Showing posts with label reading challenge. Show all posts
Showing posts with label reading challenge. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

Daftar Bacaan di Tahun 2017


 
Meski terhitung telat, tapi gak apa lah yaaaa... Itung-itung postingan pertama di tahun ini, dan suasananya kan masih nyambung, ya kan? *apa coba deh* Siapa yang ikutan Reading Challenge nya Goodreads tahun ini? Bacanya sendiri atau barengan teman?

Tahun ini yang membuat saya semangat baca adalah saya ikut challenge book photography di Instagram. Sehingga selain jadi rajin posting foto, saya usahakan juga baca buku yang saya posting. Niatnya sih supaya dua-duanya jalan, dan kebetulan memang tahun 2017 kemarin saya baru mulai buat akun instagram khusus bookish. So, everything about books will be there. Postingan khusus tentang IG Bookish saya akan ditampilkan di postingan terpisah aja ya ;)

Balik ke buku, saya juga bergabung dengan book club yang kami namakan Book Clubbing *yep! very creative* :D Book Clubbing ini sebenarnya baru ngajak saya gabung di bulan Agustus 2017 dimulai dengan baca bareng The Girl On The Train, tapi setelahnya kemajuan bacaan saya sangat pesat! (Dan believe it or not, saya belum nonton filmnya sampai sekarang) Memang ternyata bergabung bersama book club itu sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas bacaan kita. Untuk book clubbing, nanti saya posting juga deh. Soalnya ada hal seru yang ingin saya share waktu kita meet up tempo hari *ish, janji mulu.. padahal abis ini ngilang lagi* Hahaha!

Dengan adanya dua hal yang memecut kecepatan baca saya tersebut, maka dari 30 buku yang saya tetapkan untuk dibaca di tahun 2017, 29 buku terbaca. Hiks, kurang 1 soalnya buku terakhir tebal banget, dan saya gak sanggup begadang.

Baiklah ini dia buku2 yang saya baca di tahun 2017.

Januari (Di bulan ini saya lagi kesengsem Colleen Hoover)

1. My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
2. November 9
3. It Ends With Us
4. Ugly Love
5. Wallbanger

Februari (Di bulan ini saya banyak baca thriller)

1. Burnt Paper Sky
2. Getting Revenge on Lauren Wood
3. Soul Drifter
4. Replica
5. The Ice Twins
6. P.S. I Like You
7. Everything, Everything

Maret

1. The Sun Is Also A Star

April

1. Truly, Madly, Guilty

Mei

1. Irish, memandang langit yang cerah dengan tangan saling menggenggam
2. The Greek Who Stole Christmas
3. Why Not Me? --> Gak kelar

Juni

1. Big Little Lies

Agustus

1. The Girl on the Train

September

1. Every Day

Oktober

1. The Cuckoo's Calling

November

1. Fangirl
2. Crazy Rich Asians
3. China Rich Girlfriend
4. The Girl Who Drank The Moon

Desember

1. Rich People Problems
2. Monyet dan Harimau

Buku yang terakhir (Monyet dan Harimau) terus terang saya baca untuk nambah bacaan sih, buku anak saya ini menggenapkan hitungan menjadi 29. Nah, untuk yang bacaan ke 30 karena saya memang sudah mulai baca Origin, saya pikir bisa kelar. Ternyata... nggak! Mau baca buku anak saya lagi kok merasa cheating *kalo buku ke 29 sih saya bacain ke anak, jadinya gak cheating2 amat* Hahaha. Seru juga ya. Ternyata tantangan yang ditentukan sama diri sendiri pun bisa jadi ajang cheating kalau memang niatnya buat show off banyak2an bacaan. Itulah mengapa akhirnya saya stop di angka 29. Karena ya memang hanya segitu yang saya baca :D


Untuk Reading Challenge di tahun 2018, saya menetapkan 30 bacaan lagi. Semoga kali ini berhasil tuntas. Kendalanya adalah, godaan setan drama Korea terlalu besar, sehingga saya kadang tidak berhasil mengalahkannya. Doakan ya semoga tahun 2018 ini bacaan saya melebihi 30. *I wish* :D

