Saturday, September 26, 2009

Speak -- Laurie Halse Anderson

Speak Speak by Laurie Halse Anderson

My rating: 3 of 5 stars

Di awal tahun ajaran, bukankah semua murid ingin menikmati hari-hari pertama sekolah bersama teman-temannya? Begitu pula Melinda. Dia ingin memasuki tahun ajaran sebagai seorang anak high school bersama teman-temannya dari SMP dulu. Namun ternyata di awal sekolah ini semua teman-temannya justru membencinya. Semua menjauhinya dan hanya seorang anak baru yang bersedia duduk makan siang bersamanya, namanya Heather.

Di pertengahan tahun ajaran keadaan makin memburuk. Heather masih setia mendampinginya, namun percakapan yang terjadi diantara mereka lebih ke percakapan satu arah. Melinda lebih banyak diam dan mendengarkan keluh kesah Heather yang ingin sekali diterima di salah satu clique di sekolah tersebut. Bagi Melinda, gak penting masuk ke dalam clique manapun. Toh semua orang sudah membencinya.

Kenapa semua orang bisa membenci Melinda sedemikian rupa sehingga dia mengalami masa sulit di sekolah? Semua itu terjadi karena Melinda menelpon polisi saat pesta di sebuah peternakan berubah menjadi ajang minum-minuman keras dan tak terkendali. Melinda memiliki alasan yang kuat untuk menelpon polisi, namun tak ada yang mau mendengarkan alasannya. Semua menyalahkannya.

Makin lama Melinda makin terbiasa diam. Kedua orang tuanya pun tak bisa membuatnya bicara. Apa yang ada dalam kepala Melinda? Kenapa dia tidak mau berbicara? Terlebih setelah Heather diterima di salah satu clique dan meninggalkannya, Melinda makin terpuruk sendiri. Hanya kelas Art tempat dia menumpahkan semua ekspresinya. Nilai-nilai pelajaran Melinda lainnya merosot jauh.

Di akhir bagian buku ini (yang juga di akhir tahun ajaran) barulah Melinda memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang selama ini dia rasakan, apa yang dia alami saat pesta di peternakan dulu, dan bagaimana akhirnya Melinda mampu membela dirinya sendiri.

Cerita ini tidak terlalu berat dan pergulatan batin Melinda bisa dirasakan dari awal cerita. Hingga akhirnya saat Melinda berani melawan saya sedikit terlonjak karena kegirangan. Yay! Way to go, Melinda! :D

View all my reviews >>
Post a Comment