Wednesday, November 08, 2017

Fangirl -- Rainbow Rowell

Fangirl, by Rainbow Rowell

My rating: 3 of 5 stars

Baca buku ini akhirnya, setelah tatap-tatapan selama setahun. Tentang anak kembar (yes, saya suka cerita tentang anak kembar) yang mulai kuliah di tahun pertama. Cath and Wren adalah penggemar Simon Snow (karakter dari buku kesukaan mereka) dan mereka berdua menuliskan fanfiction tentang Simon Snow, dan guess what? Banyak banget ternyat penggemar fangirling mereka, bahkan kisah yang mereka tulis itu ditunggu-tunggu banget.

Di awal pindahan ke kampus dan asramanya, Cath merana karena Wren, kembarannya itu maunya misah kamar! Sementara Cath yang terbiasa sekamar dengan Wren, merasa kalau kembarannya itu hendak membuangnya. Dan Cath sedih. Selama minggu-minggu pertama, Cath menjadi anti sosial gitu. Dia nggak merasa perlu ke kantin, makan juga cuma protein bars yang dia bawa, hingga akhirnya cowok bernama Levi menariknya dari kepompong yang dia buat itu.
I don’t trust anybody. Not anybody. And the more that I care about someone, the more sure I am they’re going to get tired of me and take off.
IG: @bookdragonmomma
Levi ini (asumsi Cath) adalah pacarnya Reagan, teman sekamarnya yang juga males negor dia. Jadi kalau nggak ada Levi, bisa bayangin dua orang itu saling nggak tegur-teguran kecuali 'Hey', atau anggukan kepala. Levi lah yang mencairkan suasana di sana, dan perlahan-lahan Reagan pun mencair dan mulai mengajak Cath makan di kantin, setelah merasa bersalah karena Levi ngembat protein bars punya Cath.
I feel sorry for you, and I'm going to be your friend."
"I don't want to be your friend," Cath said as sternly as she could. "I like that we're not friends."
"Me, too. I'm sorry you ruined it by being so pathetic.
Hubungan Cath dan Reagan pun mulai bagus, sementara Cath malah khawatir terhadap Wren. Kembarannya itu mendapatkan teman sekamar yang sama-sama hedon, dan beberapa kali Cath harus menyelamatkan Wren dari bencana karena kembarannya itu mabuk berat. Wren seperti hewan lepas dari kandang, terlalu bebas dan tak bertanggung jawab, akibatnya Cath yang harus mengawasinya, sementara Wren tidak peduli sama sekali pada Cath. Hingga suatu hari Wren harus masuk ke rumah sakit karena keracunan alkohol.
In new situations, all the trickiest rules are the ones nobody bothers to explain to you. (And the ones you can't Google.)
Masalah Cath tidak hanya sebatas itu. Seorang perempuan yang tak ingin dia panggil ibu muncul tiba-tiba dan ingin mengenal mereka lebih jauh. Cath tentu saja menolak keras! Belum lagi professor di kelasnya menunda memberi nilai karena Cath menuliskan fanfiction saat mengerjakan tugas menulis. Professor itu menginginkan Cath menulis kisahnya sendiri, orisinil, dan bukan tentang karakter dari buku orang lain. Cath mengalami writer's block! Bahkan menolak mengerjakan tugas itu meski dirinya FAIL di kelas menulis fiksi.

Di antara semua itu, tentu saja ada cowok yang hadir dalam hidupnya. Tapi Levi lah yang menjadi pahlawan buat Cath. Dan saya suka karena Levi ini tidak sempurna. Dia tidak sepintar Cath, dan memiliki kesulitan saat belajar. Tapi Levi ini perhatian bangettttt..! Tapi dia kan pacarnya Reagan ya? Hiks, dilema.. dilema!
I miss you."
"That's stupid," she said. "I saw you this morning."
"It's not the time," Levi said, and she could hear that he was smiling." It's the distance.
Bagusnya kisah ini adalah, bagaimana Cath mendedikasikan dirinya untuk fangirling, dan dia mendapat reward dari pembaca-pembacanya. Mengingatkan saya pada seorang teman yang menuliskan fan fiction juga, dan mendapat perhatian besar dari pembacanya di luar negeri, bahkan tulisannya dibahas menjadi materi dalam acara temu fan fiction writer di Rusia. Wow, keren kan? Dan yah, memang fan fiction tidak bisa diterbitkan karena plagiat, tetapi jujur deh, kalau jadi penulis dan karakternya dibuat fan fiction, bakal marah apa bangga? Saya mah bangga! Karena itu artinya karakter yang dibuat sangat LOVABLE, ya gak siihhh..?
Because I'm the kind of girl who fantasizes about being trapped in a library overnight.
So untuk fangirl di mana pun, keep writing!
Post a Comment