Saturday, December 09, 2017

China Rich Girlfriend -- Kevin Kwan

China Rich Girlfriend, by Kevin Kwan

My rating: 4 of 5 stars

Surprisingly, buku kedua dari trilogi Crazy Rich Asians ini bisa membuat saya ketawa-ketiwi. Selain komen-komennya yang absurd, percakapannya yang kocak ala-ala orang kaya baru, dan selentingan-selentingan yang bikin senyam-senyum. Buku kedua ini nggak banyak ngeluarin nama baru, tapi ada pendatang baru yang sedang ingin naik daun di Hong Kong, yep, Kitty Pong, mantan artis (kurang terkenal) yang menikahi salah satu teman Nick, namun selalu terlihat sendiri kemana-mana. Orang-orang mulai berspekulasi tentang keberadaan suami Kitty. Nah, Kitty ini dulu pernah hampir menikah sama sepupu Nick, tapi segala cara dilakukan keluarga Young untuk menghalangi, dan berhasil! Alistair terbebas dari Kitty yang materialistis abis! Tapi keberadaannya meramaikan buku ini. Seru!
I don’t understand. How can a credit card ever be rejected? It’s not like it’s a kidney!” Colette laughed.
Dan di buku ini juga Nick menikah dengan Rachel. Yes, tadinya kirain bakal direcokin ama Eleanor, namun ternyata ibu mertuanya itu membawa berita tentang keluarga lain Rachel. What? Keluarga lain? Siapa mereka? Dan itu membawa Rachel ke Shanghai untuk bertemu dengan Carlton, Colette, dan orang yang paling ingin ditemuinya: ayahnya. Namun perjalanan ke Shanghai juga tidak semulus yang diharapkan Rachel. Selain bersyukur karena bisa bertemu dengan keluarganya, Rachel harus menghadapi bahaya karena penemuannya tersebut.

Selain masalah-masalah yang dihadapi Rachel dan Nick, pernikahan mereka yang terhitung baru, ternyata kuat menghadapi berbagai macam cobaan. Membuktikan bahwa pondasi hubungan mereka kuat, ditambah juga dengan background pendidikan mereka yang membuat mereka selalu berhasil berpikir jernih dan saling melengkapi.


Tetapi tidak demikian ternyata dengan Astrid dan Michael. Setelah Michael jadi kaya raya, ruapanya suaminya tersebut ingin membuktikan pada keluarga Astrid bahwa dia bukanlah teknisi komputer, atau elektronik yang rusak lagi. Dia adalah pemilik perusahaan yang besar! Michael mulai bertingkah. Mulai dari pakaiannya sendiri hingga pakaian Astrid pun dikomentari. Padahal kita semua tau bahwa Astrid itu fashion icon banget di buku ini. Hellow, Michael...?!
Michael, don’t you know by now that my grandmother and Uncle Alfred are the largest private shareholders of Singapore Press Holdings? We’re not going to be in the papers. We’re never going to be in the papers.
Astrid yang biasanya penurut dan menerima banget Michael apa adanya, di buku ini mulai berani melawan (dalam arti yang bagus, tentunya) dan membela haknya dan anak mereka. Saya suka saat Astrid bilang bahwa apapun yang dilakukan Michael, mereka nggak bakal menjadi skandal di koran. Euh! Belum tahu apa ya kalau keluarga mertuanya ini berkuasa banget? Leong gt loh!

Buku kedua ini lebih ringan, nggak banyak nama yang dicemplungin seperti di buku pertama, dan jalan ceritanya bikin penasaran habis, dengan kelakuan Michael, tingkahnya Colette, hubungan Carlton dan Rachel, juga Astri yang bertemu dengan mantannya (oowwww...!! siapakah dia?) buku China Rich Girlfriend lebih bisa membuat saya santai, dan menikmati tulisan pak Kwan dengan semestinya. Deskripsi kekayaan dan keglamoran yang seperti biasa saya skip sudah tidak terlalu mengganggu lagi, dan saya ingin mengetahui ending dari cerita mereka di buku ketiga.
People are messy. Life gets messy. Things are not always going to work out perfectly just because you want them to.
Yang belum baca, kuy lah! Mulai dari buku pertama dulu ya... bisa lihat reviewnya di SINI.

Saturday, December 02, 2017

Crazy Rich Asians -- Kevin Kwan

Crazy Rich Asians, by Kevin Kwan

My rating: 3 of 5 stars

Semua berawal saat Rachel mendapat undangan untuk berlibur ke Singapura oleh kekasihnya Nick Young. Rachel yang berdarah China namun besar di Amerika, tentu saja tak mengetahui siapa Nick sebenarnya, dan bagaimana berkuasanya keluarga Nick di Singapura. Pembaca pun hanya diberi preamble bahwa yang berkuasa adalah keluarga Leong (sepupu Young) karena saat mereka berlibur di London dan mendapat perlakuan diskriminasi, hotel tempat mereka menginap pun DIBELI, sodara-sodara! Yep, sekaya itulah keluarga Leong.
Just because some people actually work for their money doesn’t mean they are beneath you.
Rachel yang tetap cool dan sederhana tentu saja kaget saat mendarat di Changi Airport dan mendapat perlakuan ala princess. Padahal dia hanya bermaksud berlibur dan menghadiri pernikahan sahabat Nick, namun segala macam teori konspirasi muncul dengan kehadirannya di Singapura. Sampai-sampai berbagai macam bully pun dialami Rachel. (Sabar, ya Rach...)

