Tuesday, January 20, 2015

Bird Box -- Josh Malerman

Bird Box (ebook)
by

My rating: 4 of 5 stars.

Satu kata pertama yang ada di kepala setelah menyelesaikan novel ini adalah: WOW!

Novel thriller ini berhasil membuat saya takut ke dapur di tengah malam untuk bikin susu si bayi. Hahaha. I know it's just a fiction, but still.

Novel ini diceritakan bergantian antara si tokoh utama, Malorie, di saat ini, dengan Malorie dulu. Di bab awal menceritakan tentang usaha Malorie untuk kabur dari rumah dengan menutup mata, sambil membawa dua anak berusia 4 tahun yang keduanya juga matanya ditutup, melalui sungai dengan menggunakan perahu. Ada apa? Kenapa? Perlahan kejadian sebenarnya diceritakan di bab-bab selanjutnya.

Adalah sebuah kejadian 'gila' yaitu orang-orang mulai bunuh diri setelah melihat sesuatu. Apa itu, tidak dapat dijelaskan karena setiap kali ada yang melihat, mereka akan bunuh diri. Setelah, atau sebelum membunuh orang yang ada di dekat mereka. Hal ini membuat orang-orang mulai menutup jendela mereka dengan kain, atau kasur, mengunci pintu rumah mereka, dan menutup mata jika akan keluar rumah. Seolah dengan menutup mata dan tidak melihat apa pun di luar, mereka akan selamat dari apa pun yang menyebabkan 'kegilaan' ini.

Malorie mencari rumah aman yang bisa menampungnya setelah saudaranya, Shannon, mati bunuh diri. Dengan menutup mata, Malorie mengendarai mobil, menabrak entah apa, melindas sesuatu yang dia tidak ketahui (mungkin orang) serta sebentar-sebentar membuka mata untuk kemudian menutupnya lagi, mencari alamat rumah yang menawarkan keamanan. Dalam keadaan hamil. Tinggal di rumah dengan berbagai macam karakter orang, membuat mereka semua makin sensitif tatkala seorang perempuan hamil lainnya, Olympia, ikut bergabung bersama mereka.

Kehidupan mereka berjalan normal (jika keluar rumah dan mengambil air di sumur dengna menutup mata bisa disebut normal) hingga seorang pria bernama Gary datang dan membuat mereka harus berbeda pendapat. Hingga akhirnya Malorie yang tidak memercayai Gary membuat pria tersebut keluar dari rumah.

Saat Olympia dan Malorie menjelang detik-detik melahirkan, sumpah, tense banget! Saya sampai ketakutan sendiri. Apalagi saat Olympia membuka mata dan melihat makhluk itu. Trus saat Malorie yang juga menjelang lahiran tapi harus menyelamatkan bayinya Olympia. Ih, gila! Susah diceritakan kembali. Ini sih harus dibaca sendiri.

Malorie merawat kedua bayi itu, melatih mereka hingga mereka memiliki pendengaran sangat tajam. Sebab dari bayi mata mereka ditutup, agar mereka mampu mengidentifikasi suara-suara dengan sangat akurat. Pendengaran lah yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup di dunia baru ini.

Hingga akhir, novel ini masih menawarkan ketegangan tingkat tinggi. Bahkan saat Malorie dan kedua anaknya akhirnya sampai di tempat aman yang mereka tuju, masih ada aja ketegangan demi ketegangan di tiap lembarnya yang membuat saya menahan napas karena takut terjadi sesuatu dengan mereka setelah perjuangan yang begitu hebatnya termasuk diserang serigala.

Asli, baca novel ini tuh seru, takut, serem, ngeri, campur aduk. Saya sebenarnya bukan penggemar novel thriller, tapi baca ini nggak bisa berhenti. Dijamin tegang hingga tinta terakhir dituliskan! *tsah*

**

Review ini juga tersedia di Goodreads.
Post a Comment