Showing posts with label mi familia. Show all posts
Showing posts with label mi familia. Show all posts

Wednesday, September 02, 2009

Mi Familia -- Sylvia L'Namira

Sefryana's review

Rating: 3 of 5 stars



Saya membaca novel Syl ini sebelum bertemu dengannya di WBD beberapa bulan lalu. Jujur, saya sangat tertarik saat pertama kali melihat bukunya mejeng di Toko Buku Gunung Agung Arion. :)

Ceritanya sederhana, tapi sangat menghibur. Seorang perempuan pasti tidak mau dimadu (atau sulit menerima), begitu juga saya. Bagaimana jika harus dihadapkan pada kenyataan suami kita menyuruh untuk berlapang dada menerima orang lain di dalam rumah tangga beserta anak-anaknya. Inilah yang terberat dihadapi Bia ketika menikah dengan Irham. Saat bulan madu, mereka pergi bersama tiga anak kecil dan ibunya.

Saya tidak akan menyalahkan Bia, tidak juga menyalahkan Irham. Posisinya sama-sama sulit. Namun, Syl dengan lihai membuat cerita dengan ending yang adil. Buat saya yang belum menikah, apa yang terjadi pada Bia sempat menjadi pikiran. It's a nice book. Really! :D

Friday, June 05, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Fragaria's review

rating: 3 of 5 stars
status: read count: 1



Honeymoon keroyokan. Inilah situasi yang dialami oleh tokoh Bia dalam novel Mi Familia. Bulan madu, yang mestinya dihabiskan berdua saja dengan Irham sang suami, harus diganggu dengan adanya Mila dan ketiga anaknya. Bukan cuma itu, setelah honeymoon pun, Irham sendiri yang mengajak Mila dan ketiga anaknya itu ikut tinggal di rumahnya!

Jelas aja Bia cemburu. Siapa sih Mila? Kenapa Irham perhatian banget sama Mila? Kenapa hak-haknya untuk mengurus kebutuhan Irham harus direbut oleh Mila? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang membebani pikiran Bia.

Padahal masalah yang dihadapi bukan saja tentang 'persaingan'nya dengan Mila. Bia juga sempat harus menunggu lama untuk memperoleh anak pertamanya. Namun walaupun dipenuhi rasa sebal, Bia tetap sabar menjalani semuanya dengan sabar demi keutuhan rumah tangganya.

Sungguh sabar tokoh Bia ini. Sedangkan suaminya, Irham, cukup ngeselin, kok tega sih melakukan hal-hal itu tanpa pemberitahuan sebelumnya? Mila juga bi...more Honeymoon keroyokan. Inilah situasi yang dialami oleh tokoh Bia dalam novel Mi Familia. Bulan madu, yang mestinya dihabiskan berdua saja dengan Irham sang suami, harus diganggu dengan adanya Mila dan ketiga anaknya. Bukan cuma itu, setelah honeymoon pun, Irham sendiri yang mengajak Mila dan ketiga anaknya itu ikut tinggal di rumahnya!

Jelas aja Bia cemburu. Siapa sih Mila? Kenapa Irham perhatian banget sama Mila? Kenapa hak-haknya untuk mengurus kebutuhan Irham harus direbut oleh Mila? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang membebani pikiran Bia.

Padahal masalah yang dihadapi bukan saja tentang 'persaingan'nya dengan Mila. Bia juga sempat harus menunggu lama untuk memperoleh anak pertamanya. Namun walaupun dipenuhi rasa sebal, Bia tetap sabar menjalani semuanya dengan sabar demi keutuhan rumah tangganya.

Sungguh sabar tokoh Bia ini. Sedangkan suaminya, Irham, cukup ngeselin, kok tega sih melakukan hal-hal itu tanpa pemberitahuan sebelumnya? Mila juga bikin penasaran, kenapa Mila ga mau menikah lagi dan malah tinggal sama keluarga Irham-Bia?

