Thursday, April 06, 2017

Pustaka Unsyiah, Trend Setter di Dunia Perpustakaan

Website Perpustakaan UNSYIAH
Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata PERPUSTAKAAN? Tempat penyimpanan buku? Tempat penimbunan debu? Sepi seperti kuburan? Petugasnya galak? Membosankan? Tempat numpang tidur? Atau tempat ‘mojok gratis’ sama si doi? Mengakulah!

Pustaka Unsyiah Selalu Ramai Pengunjung
Ya, sejujurnya saya juga berpikir demikian dulu (Eh, tapi yang mojok nggak!) Dan itu DULU lho! Sejak menjalani wajib belajar di bangku sekolah dasar hingga menengah atas, saya tidak pernah masuk dengan sukarela ke dalam perpustakaan sekolah. Kenapa saya bilang sukarela? Karena memang belum pernah kejadian saya masuk ke perpus untuk belajar atau baca buku koleksi di sana dengan kemauan sendiri. Saya masuk ke perpus selalu karena ada perlu, yakni pinjam buku paket. Setelah dapat, cuz keluar. Tidak pernah berlama-lama di sana.
"Foto selfie bakal keren kalau backgroundnya buku-buku."
Karena, apa yang ada dalam benak anda jika melihat orang sering main ke perpustakaan? Kutu buku? Tidak punya teman? He-he, itulah kenapa saya malas main ke perpus. Selain memang tempatnya nggak asik, teman-teman saya yang cuma segelintir itu bisa kabur karena malu kalau berteman dengan kutu buku.

Sebegitu menyedihkannya ya imej perpustakaan dulu? Kira-kira masih ada nggak ya yang mikir seperti itu? Mungkin masih, tapi itu kan orangnya kurang gaul aja. Kalau mau tahu, perpus itu sekarang sudah canggih. Tidak hanya novel lusuh koleksinya, tapi banyak lagi. Trus, yang main ke perpus pun dianggap keren loh sekarang! Dan menjadi kutu buku adalah status kece. Coba deh, foto selfie bakal keren kalau backgroundnya buku-buku, kan? Di mana lagi bisa foto buku tanpa disamperin satpam? Di perpus lah! Kalau di toko buku pasti dilarang. Seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’, kalau sering pergi ke perpus, tentu jadi cinta sama lingkungan itu. Itu sih yang terjadi pada saya.

Koleksi Thesis dan Disertasi Pustaka UNSYIAH

Masih nggak percaya kalau ada perpus asik di Indonesia? Nih saya kasih tahu ya perpustakaan yang wajib dikunjungi: perpustakaan Universitas Syiah Kuala, aka Pustaka Unsyiah. What? Perpus kampus negeri ada yang bagus? Masa sih? Pasti mikirnya gitu. Eeiitt, jangan salah, yang ini lain dari yang lain. Kalau nggak ke sana, nggak akan tahu deh sensasi mengunjungi perpus yang ciamik. Dan seumur hidup akan merugi karena nggak cinta perpus. Percaya deh!

Jarang lho, bahkan hampir nggak ada, perpustakaan kampus yang punya segudang fasilitas seperti yang ditawarkan Pustaka Unsyiah. Koleksinya nggak hanya buku, novel, tapi juga ebook dan jurnal ilmiah. Pustaka Unsyiah juga menyediakan layanan electronic theses and dissertations (ETD).  Belum lagi channel YouTube nya yang isinya berbagai  info tentang perpus kampus  ini, bikin saya pingin kerja di sana *ehem, kode*. 
Database Berlanggan Perpus UNSYIAH

"Seumur hidup akan merugi karena nggak cinta perpus."
Website Pustaka Unsyiah sangat user friendly, alias mudah diakses. Jenis layanan tambahan yang ditawarkan pun beraneka ragam:
1. Virtual Private Network
2. Literature Searching Service
3. Late Night @ Unsyiah_Lib
4. Self Loan Service

Yang menarik selain layanan nomor 1 & 2, yang merupakan layanan kerjasama dan pencarian literature, saya tertarik sangat dengan layanan nomor 3, yakni Late Night @Unsyiah_Lib. Ini menunjukkan bahwa Pustaka Unsyiah nggak mainstream, alias berpikir di luar kotak. Kalau bahasa kerennya, think out of the box! Bayangin, kalau perpus lain, terutama yang kelolaan negeri nih (pssttt, sebaiknya jangan sebut merk deh ya) jam bukanya tuh standard: Senin sampai Jumat, pukul 7 atau 8 sampai pukul 4 atau 5 sore. Habis itu TUTUP!


