Tuesday, April 19, 2005

Pangeran Katak

Pangeran Katak

Deskripsi buku:
Pangeran Katak -- Dongeng Klasik Indonesia

Cerita rakyat dari Bali. Pada waktu dilanda musim kemarau, Dewa kegelapan hendak menguasai negeri Bali, namun Pangeran Putu Oka datang untuk menyelamatkan negerinya dari kehancuran. Untuk itu dia bersedia diubah menjadi seekor katak.


Review:

Cerita rakyat dari Indonesia tidak terhitung jumlahnya. Semua mengajarkan nilai-nilai moral dan etika pada kita semua yang mendengarkan. Tidak terkecuali kisah si Pangeran Katak ini. Banyak versi Pangeran Katak yang sudah kita dengar. Ada yang berubah setelah dicium putri cantik, ada pula yang dijadikan parodi setelah dicium malah sang putri yang berubah jadi katak.

Kisah Pangeran Katak yang satu ini berasal dari Bali. Kisahnya diawali dengan musim kemarau yang berkepanjangan di negeri Pulau Dewata tersebut yang disebabkan oleh ketamakan dan ketidakpedulian rakyat kepada sesama mereka. Mereka pun lupa untuk bersyukur kepada Dewata, hingga akhirnya mereka dihukum oleh Dewata.

Dalam situasi seperti itu, datanglah dewa kegelapan yang hendak menguasai tanah Bali. Namun seorang pangeran yang gagah berani bernama Oka datang untuk menghalangi. Dewa kegelapan bersedia membuat kemarau pergi dari negeri itu, dengan syarat Pangeran Oka bersedia mengorbankan dirinya menjadi seekor katak besar yang buruk rupa, untuk membuktikan bahwa manusia tidak lagi punya rasa belas kasih terhadap sesama. Dia akan berubah wujud kembali jika ada seorang yang melakukan satu perbuatan dengan tulus tanpa mementingkan dirinya sendiri.

Pangeran Oka bersedia, dan diapun diubah wujudnya menjadi seekor katak. Tiap hari katak itu berbunyi untuk memanggil hujan dan akhirnya hujanpun turun. Namun Pangeran Oka tetap berwujud katak. Hingga suatu saat dia menolong seorang putri raja yang congkak utnuk mengambil selendangnya yg terjatuh kedanau kecil. Putri itu tidak mau menepati janjinya untuk menjadi teman sang Katak. Katakpun pergi meninggalkan Bali, dan kemarau kembali melanda. Putri berkelana mencari sang katak untuk kembali meminta bantuannya. Kali ini dengan janji yang sungguh-sungguh akan menepati kata-katanya sendiri.

Demikianlah akhirnya sang katak membantu menurunkan hujan kembali. Namun bagaimana caranya hingga sang katak berubah wujud lagi? Apakah dengan ciuman dari sang putri? Ataukah cerita rakyat satu ini punya ending yang berbeda? Cuma satu cara untuk mengetahuinya: "baca" :p
Post a Comment