Nah, kalo mau tau jawabannya, baca aja novelnya langsung. Sebenernya ceritanya lumayan sedih, tapi akhirnya happy ending kok. Dan gaya tulisannya cukup lucu dan menghibur, jadi insya Allah ga bakal bikin nangis. Novel ini juga cocok dibaca buat yang belum menikah... biar bisa siap-siap, kalo mendadak honeymoonnya harus dihabiskan bersama orang-orang lain, hhe

Sunday, May 24, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Anggia's review

rating: 3 of 5 stars
bookshelves: young-adult-and-romance

status: Read in June, 2009



Awalnya sempet mikir niy buku bakal nyeritain tentang anak2 bla,bla,bla
Ternyata bagus juga, bahasanya enak dibaca, ringan jadi ga ngebosenin

Irham nampak cowo perfect banget ya, heuheu...

Secara keseluruhan cukup menarik, membuat kita bertanya-tanya kenapa sih MIla ga mau nikah lagi?
Apa bener Irham tu ada rasa sama Mila?
dan masih banyak lagi,,

Untuk selengkapnya coba deh baca bukunya

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Suryati's review

rating: 4 of 5 stars
bookshelves: novel

status: Read in June, 2009



Hari Selasa dapat kiriman paket, Mi Familia, wow seneeeeeeng, soalnya emang sudah ditunggu-tunggu, thanks ya Syl. Malemnya dibaca sampai halaman 35 diterusin besoknya disela-sela ngurus suami yang tiba-tiba kejang perut... So, akhirnya malam ini Rabu, pk. 9.45 selesai juga, dan anak-anak & suami sudah tidur...

Kisah bercerita tentang Bia, dan suaminya Irham yang senang memberikan kejutan. Bahkan kejutan yang tidak menyenangkan diawal pernikahan...Subhanallah masak sih tega honeymoon ngajak sepupu dan tiga anaknya. Alasan Irham sempat bikin aku sebel persis sama dengan perasaan Bia. Ya iyalah, tega-teganya menghancurkan impian dan angan-angan penganten baru yang pengen bulan madu berdua sama suami tercinta. Belum lagi ditambah tinggal serumah dengan mereka dengan batas waktu tak tentu..kebayang deh kalo semua itu menimpaku.

Kekesalan Bia hampir pasti bisa dirasakan semua istri, karena semua istri pasti ingin jadi satu-satunya ratu dalam rumah tangga tanpa saingan d...more Hari Selasa dapat kiriman paket, Mi Familia, wow seneeeeeeng, soalnya emang sudah ditunggu-tunggu, thanks ya Syl. Malemnya dibaca sampai halaman 35 diterusin besoknya disela-sela ngurus suami yang tiba-tiba kejang perut... So, akhirnya malam ini Rabu, pk. 9.45 selesai juga, dan anak-anak & suami sudah tidur...

Kisah bercerita tentang Bia, dan suaminya Irham yang senang memberikan kejutan. Bahkan kejutan yang tidak menyenangkan diawal pernikahan...Subhanallah masak sih tega honeymoon ngajak sepupu dan tiga anaknya. Alasan Irham sempat bikin aku sebel persis sama dengan perasaan Bia. Ya iyalah, tega-teganya menghancurkan impian dan angan-angan penganten baru yang pengen bulan madu berdua sama suami tercinta. Belum lagi ditambah tinggal serumah dengan mereka dengan batas waktu tak tentu..kebayang deh kalo semua itu menimpaku.

Kekesalan Bia hampir pasti bisa dirasakan semua istri, karena semua istri pasti ingin jadi satu-satunya ratu dalam rumah tangga tanpa saingan dan semua istri pasti menginginkan suaminya membicarakan segala sesuatunya lebih dulu dengan istri sebelum mengambil suatu keputusan tentang apapun. Tapi untunglah Bia bukan aku karena Bia jauh lebih baik, soalnya dia bisa menerima alasan suaminya dan tetap menerima Mila dan ketiga anaknya, salut deh karena itu menunjukkan kebesaran jiwa Bia dan ketulusan cinta kepada suaminya, mengalahkan egonya sendiri untuk menjadi satu-satunya orang yang dicintai suami. Dia mau berbagi kasih suami dengan anak-anak yatim dan seorang janda yang masih saudara, mau menerima walaupun daerah teritori dia sebagai istri dan nyonya rumah juga terganggu. Dia juga punya seorang sahabat yang benar-benar sahabat sejati yang bisa diajak berbagi dan siap memberinya semangat. Bia juga punya orang tua dan keluarga yang mencintainya.