Selain Rachel, saya suka banget sama Astrid. Karakternya yang cool, elegan, gak norak, dan diva-like itu bikin semua kenorakan orang-orang China Singapura ini teredam. Kalau keluarga dan orang-orang sekelilingnya gila merk, Astrid mah cuek aja beli di Zara (yang buat saya aja sih itungannya mahal ya) tapi orang-orang bersikap seolah Astrid beli di obralan! Can you imagine!
God is in the details.
Tidak terlalu banyak action di buku pertama ini, mungkin karena masih ada dua lagi yang menyusul. Sedikit-sedikit dikenalkan Su Yi, nenek suri yang berkuasa sangat akan kekayaan Young, lalu Colin dan Aramintha, pasangan yang dinikahkan karena status keluarga, namun untungnya mereka saling jatuh cinta, jadi nggak kayak di film-film mainstream Korea yang dijodohkan karena keluarga dan melanjutkan bisnis keluarga, namun tak saling cinta, yah gitu-gitu deh.

Ada pula Eleanor, ibunya Nick yang heboh dengan kedatangan Rachel dan ngambek nggak mau ketemu. Karena baginya, menantu pilihan adalah yang ebrdarah murni (tau deh darah murni kayak apa). Di buku ini Kevin Kwan benar-benar membuka secara gamblang, perilaku orang China Singapura yang glamour dan pastinya ada lah yaa? Gak cuma di film-film doang. Ya kan?
Remember, every treasure comes with a price.
Di buku pertama ini sangat terlihat bagaimana penulis berusaha masukin banyak banget nama. Ya, maksudnya mungkin biar pembaca nggak bingung dan tahu ini dari cabang pohon keluarga yang mana. Tapi terus terang di buku pertama saya struggling banget mengingat nama-nama. Sampai akhirnya saya menyerah lihat-lihat pohon keluarga. Biar aja deh, ntar yang utama juga akan menonjol dengan sendirinya, begitu pikir saya. Dan benar saja. Yang penting-penting untuk diingat muncul dengan peran yang lebih banyak dibanding karakter yang lain.

Di buku pertama ini pula, penjabaran tentang kekayaan orang-orang China Singapura ini sempat bikin saya eneg dan berhenti baca. Entah kenapa semua itu kok ya bikin males baca. Namun untunglah saya punya teman-teman di klub buku yang baca bareng buku ini. Setelah berdiskusi panjang lebar, dan masing-masing mengungkapkan isi hatinya tentang buku pertamanya Kevin Kwan ini, saya pun disemangati untuk lanjut terus. Secara, "ini tuh semacam Shopaholic, Syl!" Well, saya nggak melihat kesamaannya ya, tapi ya udah deh lanjut aja. Toh saya tidak sendirian bacanya :D


Dan setelah menskip banyak paragraf yang berisi deskripsi kekayaan, dan kemewahan serta deskripsi lainnya yang bagi saya membosankan, saya putuskan untuk melanjutkan ke buku kedua, dengan harapan cerita akan berkembang dengan lebih oke.

Wednesday, April 19, 2017

Truly Madly Guilty -- by Liane Moriarty

Judul: Truly Madly Guilty
Pengarang: Liane Moriarty
Penerbit: Macmillan Australia
ISBN: 9781925479928
Format: ebook
Jumlah halaman: 300

Rating: 4 of 5 stars

Six responsible adults.
Three cute kids.
One small dog.

It's just a normal weekend. What could possibly go wrong?

Seharusnya nggak ada. Tapi ternyata banyak. BANYAK, sodara-sodara! Dan itulah yang menjadi daya tarik novel ini. Liane Moriarty mengupas tuntas kehidupan tiga pasangan suami-istri yang dari luar tampak bahagia, namun seperti yang kita semua tahu (well, kita di sini maksudnya yang sudah / pernah menikah), tidak ada pernikahan yang tidak mengalami gonjang-ganjing di dalamnya.

My tweet about the book
Sam dan Clementine, pasangan suami istri dengan 2 anak perempuan yang lucu dan pintar. Mereka saling melengkapi dalam menjalani tugas sebagai orang tua. Selama ini jika Clementine, yang seorang pemain cello, akan menghadapi audisi, Sam akan dengan senang hati membantunya dengan mengajak anak-anak pergi keluar rumah agar ibu mereka bisa latihan dengan tenang. Atau jika saatnya anak-anak menerima suntikan imunisasi, Sam akan membawa mereka ke dokter, karena Clementine tidak tega melihat anaknya disuntik. Mereka pun sangat santai satu dengan yang lainnya. Saling melempar lelucon, saling menggoda, seperti pasangan baru saja. Namun setelah pesta barbeque di akhir pekan di rumah kenalan baru mereka, kehidupan rumah tangga mereka tidak lagi sama.
"You could jump so much higher when you had somewhere safe to fall."
Clementine dan Erika adalah sahabat masa kecil. Persahabatan mereka lumayan cukup rumit untuk digambarkan. Namun saling lempar kata-kata hinaan dalam bahasa Jerman adalah bukti kalau mereka sedekat itu. Maka Clementine pun langsung meng-iya-kan saat Erika mengundang ke pesta barbeque di rumah tetangganya.

