Friday, November 11, 2005

Addicted to Weblog -- Labibah Zain


Judul: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia
Penulis: Labibah Zain
ed. 1 - Jakarta
Pustaka Populer Obor, 2005
xiv +196 hlm. 11 x 17 cm
Kata Pengantar: Maman S Mahayana



Akhirnya liburan puasa kemaren aku baca buku ini dan benar-benar terkesan. WOW! MakNyak emang TOB **pake kapital** deh!


Cover:

Cover buku kumpulan cerpen ini sudah cukup menarik perhatian. Dengan memberikan warna merah-hitam, berilustrasikan seorang wanita yang seperti tertarik masuk ke dalam komputer yg mencerminkan dunia maya, dan sebuah mata dengan tatapan beribu arti, sudah bisa menggambarkan isi dari kumpulan cerpen ini.

Isi cerita:

Addicted to Weblog, yg juga jadi judul kumpulan cerpen ini, membuatku tertawa geli sendiri, dan merasa kalau tulisan itu khusus ditujukan ke aku. Even suamiku bilang: "Ehemm.. remind you of someone?" Ketagihan nge-blog itu memang ada, dan itu nyata. Ending cerpen ini sama sekali tidak terduga. Tapi ending seperti itu juga yang menjadi harapan banyak ibu muda yang nge-blog, bahwa blog-nya suatu hari nanti bisa menjadi catatan kehidupan mereka dan keluarga. Syukur-syukur anak-anak mereka nerusin nge-blog, jadi tali silaturahmi di dunia maya ini gak akan terputus.

Di dalam kumpulan cerpen ini, MakNyak memberikan identitas para 'peselancar' dunia maya dengan nama 'Sinta'. Dan memang ada banyak 'Sinta-Sinta' di dunia maya ini, Sinta-Sinta yang menyembunyikan identitasnya dan ingin menjadi orang lain, Sinta-Sinta yang menciptakan dunianya sendiri, Sinta-Sinta yang melarikan diri dari kemelut kehidupan nyata. Tapi tidak sedikit juga Sinta-Sinta yang menampilkan dirinya apa adanya. Tidak ada yang salah, tidak ada juga yang paling benar. Yang sebaiknya adalah jangan sampai ada Sinta-Sinta yang merusak komunitas blog dengan spam atau perkataan kasar yang menyinggung lainnya. Selayaknyalah Sinta-Sinta **siapapun mereka** menjunjung tinggi etika dalam ber-internet.

Di kumpulan cerpen ini, yang jadi favoritku adalah cerita yang judulnya: Perempuan Pengusung Tradisi. Cerpen ini membuka dunia baru buatku. Komunitas ini menarik sekali bila bisa digali lebih dalam. Cerpen ini bisa menghisap pembacanya ke dalam dunia lain, dan merasa sedikit kecewa ketika cerita ini harus berakhir. Seolah masih ada yang belum diceritakan, seolah masih banyak yang seharusnya bisa di share tentang komunitas Arab di Indonesia ini.

Editing:

Sayangnya, masih terdapat kesalahan-kesalahan ketik didalam buku ini, yang membuat pembaca seperti melewati polisi tidur dijalanan mulus. Contoh: halaman 123, penulis terkenal Sidney Sheldon ditulis Shedney Sheldon. Untuk pembaca yang teliti, kesalahan ini cukup mangganggu. Perlu editing yang lebih baik lagi.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini patut mendapatkan acungan jempol(s) karena kepiawaian MakNyak mengangkat fenomena yang terjadi ke dalam cerita. Kisah yang ada didalamnya benar-benar menggambarkan kehidupan ber-internet yang dialami oleh para 'surfer' dunia maya. Buat para blogger/chatter/'surfer', buku ini seperti cermin aja, kita bisa berkaca didalamnya. Dan buat yang ingin berkenalan dengan dunia ini, sok atuh baca buku ini, rekomen deh!
Post a Comment