Sunday, October 11, 2009

Book of a Thousand Days -- Shannon Hale

Book of a Thousand Days Book of a Thousand Days by Shannon Hale


My rating: 5 of 5 stars
Kisah yang sangat menakjubkan! Tanpa ragu saya memberikan bintang 5 untuk buku ini.

Book of a Thousand Days bercerita tentang kehidupan yang dijalani Lady Saren dan pembantunya Dashti saat mereka dikunci oleh ayah Lady Saren di menara selama 7 tahun karena Lady Saren menolak perjodohan dirinya dengan salah satu penguasa daerah, Lord Khasar. Kisah ini diceritakan oleh Dashti yang memang pandai menulis dan membaca.

Dashti datang untuk bekerja pada Lady Saren di hari kesatu tanpa mengetahui apa yang akan menimpanya ketika Lady Saren menyuruhnya bersumpah tidak akan meninggalkannya. Dashti pun bersumpah dan dijebloskan ke dalam menara untuk menemani Lady Saren. Dashti menuliskan kegiatan dan kejadian yang menimpa mereka selama terkunci. Bagaimana persediaan makanan mereka perlahan-lahan digerogoti tikus, dan mereka harus berperang melawan tikus atau makanan mereka akan cepat habis.

Lalu kekasih Lady Saren, Khan Tegus, datang. Namun Lady Saren menyuruh Dashti untuk berpura-pura menjadi dirinya dan berbincang-bincang melalui sebuah lobang di menara tanpa pernah saling menatap wajah satu sama lainnya. Setelah tiga tahun mereka terkunci di menara dan tak ada seorang pun yang datang menolong mereka, kecuali Lord Khasar yang mengancam dan menakut-nakuti mereka, persediaan makanan pun menipis, dan Dashti harus berjuang agar mereka bisa keluar dari menara itu.

Setelah mereka berhasil keluar dari menara, mereka kembali ke kota Lady Saren untuk menemukan bahwa kotanya telah hancur dan semua anggota keluarganya mati. Kini tinggal dirinya dan Dashti yang tersisa. Tanpa memberitahu kemana mereka berjalan karena Lady Saren tak sudi menemui Khan Tegus, Dashti justru membawa Lady Saren ke kota Khan Tegus. Disana mereka bekerja sebagai pencuci panci kotor di dapur rumah Khan Tegus. Sementara itu Lady Saren tetap tak mau memberitahu jati dirinya karena khawatir dirinya akan dibunuh.

Keberuntungan sepertinya mengiringi Dashti terus, hingga akhirnya Dashti bisa menjadi juru tulis di rumah itu sementara Lady Saren tetap bekerja sebagai pencuci panci di dapur. Lady Saren yang rapuh perlahan mulai terlihat sembuh, sementara Lord Khasar dan pasukannya perlahan namun pasti menguasai hampir semua daerah sekitar, dan sebentar lagi kota mereka pun akan diserang.

Lord Khasar mengumumkan bahwa mereka tak akan menyerang kota itu, kalau mereka menyerahkan Lady Saren. Lagi-lagi Lady Saren menyuruh Dashti untuk menggantikan dirinya dan mengaku sebagai Lady Saren. Dashti tak bisa menolak karena dirinya sudah bersumpah setia. Dashti pun mengaku dirinya Lady Saren, dan mengorbankan dirinya ke Lord Khasar.

Apakah Dashti bisa terus menjaga Lady Saren dan tetap hidup setelah menghadapi Lord Khasar? Menjelang ending ceritanya makin seru dan saya kagum dengan cara bercerita Shannon Hale yang tidak mudah tertebak. Memang, saya berharap a happy ending (ya, saya memang kuno) tapi bagaimana happy endingnya, Shannon Hale mampu mengantarkan saya ke akhir cerita yang indah.

I really-really like this book *geleng-geleng ala Bollywood* Ide ceritanya orisinil dan alurnya tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Pokoke pas dah :D

View all my reviews >>
Post a Comment