Erika dan Oliver adalah pasangan suami istri yang selalu melakukan semua hal dengan benar. Terkadang, teguran Erika mengenai anak-anak Clementine dianggap mengganggu. Terlebih karena mereka berdua adalah pasangan yang belum memiliki anak. Padahal maksud dan tujuan Erika adalah ingin memberi yang terbaik untuk anak-anak Clementine. Sebab dalam dirinya, Erika menyayangi anak-anak Clementine: Ruby dan Holly.

Pic credit: IG @sylnamira
Satu lagi pasangan Tiffany dan Vid. Mereka memiliki seorang anak perempuan berusia 10 tahun, bernama Dakota. Dakota adalah gadis pendiam (cenderung pemurung) dan selalu menghabiskan waktunya dengan buku. Rumah mereka adalah rumah idaman saya, dengan window seat di mana-mana. Setiap jendela bahkan punya tempat duduknya sendiri. Itu kan heboh! Untuk seorang kutu buku macam saya, window seat itu adalah surga!

Anyway, balik ke pasangan Vid dan Tiffany. Pondasi pernikahan mereka adalah kepercayaan, dan Vid yang sangat mencintai istrinya ini, juga sangat bangga padanya. Karena Tiffany adalah seorang agen perumahan yang handal. Namun kehidupan mereka bertiga terasa berbeda sejak suatu akhir pekan di rumah mereka. Saat Clementine, Sam, Erika dan Oliver datang untuk berpesta barbeque di halaman belakang rumah Tiffany dan Vid.
"It was interesting that fury and fear could look so much the same."
Pic credit: IG @bookdragonmomma
Sebenarnya apa sih yang terjadi di pesta barbeque itu? Sehingga semua orang jadi berbeda dan merasa tidak nyaman satu dengan yang lainnya? Di sinilah Liane Moriarty memainkan perasaan saya. Kisah yang terjadi di pesta barbeque dan kejadian dua bulan setelahnya diceritakan dalam bab-bab yang terpisah, secara bergantian. Dan kalau berharap jawaban apa yang terjadi di pesta itu bisa didapat dengan cepat, itu salah! Pembaca akan dibuat penasaran habis, sambil menikmati kisah mereka setelah pesta itu.

Kerumitan kehidupan rumah tangga, mulai dari pengasuhan anak, kepercayaan, kerja sama, hingga kehidupan sex (tapi bukan adegan sex ya! jadi aman) dikupas habis dan membuat pembaca kembali berpikir bahwa jangan pernah 'take for granted' apa yang sudah kita miliki. Dan bahwa pernikahan itu adalah usaha. Usaha untuk membuat semua baik-baik saja.
"No one warned you that having children reduced you right down to some smaller, rudimentary, primitive version of yourself, where your talents and your education and your achievements meant nothing."
Konflik yang disuguhkan penulis dalam novel ini sungguh rumit dan membuat pembaca ingin terus membacanya agar terpampang nyata sebenarnya misteri apa yang ada di balik kisah mereka. Karakter-karakter di dalamnya sangat manusiawi. Seperti Sam yang sangat yakin dengan dirinya sendiri, akhirnya kehilangan kontrol juga. Lalu Clementine yang justru di awal terasa sangat rapuh dan tidak percaya diri, di akhir cerita justru menemukan kekuatannya. Oliver yang sabar dan menganggap Erika sempurna, sesekali pun pernah merasa bahwa istrinya memiliki kekurangan. Erika dengan masa lalunya yang beda dengan anak lainnya, dan merasa sudah bisa menerima keadaan ternyata pun tidak demikian. Tiffany yang sangat berusaha menjadi ibu yang baik bagi Dakota, serta Vid dengan karakternya yang easy going, semua sangat terasa manusiawi dan bisa diterima nalar pembaca. Tidak berlebihan, semua punya kelebihan dan kekurangan.

Pic credit: IG @bookdragonmomma
"It was interesting how a marriage instantly became public property as soon as it looked shaky."
Semua karakter di novel ini memiliki porsi yang sama. Semua sama penting, dengan konflik yang berbeda dan sama menariknya. Tidak heran novel ini terpilih menjadi pemenang di Best Books of 2016, kategori Fiction di Goodreads Choice Awards 2016.

Bagi yang belum mencoba tulisan Liane Moriarty, monggo dicoba. Sangat, sangat menarik dan endingnya sangat, sangat memuaskan pembaca.

Happy reading!

