Monday, July 27, 2009

Coraline graphic novel -- Neil Gaiman

Coraline Graphic Novel Coraline Graphic Novel by Neil Gaiman


My rating: 3 of 5 stars

Sepotong kisah di acara kopdar GR II

MC 1: Acara yang kita semua tunggu-tunggu, yaitu launching novel grafis karya Neil Gaiman...

MC 2: Coraline!

MC 1: Kita dengarkan rekan kita yang akan membaca potongan kisah Coraline

(Lita membacakan potongan kisah dari novel grafis Coraline)

MC 2: Tepuk tangan dong untuk Lita

MC 1: Kini saatnya kuis yang akan memperebutkan lima copies novel grafis Coraline

MC 2: Kita panggilkan Indri untuk memberikan kuis

MC 1 (menyerahkan mic ke Indri dan berkata pada MC 2): Maaf ya partner, gw mo ikutan kuis. Loe kerja deh sendiri yaaa...

Dan MC 1 pun ikut bergabung bersama peserta kopdar dan berhasil mendapatkan satu copy. Betapa senangnyaaa...!


--

Membaca Coraline dalam bentuk novel grafis (sebut komik aja deh) dibanding dengan membaca novelnya tentu saja beda. Terlebih lagi di komik tergambar ilustrasi yang memukau yang membuat komik ini menjadi makin menarik.

Kisah dimulai dengan kebosanan Coraline yang tak menemukan apapun yang bisa dia lakukan. Terlebih lagi sejak hujan mulai turun, dia makin tak bisa keluar rumah, mengekplorasi dan menjelajah sekeliling rumahnya. Maka Coraline menjelajah seisi rumahnya dan menemukan sebuah pintu. Pintu yang tak menuju kemana-mana karena tertutup tembok. Namun suatu malam tembok di pintu itu hilang, terlihatlah sebuah lorong gelap yang menuju ke sebuah rumah yang sama persis seperti rumahnya.

Di dalam rumah itu bahkan ada ayah dan ibu yang mirip dengan orang tuanya, hanya saja mata mereka bukan mata biasa, melainkan kancing hitam besar (kok bisa-bisanya Coraline nggak takut ya? Kalo gw sih udah ngibrit pasti). Anyway, perlakuan ayah ibu bermata kancing itu sangat berbeda dengan perlakuan kedua orang tuanya yang asli. Mereka begitu perhatian dan sayang padanya. Tidak seperti kedua orang tua aslinya yang tidak peduli padanya.

Coraline diminta untuk tinggal di rumah itu, namun Coraline menolak dan kembali ke rumah aslinya. Namun ternyata sesampainya di rumah, kedua orang tua aslinya tak ada lagi disana. Coraline pun dengan keberanian setinggi gunung, kembali ke rumah orang tuanya yang bermata kancing untuk mencari kedua orang tua aslinya. Beruntung Coraline ditemani seekor kucing hitam, karena ternyata kucing itu cukup banyak membantunya dalam petualangannya di negeri aneh tersebut.

Ternyata selain jiwa ayah ibu aslinya yang diculik, ada juga jiwa ketiga anak kecil yang ditawan oleh si ibu bermata kancing. Coraline pun berusaha menyelamatkan mereka. Lumayan seru juga ketika Coraline menatap lewat batu berlubang dan bisa menemukan jiwa-jiwa yang disembunyikan tersebut.

Apakah COraline akan berhasil dalam usahanya tersebut? Tentu saja dia berhasil! Kalo nggak kan judulnya pasti KEGAGALAN CORALINE :p Tapi yang seru diikuti adalah bagaimana Coraline bisa menyelesaikan tugasnya dan bagaimana cara dia melarikan diri dari cengkraman si ibu bermata kancing itu. Ada satu pertanyaan Coraline yang tak terjawab oleh si kucing, "Sebenarnya dia itu makhluk apa sih?" Ada yang bisa jawab? :) *bukan, ini bukan kuis berhadiah Coraline* :p

Eh, eh, tapi setelah baca novel dan komiknya, jadi pengen nonton filmnya yaa... *bergegas menuju lapak vcd*

View all my reviews >>
Post a Comment