Thursday, July 28, 2016

Untuk Cowok Bermata Coklat

Dear Mycah,

Kalau kamu baca surat ini, kamu pasti heran. Bagaimana aku bisa tahu nama kamu? Well, pertama-tama, aku adalah mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan yang PKL di perpustakaan fakultas tempat kamu kuliah ini. So, jelaslah aku tahu nama kamu. 

Saat pertama kali datang untuk praktek kerja di sini, aku agak gugup. Kamu tahu lah pasti. Fakultas ini kan pencetak dokter-dokter hebat. Tentunya yang kuliah di sini juga orang-orang pilihan, yang sudah disaring dari berbagai macam saringan, dan kamu salah satunya.

Lalu kamu datang pagi itu dengan senyum tipis, mengangguk ke arahku yang sedang menyampul buku (ya, tugas anak PKL kan gitu, ngerjain tugas yang nggak keren) menyebabkan buku yang tertumpuk di samping tersenggol dan jatuh. Aku malu sekali! Untung saja kamu nggak lihat. Kamu memang cool banget! Berjalan tenang, menuju kursi favoritmu: di sebelah jendela yang bersebelahan dengan taman. Bahkan sinar matahari pagi itu seolah disetel khusus untuk menyinari kamu, karena pagi itu kamu tampak begitu bercahaya, cenderung menyilaukan.

Aku mencuri dengar staf perpustakaan membicarakanmu. Katanya kamu baru saja diputusin sama pacar kamu yang namanya Sherry. Aku langsung mencari nama Sherry di data base perpustakaan dan ya ampuunnn cantiknya! Sangat serasi jika berdampingan sama kamu. Tapi aku senang sih kalian putus. Aku pun dengan nekat bertanya pada salah satu staf, siapa nama kamu. Langsung deh aku kena bully! Tapi nggak apa, yang penting aku tahu nama kamu.

Mycah Cambey Lara. Menurut informasi pembullyku, kamu masih ada keturunan Amerika Latin gitu. Pantas saja kamu beda. Rambut sedikit acak-acakan berwarna coklat, mata sayu kamu juga berwarna coklat, hidung kamu lebih mancung dari ukuran hidung cowok Indonesia, dan senyum kamu sih yang paling bikin aku klepek-klepek.

Pic credit: Pinterest.com
Tahun ini adalah tahun terakhir kamu kuliah. Dan katanya, kamu akan ke Amerika untuk kuliah di sana dan tinggal dengan keluarga dari pihak mama kamu. Heran ya, bagaimana aku bisa tahu banyak tentang kamu? Sebenarnya, staf perpustakaan di sini ngefans sama kamu. Menurut mereka, jarang ada mahasiswa yang beneran rajin ke perpustakaan. Biasanya, mahasiswa lain kalau ke sini tuh buat ngajak cewek mojok, atau sok pamer kalau suka baca, buat modus-modusan gitu deh!

Tapi kamu nggak. Kamu beneran tenggelam dalam bacaan kamu. Kalau kamu mau tahu cowok paling seksi menurut aku, ya cowok yang suka baca seperti kamu ini! Sebagai calon pustakawan, tentu cowok yang gemar membaca adalah cowok idamanku. Tapi tentu saja, aku ini bagaikan buku usang yang merindukan rak emas. Memimpikan kamu jadi pacarku tentu saja mustahil. Jadi, yah... aku hanya akan memberikan surat ini di hari terakhir tugas PKL ku saja. Jangan heran bagaimana aku bisa tahu loker kamu. Itu sudah tugas aku sebagai pekerja informasi, untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya info tentang objek penelitian. He-he, yah anggap saja demikian.

Berharap kita akan bertemu di masa depan (meski kita satu kampus) adalah tidak mungkin, jadi aku harap kamu sukses dan menjadi dokter yang selalu menjunjung tinggi sumpah dokter, dan selalu menemukan kebahagiaan saat membaca buku.

Terima kasih sudah menjadi penyuntik semangatku selama PKL di sini.

Salam kenal dan selamat tinggal,







**
Posting ini diikutsertakan dalam lomba menulis 'Surat Cinta Secret Admirer' novel Caramel Macchiato, dari penerbit Bentang Pustaka.



Post a Comment