Tuesday, April 04, 2017

The Sun is Also a Star -- Nicola Yoon

The Sun is Also a Star by Nicola Yoon

My rating: 4 of 5 stars

Kalau suka buku young adult, ini cucok untuk dibaca. Bagi yang suka buku young adult plus roman, buku ini sangat cucok. Sejujurnya agak terlalu banyak keju di dalamnya buat saya. Too romantic it makes me blah :D

Natasha adalah gadis Jamaika yang berimigrasi ke Amerika demi mengejar impian ayahnya yang katanya ingin memberikan kehidupan terbaik bagi keluarganya. Tapi apakah impian itu? Pentingkah impian saat sudah ada dua mulut kecil yang harus diberi makan? Apakah mengejar impian sangat penting hingga menganggap keluarga adalah halangan?
"Desperation translates into every language."
Natasha sangat memercayai sains dan fakta. Semua hal diukur dari data yang bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Maka saat dia bertemu Daniel, yang isi kepalanya melulu tentang puisi, tentang teori cinta pada pandangan pertama, dan tentang mereka berdua yang dipertemukan oleh takdir, Natasha hanya mencibir dan menertawakannya.

Daniel adalah anak lelaki keturunan Korea yang tinggal di Amerika. Kedua orang tuanya berharap Daniel menjadi dokter (karena semua orang tua di Korea berharap anaknya bisa jadi dokter) dan Daniel yang sejak kecil mengikuti kemauan orang tuanya, tiba-tiba ingin mengubah haluan hidupnya saat melihat seorang gadis Jamaika berdiri mengayun di tengah jalan, menikmati lagu yang hanya gadis itu bisa dengar melalui headphonenya.

Pic credit: Google.com

Daniel yang seharusnya menuju tukang cukur rambut lalu ke tempat interview untuk aplikasi kuliahnya, menemukan dirinya malah mengikuti Natasha dan mereka pun berkenalan. Daniel sangat menyukai Natasha sejak pandangan pertama, sementara Natasha tidak. Baginya, Daniel adalah seorang pemimpi yang kebanyakan makan puisi :D
"I love this part of getting to know someone. How every new piece of information, every new expression, seems magical."
Natasha pun tak memiliki waktu untuk jatuh cinta, karena keberadaannya di Amerika hanya tinggal hitungan jam. Namun Daniel yang tidak mengetahui hal itu, memaksa Natasha untuk memercayai hasil penelitian bahwa cinta adalah reaksi kimia, dan bisa dibuktikan dengan sains.

Dalam kegalauan mereka dengan masalah masing-masing, mereka menemukan kenyamanan. Dan pada akhirnya, saat mereka menemukan jalan masing-masing, apakah cinta akan menyatukan mereka?

Pic. doc. pribadi
Di antara cerita Daniel dan Natasha, diselipkan sejarah sang karakter tambahan sebagai background cerita, sebagai informasi tambahan. Kalau di buku nonfiksi mungkin footnote ya? Tapi ini dibuatkan chapter sendiri agar pembaca mengerti kenapa karakter ini melakukan hal seperti ini. Menarik! Ada pula diselipkan sejarah tentang karoke, sejarah tentang imigrasi, dan lain sebagainya.
"Karaoke is itself the Japanese word for embarrassing oneself by singing in front of a room filled with strangers who are only there to laugh at you."
Tipikal orang tua yang digambarkan Nicola Yoon sangat menggambarkan kondisi mereka. Misalnya, orang Jamaica yang tak ingin kehilangan akar asal usul mereka, namun berusaha menghilangkan aksen Jamaica mereka agar bisa diterima di lingkungan baru. Lalu tipikal orang tua Korea yang selalu ingin anaknya memiliki profesi bergengsi seperti insinyur, dokter, ahli bedah, dll. Dan pola pengasuhan mereka yang ingin anak-anaknya tidak lupa akan negara asal mereka, namun mereka sendiri lupa kalau budaya di Amerika memengaruhi perilaku anak-anak mereka. Agak rumit ya jelasinnya, tapi ngerti kan maksudnya. He-he.
"Who are we if not a product of our parents and their histories?"
Kisah remaja yang sangat klise, namun buat yang suka, jadinya so sweet. Cucok untuk remaja yang memang sukanya yang roman-roman. Eit, tapi tidak hanya remaja lho yang suka sweet stories, banyak orang dewasa yang juga menyukai kisah manis remaja semacam novel ini. Dan cinta pada pandangan pertama, siapa yang tidak pernah mengalaminya? Mungkin bisa mengikuti cara Daniel saat dia ingin membuat Natasha mencintainya: menjawab pertanyaan dari kuis untuk saling mengenal diri masing-masing.

Pic credit: Google.com
Sweet and romance. And I love the ending! ;) Dan saya suka quotes yang bertebaran di dalamnya. Selain yang sudah saya tebar di atas, ini tambahan lagi:

1. Everything happens for a reason.

2. You can't always see God's plan.


3. Good things happen to good people. Bad things only happen to bad people. No one wants to believe that life is random.


4. Everyone's got someplace to be. Finding God is not on the schedule.


5. Life is just a series of dumb decisions and indecisions and coincidences that we choose to ascribe meaning to.


6. School cafeteria out of your favorite pastry today? It must be because the universe is trying to keep you on your diet.