Pada saat Bia keguguran dan harus kehilangan janin yang dikandungnya, duuh...jadi ikut ngerasa sedih. Aku jadi teringat pengalaman yang sama nih, sama, anak pertama juga. Jadi aku ngerti banget perasaan yang di alami Bia. Yang jelas, Sylvia mampu menuliskan sebuah kisah yang bisa membuat pembacanya khususnya aku seolah larut dalam kisah tersebut. Salut...

Wednesday, May 20, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Jimmy's review

rating: 2 of 5 stars
status: Read in May, 2009



Menikah itu keputusan berdua
Punya anak juga keputusan berdua

Mengurus rumah urusan berdua
Mengurus anak juga urusan berdua

Salah satu lebih dominan…
Pertikaian di depan mata…

(Hallahhh…gua ngomong apa sih…)

Irham, kok loe ngga tegas amat sih jadi suami!!!! :D

Friday, April 17, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Leli's review

rating: 4 of 5 stars
bookshelves: fiction_historical-fict, indonesian

status: Read in June, 2009



roller coaster emosi yg sempurna,
ga terlalu nungkik.. ga terlalu landai.. maniiiitts....bikin menangis n meringis

martian oh martian..

gud jobh, syl...

Friday, March 27, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Vera's review

rating: 3 of 5 stars
bookshelves: fiction, indonesia, it-s-mine

status: Read in March, 2009




Bia pertama kali bertemu Irham waktu bertabrakan di lift kantor. Mereka berkenalan saat makan siang.

Bia bukan detektif swasta, dan Irham pun tidak bertampang psikopat. Karena itu, tidak perlu ada adegan selidik menyelidiki latar belakang yang rumit, dan beberapa bulan kemudian mereka setuju untuk menikah. Irham bahagia, Bia bahagia. Pembaca juga bahagia. Sampai... aduuuh... kok bisa begini?

Bagaimana ini? Bulan madu pasangan Bia-Irham ke Bali ternyata termasuk paket wisata untuk Mila, sepupu Irham yang janda bersama tiga anaknya. Siapa mempelai wanita yang rela "di-enam-kan" oleh suami demikian mendadak saat hari pertama bulan madu begitu? Romantisme buyar, hati Bia nan dongkol makin berat saat sepulang bulan madu ternyata Mila dan anak-anaknya terlanjur diajak Irham tinggal bersama mereka. Tanpa tanya-tanya ratu rumah tangga yang kini bertahta terlebih dulu.

Bia pasti salah satu spesies malaikat ya. Malaikat yang makan hati. Dan Irham adalah...more Bia pertama kali bertemu Irham waktu bertabrakan di lift kantor. Mereka berkenalan saat makan siang.

Bia bukan detektif swasta, dan Irham pun tidak bertampang psikopat. Karena itu, tidak perlu ada adegan selidik menyelidiki latar belakang yang rumit, dan beberapa bulan kemudian mereka setuju untuk menikah. Irham bahagia, Bia bahagia. Pembaca juga bahagia. Sampai... aduuuh... kok bisa begini?

Bagaimana ini? Bulan madu pasangan Bia-Irham ke Bali ternyata termasuk paket wisata untuk Mila, sepupu Irham yang janda bersama tiga anaknya. Siapa mempelai wanita yang rela "di-enam-kan" oleh suami demikian mendadak saat hari pertama bulan madu begitu? Romantisme buyar, hati Bia nan dongkol makin berat saat sepulang bulan madu ternyata Mila dan anak-anaknya terlanjur diajak Irham tinggal bersama mereka. Tanpa tanya-tanya ratu rumah tangga yang kini bertahta terlebih dulu.

Bia pasti salah satu spesies malaikat ya. Malaikat yang makan hati. Dan Irham adalah contoh seorang Forrest Gump (di kisah Forrest Gump kayaknya tidak ada malaikat, tapi biar saja. Ini kan buku Mi Familia). Irham terlanjur berjanji pada sahabatnya, almarhum suami Mila untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan. Walau artinya ia menepikan istrinya sendiri. Dan Bia awalnya bisa sebegitu berlapang dada menerima Mila dan anak-anaknya walau sadar itu berarti perasaannya bukanlah prioritas dalam pandangan suaminya.

Di situlah ajaibnya buku ini. Terutama karena tokoh jagoan buku ini, yaitu Bia, berpikir dan bertindak justru dengan bercermin pada hal-hal yang tidak dilakukan suaminya. Dengan kata lain, perilaku Irham-lah yang ajaib. Perilaku tanpa perasaan. Huh, dasar cowoook...!

