Thursday, April 02, 2009

The summoning (Sisters of Isis #1) -- Lynne Ewing

The Summoning (Sisters of Isis #1) The Summoning by Lynne Ewing



My review


My rating: 2 of 5 stars

Sudi menjalani kehidupan sebagaimana gadis lain seusianya. Bertengkar dengan adik-adiknya, pacaran dengan seorang cowok, memiliki seorang sahabat tempat curhat, dan lain sebagainya. Sudi merasa dia menjalani kehidupan yang normal, hingga suatu hari dia mendapatkan sebuah undangan.

Sudi berasumsi undangan tersebut datang dari Scott, cowok yang sudah lama ditaksirnya. Tapi begitu dia mendatangi tempat janjian tersebut, ternyata seorang pria dan dua gadis seusianya yang menunggu. Siapa mereka?

Si cowok adalah Abdel. Seorang cowok yang aneh, mengaku dirinya seorang pendeta Mesir. Dua gadis lainnya adalah Dalila dan Meri. Abdel mengatakan pada mereka bertiga kalo mereka adalah utusan yang terpilih oleh Dewa Mesir, untuk memberantas kekejian Dewa Seth lewat kelompok pemujanya, yang ingin mendatangkan para demon ke bumi dan membuat bumi chaos lagi.

Sudi, Meri dan Dalila nggak percaya oleh apa yang disampaikan Abdel. Hello, siapa yang mau jadi pemberantas mummy gt loh! Dan mereka berusaha menjalani kehidupan normal seperti yg selama ini mereka jalani. Namun secara terpisah mereka iseng membaca mantra yang tertulis di gulungan papirus yang diberikan Abdel, dan Sudi berubah menjadi burung Bennu, burung yang ada di jaman Mesir kuno dulu. Sudi juga bisa membaca tulisan hieroglyphs dan tanpa mereka sadari, mereka sudah mulai berperang melawan demon yang dikirim oleh kelompok pemuja Dewa Seth.

Ini adalah buku pertama dalam seri Sisters of Isis. Diceritakan lewat Sudi's point of view. Buku kedua akan fokus ke Meri, dan buku ketiga ke Dalila. Kalo nggak salah buku keempat fokus ke Sudi lagi. Hampir mirip dengan serial Daughters of the Moon yang ditulis oleh penulis yang sama, tapi kok rasanya yang ini agak kurang seru.

Buku ini terkesan kurang 'nggigit dan ada beberapa kejanggalan yang kadang membuat gemes. Misalnya: ketika mereka sedang perang nih, sama anggota kelompok pemuja Seth, kok ya sempet-sempetnya diskusi dulu trus ngobrol sebentar sama mummy yang jatuh cinta sama Sudi, 'Wah kita tidak akan dibunuh! Ternyata love spell yang elo baca lebih ampuh!' Kek-kek gitu deh. Trus mereka juga terkesan nggak takut, padahal kan mereka belum pernah menghadapi demons. Suasana tempurnya juga kurang terasa.

Tapi bolehlah untuk young adult buku ini cukup asik. Buktinya banyak yang udah baca kasih bintang 4 dan 5. Maybe it's just my age :)


View all my reviews.
Post a Comment