7. We tell ourselves there are reasons for the things that happen, but we're just telling ourselves stories. We make them up. They don't mean anything.






Tuesday, March 07, 2017

Everything, Everything -- Nicola Yoon

Everything, Everything, by Nicola Yoon

My rating: 4 of 5 stars

Melihat keluar jendela adalah hobi Madeline sejak kecil. Tak lain dan tak bukan, karena jendela adalah sarananya untuk mengerti dunia. Madeline terkurung dalam rumahnya sejak bayi, dan dia tidak bisa keluar, karena jika Madeline keluar rumah... dia akan mati.

Memandang keluar jendela dan berteman adalah hal yang mustahil untuk Madeline, karena memiliki teman berarti berharap, dan harapan itu yang tidak dimiliki Madeline. Karena teman akan pindah rumah, dan pada akhirnya meninggalkannya sendiri.

Hingga datanglah Olly. Keluarganya pindah ke rumah seberang jalan persis di depannya. Dan sekali lagi Madeline mengintip dari balik jendela. Dia tak ingin berharap apa-apa, namun Olly, anak lelaki yang masih bersekolah di SMA itu menarik perhatiannya. Dengan mudah Olly akan melompati dinding, melompati pagar, naik ke atap tanpa memerlukan tangga. Olly memiliki tubuh yang sangat lentur dan itu membuat Madeline terpana. Belum pernah dia melihat tubuh lentur seperti itu, dan Madeline penasaran. Siapa Olly?
"Life is a gift."
Waktu Madeline banyak dihabiskan bersama ibunya. Mereka akan punya game night, movie night, pokoknya setiap malam sejak Madeline bayi, ibunya selalu ada disisinya. Ibunya seorang dokter yang juga merawatnya. Hingga Madeline tak pernah perlu dibawa ke rumah sakit. Rumahnya sangat steril, hingga tak ada seorang pun yang bisa masuk tanpa disterilisasi sebelumnya. Dan sampai kehadiran Olly di perumahannya, hanya guru arsitektur yang bisa masuk mengunjunginya. Olly dan Madeline pun berkenalan melalui IM, dan percakapan mereka menjadi makin meaningful. Belum lagi Olly yang curcol tentang ayahnya, membuat hubungan mereka makin erat, meski belum pernah bertemu secara fisik.

Memandang keluar jendela menjadi tidak cukup baginya sejak ada Olly. Untunglah perawatnya bisa diajak kongkalikong. Setelah berjanji tidak akan berharap dan sakit hati, Olly pun masuk ke rumah Madeline. Namun ternyata yang namanya perasaan memang tak bisa dibohongi ya? Madeline pun jatuh cinta pada Olly. Meski dia menolak rasa itu, namun jika Olly menemukan ketertarikan yang sama, apa yang bisa dia perbuat?

Pic dok pribadi
Hidup adalah anugrah, itu yang selalu disebutkan perawatnya. Hingga dia mau membukakan pintu untuk Olly, yang mengantar Madeline pada petualangan selanjutnya. Apakah selama ini dia sudah menjalani hidupnya dengan benar? Apakah dengan tidak mengambil resiko keluar rumah dan menjaga kesehatannya, itu artinya dia sudah memaksimalkan anugrah itu? Membuat kita juga bertanya, apakah hidup kita sudah sesuai dengan apa yang diberikan Tuhan? Ataukah kita masih berada dalam gelembung keamanan, dan tidak mengeksplor sesuatu yang lain?

Yang kemudian terjadi adalah sesuatu yang sebenarnya kurang masuk akal saya, namun ya udah lah yaaa.. Yaitu saat akhirnya Madeline membeli tiket ke Hawaii dan menginap di hotel sama Olly. Okay, dia memang baru punya kartu kredit, tapi agak maksa sih sebenarnya. Untuk anak yang tidak bakal pernah keluar rumah, buat apa ibunya memberi dia kartu kredit? Untuk belanja online? Ya gitu deh akibatnya. Anak jadi kabur!

Pesan moral: Jangan kasih anak kartu kredit. Biar mereka bikin sendiri kalo udah punya gaji. :p

Menemukan kebebasan yang belum pernah direguknya membuat Madeline haus dan ingin menghabiskan hidupnya diluar. So what kalo gue mati? Semua orang juga bakal mati. Gitu kali ya pikirnya? Dan ending novel ini ngagetin banget! Bikin saya merasa stupid, hehehe. Tapi suka banget sama perkembangan karakternya, suka ama plotnya, dan meski ada yang gak masuk akal seperti yang tadi saya sebut, plus rumah steril dengan alat sterilisasi yang canggih? WOW! Belum pernah liat sih, tapi mungkin memang ada yang punya rumah seperti itu. I dunno.

Untuk novel young adult, saya suka! Gak terlalu keju, dan surprise factornya dapet :D

Thursday, January 05, 2017

Daftar Bacaan di Tahun 2016

Holaaa..!