Perasaan Bia yang kemudian termuntahkan memang begitu manusiawi. Ia takjub atas keputusan-keputusan kemanusiaan dan janji kesatria Irham. Ia heran sang kesatria yang sudah jadi suaminya ternyata tidak menganggap istrinya sebagai mitra sejajar untuk memutuskan hal terkait ketenteraman rumah tangga bersama-sama. Ia tak habis pikir, kenapa harus Irham seorang yang mengurus keluarga Mila. Ia marah waktu Mila bagai tak hendak memberi dirinya sendiri prospek masa depan dengan menolak dijodohkan. Di atas segalanya, ia cemburu seorang sepupu yang kebetulan janda sahabat suaminya bisa punya kekuasaan besar atas urusan rumah tangga mereka.

Buku ini hasil karya seorang perempuan (ibu-ibu pulak!), jadi fokusnya adalah apa yang akan dilakukan seorang perempuan yang berada di posisi Bia. Bia yang orang kota besar, sibuk dengan karir, dan sosoknya bisa kita lihat di mana-mana. Rasionya sesuai dengan bahan timbangan ibu-ibu. Gaya bahasa yang dipakai pun sudah bisa ditiru anak umur 3 tahun. Tipikal. Standar. Tokoh Mila yang mungkin bikin geregetan. Rupanya ia punya alasan untuk tidak hidup ngoyo.

Sayang buku ini kurang memberi rasionalitas pada posisi Irham. Padahal ia tokoh pemeran utama pria. Apa iya, ada cowok "baik-baik" yang sengaja tidak cerita pada istri yang baru dinikahinya tentang tambahan personil bulan madu mereka? Apa iya si cowok "baik-baik" ini tidak menenggang perasaan istrinya setelah kejutan demi kejutan disodorkannya? Kenapa juga sang sepupu tidak tinggal saja bersama keluarga besar Irham yang masih lengkap? Kekosongan-kekosongan alasan ini jika dilengkapi seperlunya pasti akan jadi lebih menarik lagi.

Sangat menarik melihat gambaran sepasang suami-istri yang berusaha menyelesaikan masalah rumah tangga mereka, walau dengan kecepatan yang berbeda. Kesabaran dan mau mendengarkan adalah kuncinya.

Thursday, March 26, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Erie's review

rating: 3 of 5 stars

bookshelves: 2009, fiksi



ripyu-nya gini aja... *mikir-mikir*
awalnya sedikit "kecele" juga liat tulisan disampul depannya yang yang sepertinya akan menceritakan tentang tiga orang kurcaci. Ternyata setelah dibaca gak terlalu banyak cerita tentang tiga kurcaci ini, hehehe. Trus ada satu yang bikin penasaran.. yaitu alasan seorang Mila yang sepertinya "enggan" menerima laki2 lain disisinya. ternyata itu to alesannya. trus.. trus.. ternyata ada persamaan antara karakter Irham dengan gue (bukan ge-er) yaitu.. sama-sama demen kastengel, hehehe

benar merah cerita ini ialah *sotoy mode on*
wanita berpikir dengan hatinya
laki-laki berpikir dengan kepalanya
kudanil berpikir dengan.. dengkulnya

erie
happy hippo yang terkena virus premanplasma

-------------------------
yah mulai bacanya, dah dapet di palasari, gak perlu ngubek2, gara2 nyaris ketendang bukunya saking sempitnya lorong di BBC, pas nungging kepleset, eh.. itu buku dah ad...more
ripyu-nya gini aja... *mikir-mikir*
awalnya sedikit "kecele" juga liat tulisan disampul depannya yang yang sepertinya akan menceritakan tentang tiga orang kurcaci. Ternyata setelah dibaca gak terlalu banyak cerita tentang tiga kurcaci ini, hehehe. Trus ada satu yang bikin penasaran.. yaitu alasan seorang Mila yang sepertinya "enggan" menerima laki2 lain disisinya. ternyata itu to alesannya. trus.. trus.. ternyata ada persamaan antara karakter Irham dengan gue (bukan ge-er) yaitu.. sama-sama demen kastengel, hehehe