Pilihan Layanan @ Pustaka Unsyiah
Laaahh, bagaimana dong dengan yang masih butuh cari informasi di luar jam tersebut? Atau misalnya sempat ke perpusnya baru sore? Buru-buru dong kejar-kejaran sama kuncen perpus? No, no, no... Itu tidak akan terjadi di Pustaka Unsyiah. Karena petugasnya rela bekerja hingga sore bahkan malam hari demi pemustaka. Nggak cukup buka sore sampai malam, perpus ini buka layanan juga di akhir pekan! Cihuy apa CIHUY tuh?

Jadi, buat yang baru bisa ke perpus di luar jam kerja, tetap tenang dan rileks, karena pintu Pustaka Unsyiah selalu terbuka. Buat anak kost, kalau bete di kostan nggak ada hiburan, bisa ke perpus, baca sambil dengar musik (pakai headset tentunya) sungguh asyik loh! Buat jomblo yang nggak punya pacar (he-he jomblo ya memang nggak punya pacar ya?) daripada garing macam kerupuk baru dijemur, bisa deh menghabiskan malam minggu di perpus. Siapa tahu bisa bertemu dengan jomblo lain, lalu bikin Jomblo Book Club, bisa meningkatkan kadar kegantengan lho!
"Buat anak kost, kalau bete di kostan nggak ada hiburan, bisa ke perpus, baca sambil dengar musik."
Lalu layanan nomor 4, yakni self loan station, memudahkan mahasiswa untuk meminjam literature yang mereka butuhkan tanpa harus antri. Bagi yang tingkat mobilitasnya tinggi, bisa check out buku sendiri itu sesuatu lho! Pustaka Unsyiah dengan jeli melihat dan menawarkan layanan ini, yang tentu saja mendapat sambutan yang hangat dari pengunjungnya. Tak heran jika tingkat kunjungan perpus meningkat hanya dalam hitungan bulan. Super cool...!

Libricafe @ Pustaka Unsyiah
Selain layanan pustaka yang berhubungan dengan informasi, di Pustaka Unsyiah ada pula tempat kongkow yang asik. Nah, jelas ini menambah keseruan hangout di perpus. Ada cafe di lantai 1. Pojokan cafe di Pustaka Unsyiah tuh instagramable banget! Jadi dapat semua deh! Dapat suasana kerennya, dapat hangoutnya, dapat postingan buat instagram, otomatis dapat likers dan followers yang banyak dong? So, siapa yang bilang kalau perpus itu harus jauh dari makanan? Buku dan kopi itu sohib, men!

Relax and Easy @ Pustaka Unsyiah
Alasan apalagi yang membuat anda ragu ke perpus? Belajar harus diselingi musik? Jangan khawatir! Di Pustaka Unsyiah, tersedia juga ajang buat narsis di lantai 2, setiap hari Rabu pukul 2 siang akan ada live music. Menyalurkan bakat musik mahasiswa merupakan program gabungan antara Pustaka Unsyiah dengan BEM Unsyiah. Inovasi yang patut ditiru oleh perpus lainnya. Karena apa yang bisa menyatukan kita? MUSIK, teman-teman! 

"Buku dan kopi itu sohib."
Nah, dengan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, harusnya nggak ada alasan lagi menjadi mahasiswa abadi dong? Tunggu apa lagi? Cuz ke perpustakaan Universitas Syiah Kuala dan jadilah trend setter ;) 

Pemilihan Duta Baca sebagai Bentuk Promosi Perpustakaan 

Post a Comment