Thursday, July 14, 2016

Marginalia -- Dyah Rinni

Marginalia by Dyah Rinni

My rating: 4 of 5 stars

Sekali ambil, buku ini ternyata susah untuk ditaruh kembali sebelum selesai dibaca. Ceritanya bikin penasaran abis! Ditambah lagi, saya memang penggemar novel-novel romantis macam ini. Meski terlalu indah untuk terjadi di kehidupan nyata, tetap saya suka!

Adalah Aruna, seorang vokalis band rock Lescar yang kembali menata karirnya setelah sempat menghilang selama 1 tahun karena alasan pribadi. Aruna atau yang dikenal sebagai Ren Lescar, masih menyimpan kesedihan karena ditinggal kekasihnya, Padma.

Drupadi adalah seorang wanita karir, memiliki bisnis wedding organizer yang nyaris gulung tikar, Dru pontang-panting melayani keperluan sepupunya yang menjadi klien terbesar sekaligus pembawa klien lainnya di WO miliknya. Kisah cinta Drupadi cukup mengenaskan. Dua kali ditinggal pacar, dan akhirnya memutuskan bahwa enough is enough.

Padma memilki hobi menulis di pinggiran halaman buku. Kadang digarisbawahi, kadang dilipat, kadang juga diberi catatan kecil. Ada satu buku Rumi yangmenjadi favorit gadis tersebut, yang masih tertinggal di rumah Aruna. Maka suatu hari Aruna mengunjungi kafe Marginalia, tempat yang menyediakan buku untuk ditulisi oleh siapa saja, dan mengembalikan buku tersebut.

Tak disangka, ada orang lain yang ikut menulis di buku yang Aruna anggap istimewa itu. Dan tulisannya bagi Aruna sangat menyinggung perasaan dan merusak kenangan tentang Padma. Aruna pun terobsesi untuk menemukan siapa monster yang sudah menulis tanpa perasaan tersebut di buku Rumi kesayangan Padma.

Drupadi justru sebaliknya. Dia yang sangat tidak percaya akan keajaiban, seenaknya saja menulis di buku tersebut dan malah tertawa-tawa melihat jawaban yang ada di bawah tulisannya. Maka dimulailah pertempuran saling menulis marginalia di buku Rumi antara Aruna yang marah besar melawan Drupadi yang nothing to lose, just having fun mocking Aruna.

Dengan segala cara Aruna mencari penulis marginalia tersebut, dan berniat ingin melabraknya. Namun saat bertemu dengan Drupadi, justru yang keluar dari mulutnya berbeda dengan yang sudah direncanakannya. Kesalahpahaman yang lucu pun terjadi. Dan takdir mulai mengambil alih. Konflik, rintangan, penolakan, kebimbangan, saling bertautan dan membuat novel ini sulit untuk diletakkan sebelum kelar.

Kisah cinta Aruna dan Drupadi sebenarnya ya kisah cinta biasa, namun konflik, plot, dan twistnya keren banget, saya jadi masuk ke dalam dunia marginalia dan ingin menemukan kafe itu...! I need the cafe. Bisa gak dibikin di Depok?

Saya awal baca novel ini terus terang agak merinding, membayangkan buku-buku itu dicorat-coret, dan ditulisi dengan bebas. Secara maklum lah, saya kan pustakawan ya? Bagi saya itu vandalisme. Hehehe. Anyway, ide marginalia ini luar biasa. Saya suka, dan mendukung banget penulisnya untuk menulis roman lagi. Hehehe..

Ada kalimat yang saya setuju:

"Ibuku selalu mengatakan, saat kita mencintai seseorang, kita tidak perlu mencintai 100%. Cintailah dia 70% dan bangun sisanya setelah menikah."

Kalau teori saya agak beda: Jangan mencintai 100%, sisakan 30% untuk dirimu sendiri. Karena ketika kau mencintai 100%, saat orang itu pergi (atau diambil sama penciptanya) maka cintamu habis, dan kau pun tidak akan mampu mencintai diri sendiri dan akibatnya bisa terpuruk. Itu sih teori saya, hehee.

Sebagai penutup, saya nggak heran kalau novel ini meraih juara karena memang asli bagus. Saya salut sama penulisnya yang suka menulis cerita detektif, ternyata tulisan romannya keren habis! Kudos, Dee!
Post a Comment