Sepertinya sudah lama tidak mampir ke blog ini. Ketauan banget deh kalau bacaan sedang menurun. Anyway, untuk menyemangati diri sendiri dalam hal membaca DAN ngeblog, saya mulai tahun 2017 ini dengan postingan tentang daftar bacaan yang berhasil saya lahap di tahun 2016.

Di tahun 2016 kemarin, saya menantang diri saya untuk membaca 40 buku. Saya ikutan reading challenge di Goodreads Indonesia, dan reading challenge di Blogger Buku Indonesia demi keberhasilan baca dan kelangsungan blog saya. Dari dua komunitas itu saja, saya seharusnya bisa membaca (minimal) 2 buku per bulan. Itu kalau follow challenge dari mereka dengan strict yaa. Tapi kan saya nggak gitu orangnya :p

Saya hanya membaca buku yang pas saya punya, dan di waktu yang senggang. Untuk menyisihkan waktu khusus membaca, seperti misalnya 1 jam sehari, rasanya mustahil. Hehe maklum, namanya juga emak-emak. *alasan aja teruuusss*

Alhasil, dari 40 buku yang saya niatkan untuk dibaca tahun 2016, saya hanya berhasil membaca 24 buku *hiks* sedih memang, tapi lumayan lah, lewat dari separo. Kalo kata pemimpin rapat mah sudah memenuhi kuorum :D

Nah, tanpa panjang kata lagi, berikut buku yang saya baca di tahun 2016. Beberapa ada yang tidak selesai bacanya *ampunii* Silahkan klik di judul-judul tersebut bagi yang ingin membaca review saya:

Januari
Buku Tertebal Yang Dibaca thn 2016

1. Tersesat di gua bunyi
2. Don't Scream!
3. Orphan Train (yang ini gak kelar bacanya)
4. Angles Next Door
5. Alias 

Februari

1. Tiga Sandera Terakhir
2. The Ocean at the End of the Lane
3. Aku Bilang Alhamdulillah
4. Paper Towns
5. Child of the State

Maret

1. A Man Called Ove
2. Bulan Nararya
3. A Monster Calls

April

1. The Killer's Tears

Buku Dengan Rating Terbanyak (4 Bintang)
Mei

1. Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
2. The Vine of Desire

Juli

1. Marginalia

Agustus

1. Something Wonderful
2. Finding Audrey

September

1. Veronika Decides to Die
2. The Choice

Oktober

1. Love Letters

Desember

1. Dilwale
2. The Little Prince (yang ini gak kelar bacanya)


Begitulah penampakan bacaan saya di tahun 2016 kemarin. Untuk tahun 2017, saya nyadar diri aja. Saya kurangin bacaannya jadi 30 ajah. Apakah bisa terbaca semua? Wallahu'alam. :)


Itu paling bawah '123 challenges' completed, maksudnya sudah ada yang kelar?





Thursday, February 04, 2016

Daftar Bacaan di Tahun 2015


Terinspirasi dari postingan Luckty, sang pustakawin yang luar biasa ini, saya juga ingin membuat tulisan tentang daftar bacaan saya di tahun 2015, aahhh...! *dasar, follower!* Mungkin (eh, bukan mungkin lagi, tapi emang) udah telat banget ya bikin tulisan tentang bacaan di tahun kemaren. Tapi better late than never, bukan?

Pertama kali ikutan Reading Challenge di Goodreads itu tahun 2013. Itu juga saya mematok jumlah buku sedikit banget, cuma 30 buku setahun. Sementara orang lain ada yang mematok sampai ratusan *hiyyy, ngeri** Memang sih, Reading Challenge ini tuh cuma seru-seruan aja, sama sekalian menantang kita: bisa nggak sih ngelarin buku yang udah ditargetkan? Tapi bagi saya, ini tuh serius.

Saya itu kan nggak mau berjanji kalau nggak bisa ditepati *halah!* Begitu pun Reading Challenge, nggak mau ah naro jumlah yang nggak masuk akal, dan akhirnya nggak bisa memenuhi target. Yes, memang nggak ada hadiahnya, cuma kepuasan tersendiri aja kalau bisa nyelesein tepat waktu, apalagi kalau bisa melebihi target. Dan di tahun pertama saya ikut reading challenge, saya lebih dong dari target. Lebih 1 buku! :D

Trus di tahun 2014, entah apa yang terjadi *asli saya lupa* saya kok nggak ikutan Reading Challenge ya? Apakah segitu sibuknya, atau segitu bosannya dengan keseruan membaca? Saya baru ikut lagi di tahun 2015, dengan menargetkan 35 buku, dan berhasil menyelesaikan 39 buku! Lebih 4 tuh.. *bangga dong!*

Nah, tahun 2016 ini, saya naikin lagi dari challenge tahun lalu, jadi 40 buku. Bisa nggak ya? Pastinya sih saya akan berusaha. Tapi kalau nggak bisa jangan dimarahin yaa...