benar merah cerita ini ialah *sotoy mode on*
wanita berpikir dengan hatinya
laki-laki berpikir dengan kepalanya
kudanil berpikir dengan.. dengkulnya

erie
happy hippo yang terkena virus premanplasma

-------------------------
yah mulai bacanya, dah dapet di palasari, gak perlu ngubek2, gara2 nyaris ketendang bukunya saking sempitnya lorong di BBC, pas nungging kepleset, eh.. itu buku dah ada didepan mata pdhl blom nyari ama blom nanya *curiga si uyut ngasi jampi2 ama bukunya, hehe*

lalalala... buku nini-nini
lalalalala.. nini-nini nulis buku

kalo yang laen gak nge ripyu *nunjuk2 ketua jaduler*
gw juga gak bikin ripyu ntar..

lalalala...
-----------------------------

*treak-treak pake toa*

PENGUMUMAN! PENGUMUMAN!

ini buku yang nulisnya nini-nini, chicklit neh keknya

hiyaaah, ketauan nulis chiklit :-p

katanya sih bukunya available next weekend, hehehe

Sylvia L'Namira .. itu to nama lengkapnya, kikikiki

Wednesday, March 18, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Dini's review

rating: 3 of 5 stars
bookshelves: fiction, indonesian

status: Read in May, 2009


Hal paling menonjol waktu saya mulai baca buku ini adalah: sumpah, tokoh suaminya bikin geregetaaaaan. Masa nggak pernah bilang-bilang sama istri barunya kalo dia menanggung hidup sepupu perempuannya dan tiga anaknya yg masih kecil-kecil. Yang lebih menyebalkan lagi, tanpa minta persetujuan sang istri dia langsung mengajak perempuan itu dan tiga anaknya ikutan honeymoon dan setelah itu malah tinggal satu rumah!

Pantas saja kalau Bia, sang tokoh utama, naik darah karena Irham suaminya mengambil keputusan sendiri. Novel ini kemudian berputar dalam kisah keseharian Bia dan Irham sebagai pengantin baru yang hidupnya diganggu tiga 'kurcaci kecil' dan seorang 'peri'. Apalagi si peri ini, Mila, ternyata jago masak dan mengerjakan urusan rumah tangga sampai Bia merasa tugas melayani suami direbut olehnya. Belum lagi anak2 yang sering bikin ribut dan mengganggu acara berdua Bia dan Irham (pengantin baru pasti maunya dua-duaan dulu dong...). Bia makin stres ketika usahanya untuk puny...more Hal paling menonjol waktu saya mulai baca buku ini adalah: sumpah, tokoh suaminya bikin geregetaaaaan. Masa nggak pernah bilang-bilang sama istri barunya kalo dia menanggung hidup sepupu perempuannya dan tiga anaknya yg masih kecil-kecil. Yang lebih menyebalkan lagi, tanpa minta persetujuan sang istri dia langsung mengajak perempuan itu dan tiga anaknya ikutan honeymoon dan setelah itu malah tinggal satu rumah!

Pantas saja kalau Bia, sang tokoh utama, naik darah karena Irham suaminya mengambil keputusan sendiri. Novel ini kemudian berputar dalam kisah keseharian Bia dan Irham sebagai pengantin baru yang hidupnya diganggu tiga 'kurcaci kecil' dan seorang 'peri'. Apalagi si peri ini, Mila, ternyata jago masak dan mengerjakan urusan rumah tangga sampai Bia merasa tugas melayani suami direbut olehnya. Belum lagi anak2 yang sering bikin ribut dan mengganggu acara berdua Bia dan Irham (pengantin baru pasti maunya dua-duaan dulu dong...). Bia makin stres ketika usahanya untuk punya momongan terus gagal dan Irham dirasakan makin sibuk dengan pekerjaan dan kurang memperhatikan dirinya. Salut buat sang pengarang, yang gaya berceritanya membuat kita mudah bersimpati pada tokoh Bia (dan pada kasus saya, bete dengan Irham – walaupun cuma di awal sih) dan menyelami hati serta perasaannya. Kisah ini dapat sekaligus menjadi bahan pelajaran untuk para lelaki: berhati-hatilah dengan perasaan wanita karena mereka sangatlah peka...

PS. Duh!! Lupa lagi mau minta tanda tangan si penulis, padahal kemaren baru ketemu ;P(less)