menurut saya (psssttt karena saya nggak pandai sains kali ya?)

Saat sedang menginput data buku ini, saya ketahui buku ini berisi tiga cerita sains. Saya membaca cerita pertama yang dijadikan judul buku ini: Tersesat di gua bunyi, bercerita tentang seorang anak pramuka yang mendengar panggilan untuk masuk ke dalam gua. Di sana, dia berteman dengan Gala yang berbentuk garpu tala. Gala mengajak Sarah berkeliling gua dan mempelajari asal bunyi yang ada di sekitar.

Tahukah kamu kalau bunyi berasal dari benda yang bergetar? Lalu suara nyamuk berasal dari getaran sayap hewan tersebut. Tak hanya itu, Gala juga mengajarkan kepada Sarah cara menghitung frekuensi getaran, yaitu banyaknya getaran yang dihasilkan dalam waktu satu detik yang disebut juga Hertz (atau dilambangkan dengan Hz).

Sarah juga mempelajari audiosonik dan ultrasonik. Ada pula infrasonik yang hanya dapat didengar oleh hewan. Banyak sekali pengetahuan tentang bunyi yang diberikan di bab pertama buku ini.

Buku kedua mempelajari tentang magnet, dan di bab ketiga mempelajari tentang cahaya. Dengan karakter dan cerita yang berbeda, buku ini memberikan keasyikan dalam belajar sains. Belajar jadi tidak membosankan dengan membaca buku yang informatif namun tidak membosankan ini. Didukung dengan gambar-gambar yang lucu dan warna menarik, buku ini sangat cocok untuk anak usia sekolah yang baru mengenal sains.

View all my reviews
Post a Comment