Kalau di Goodreads, Reading Challengenya itu bacaan apa saja masuk. Ada juga yang membuat reading challenge dengan memberi jenis buku yang harus dibaca tiap bulannya. Biasanya penerbit tuh yang suka mengeluarkan reading challenge. Tentunya dengan harapan kita membaca buku terbitan mereka. Tapi kalau tidak pun, tidak apa.

Reading challenge dari penerbit biasanya pakai tema, seperti misalnya Januari baca buku science fiction, Februari baca buku tema cinta (karena Valentine), dan sebagainya. Seru kok kalau bisa ngikutin :D Saya juga kepengen sebenarnya, tapi sadar diri aja lah! Ini aja sempat diwarning karena nggak ngisi blog buku sama BBI. Hiks.

So, mau tau apa aja yang saya baca di tahun 2015 kemarin? Ini dia listnya. Semoga menginspirasi ;)

Januari

1. (Classic book) Little Lord Fauntleroy : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/01/little-lord-fauntleroy-classic-starts.html
2. (Horror book) Bird box : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/01/bird-box-josh-malerman.html

Februari

1. (Children book) Aku bisa terbang : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/aku-bisa-terbang-clara-ng.html
2. (Chiclit book) Queen of babble in the big city : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/queen-of-babble-in-big-city-ratu-ngoceh.html
3. (Children book) Don't do that! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/dont-do-that-tony-ross.html
4. (Children book) Don't be a bully, Billy! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/dont-be-bully-billy-phil-roxbee-cox.html
5. (Children book) Give that back Jack! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/give-that-back-jack-phil-roxbee-cox.html
6. (Children book) Love you forever : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/love-you-forever-robert-munsch.html
7. (Teenlit book) The fairy godmother takes a break : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/02/the-fairy-godmother-takes-break-tony.html

Maret

1. (Children book) Pokoknya bukan aku! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/pokoknya-bukan-aku-nancy-krulik.html
2. (Children book) Tanaman monster : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/tanaman-monster-ernita-dietjeria.html
3. (Children book) Kenapa ya? : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/kenapa-ya-isabelle-fougere.html
4. (Children book) Pipi tak mau terbang : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/pipi-tak-mau-terbang-yovita-siswati.html
5. (Children book) 20 cerita di ladang rahasia : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/20-cerita-di-ladang-rahasia-watiek-ideo.html
6. (Nonfiksi) Bikin MP-ASI dari menu keluarga : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/bikin-mp-asi-dari-menu-keluarga-almira.html
7. (Kumcer) Croissant : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/03/croissant-josphine-winda.html

April

1. (Children book) Sam Di Gi bocah yang tak bisa membaca : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/05/sam-di-gi-bocah-yang-tak-bisa-membaca.html

Mei

1. (Horor book) Berikutnya kau yang mati! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/05/berikutnya-kau-yang-mati-arie-f-rofian.html
2. (Kumcer) Matinya burung-burung : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/05/matinya-burung-burung-ronny-agustinus.html
3. (Young adult book) To all the boys I've loved before : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/05/to-all-boys-ive-loved-before-jenny-han.html
4. (Young adult book) Outside beauty : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/05/outside-beauty-cythina-kadohata.html

Juni

1. (Chiclit book) Bitterballen love : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/06/bitterballen-love-alana-izarra.html

Juli

1. (Novel) Please look after mom : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/07/please-look-after-mom-ibu-tercinta.html

Agustus

1. (Children book) The  hundred dresses : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/08/the-hundred-dresses-eleanor-estes.html
2. (Children book) On beyond zebra : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/08/on-beyond-zebra-dr-seuss.html

September
1. (Young adult book) Escape from Mr. Lemoncello's library : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/09/escape-from-mr-lemoncellos-library.html
2. (Children book) Ambilkan bulan, yah! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/09/ambilkan-bulan-yah-clara-ng.html
3. (Novel) The ghost and Mrs. Muir : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/09/the-ghost-and-mrs-muir-ra-dick.html
4. (Children book) A dark tale : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/09/a-dark-dark-tale-ruth-brown.html
5. (Children book) My secret bully : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/08/my-secret-bully-trudy-ludwig.html

Oktober -- Skip, nggak baca buku *kok bisaaa?*

November

1. (Young adult book) P.S. I still love you : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/11/ps-i-still-love-you-jenny-han.html
2. (Nonfiksi) 19 Jurus mabuk penulis sukstres : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/11/19-jurus-mabuk-penulis-sukstres-mayoko.html
3. (Novel) Pertemuan dua hati : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/11/pertemuan-dua-hati-nh-dini.html
4. (Children book) Super-completely and totally the messiest! : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/11/super-completely-and-totally-messiest.html
5. (Children book) Ace, the very important pig : http://book-corner.blogspot.co.id/2015/11/ace-very-important-pig-dick-king-smith.html