Wednesday, February 18, 2015

Queen of Babble in the Big City (Ratu Ngoceh di New York City) -- Meg Cabot

Ratu Ngoceh di New York CityRatu Ngoceh di New York City by Meg Cabot

My rating: 3 of 5 stars


Finish! And I like it :)

Saya baru tahu SETELAH baca buku ini, bahwa ternyata ini buku KEDUA, dan sekarang saya PENASARAN pingin baca buku pertama dan ketiganya.

Hehhh.. agak capek ya setelah teriak-teriak gitu. Begitulah efek yang dihasilkan setelah baca novel ini. Lizzie orangnya doyan ngoceh, dan kadang ocehan dalam hatinya sampai terucap juga dan kedengeran sama orang yang ada di depannya. Tapi itulah serunya buku ini. Kita seperti diajak mendalami pikirannya Lizzie. Dia lagi mikir apa, dia lagi babbling apa, kita bisa tahu.

So, Lizzie ini datang ke New York City, ingin mengadu keberuntungannya menjadi perombak gaun pengantin. Tapi ternyata, hidup di NYC itu sulit, ma-men! Dia harus berjuang keras, bahkan untuk menyewa apartemen aja dia tidak mampu. Untungnya, dia punya pacar yang tinggal di apartemen DAN untungnya juga si pacar ngajak dia tinggal bareng. Tapi tetap, sebagai perempuan dengan prinsip, Lizzie nggak nerima begitu aja tanpa syarat. Syaratnya adalah, dia akan berbagi pengeluaran termasuk sewa apartemen. Good girl!

Dan pemburuan pekerjaan ternyata menjadi hal yang tidak mudah buat Lizzie. Untungnya lagi, dia punya teman yang bapaknya adalah pengacara sekaligus pemilik kantor firma, dan dia pun kerja di sana sebagai resepsionis. Sementara pekerjaan impiannya untuk menjadi perombak gaun pengantin bersertifikat, dijalaninya dengan cuma-cuma alias tidak dibayar dengan bekerja pada Monsieur Henri dan istrinya. Kerja nggak dibayar? Hari gini? Tentu aja aneh, tapi tenang... itu semua akan membuahkan hasil yang manis. Percayalah!

Rencananya Lizzie akan tinggal bersama Shari (sahabatnya), namun karena Luke menawarinya tinggal bersama, kemudian Chaz (pacarnya Shari) juga berharap Shari mau tinggal bersamanya, akhirnya mereka pun masing-masing tinggal bersama pacar mereka. Tapi sementara Lizzie dan Luke hidupnya bahagia, tidak demikian dengan Shari dan Chaz. Semakin lama, hubungan mereka makin merenggang, dan di malam Thanksgiving, Shari meninggalkan apartemen Chaz, dan meninggalkan Chaz untuk orang lain. Yep, Shari jatuh cinta pada orang lain. Siapa? Kok bisa? Nah, kalau itu sih, mesti baca sendiri. You don't want me to spoil the story, rite?

Anyway, Lizzie dengan mulut besarnya yang suka ngoceh dan tidak bisa menyimpan rahasia, merasa sekarang dia sudah makin dewasa dan bisa menahan mulutnya. Dia menyembunyikan (dugaan) perselingkuhan calon mertuanya, menyembunyikan kenyataan bahwa DIALAH yang merombak gaun pengantin Jill Higgins, yang akan menikah dengan orang kaya dan terkenal di NYC! Tapi kadang Lizzie merasa akan meledak karena menyimpan semua rahasia itu.

In the end, as usual, cerita berakhir dengan indah. Ah, senangnya... Dan kalau dipikir, konfliknya nggak heboh-heboh banget, tapi novel ini tetap asik dibaca.



View all my reviews
Post a Comment