Monday, August 10, 2009

Change of heart -- Jodi Picoult

Change of Heart by Jodi Picoult


My rating: 4 of 5 stars


Kisah di novel ini diawali dengan pembunuhan. Apakah lalu bercerita tentang pencarian pembunuhnya? Pencarian bukti-bukti forensik? Nope. Di buku ini udah ketauan siapa pembunuhnya, bahkan kisah langsung lompat ke pengadilan dan ketok palu yang menandakan si pembunuh akan di hukum mati, alias eksekusi, alias di suntik mati. So, dimana serunya? Nahh.. justru itu!

Shay di vonis hukuman mati karena telah membunuh dua orang (anak dan ayah), meninggalkan June Nealon yang sedang hamil besar sendirian. Bayangkan betapa marah dan murkanya June ketika setelah dengan baik hati memberikan pekerjaan kepada Shay di rumahnya, malah menemukan anak dan suaminya terbunuh di tangan Shay.

Sebelas tahun setelah vonis, Shay mengungkapkan satu keinginannya setelah dia dihukum mati, yaitu dia ingin mendonorkan jantungnya pada Claire, anak kedua June Nealon yang mengalami kegagalan jantung. Namun ada satu masalah yang timbul: Shay akan dihukum mati dengan suntikan, dan suntikan itu bertujuan menghentikan jantung sehingga pendonoran akan mustahil. Kecuali, dia mati dengan cara lain yang menyebabkan otaknya mati (brain dead).

Disinilah sebenarnya kisah bermula. Muncullah Maggie (pengacara) yang bercita-cita ingin menghapuskan hukuman mati di negaranya tersebut. Maggie berjuang agar Shay dapat dihukum dengan cara lain agar jantungnya masih dapat didonorkan: digantung. Maggie seorang yang menganut ateisme, dia tidak percaya pada Tuhan meskipun ayahnya seorang rabbi Yahudi. Namun Maggie harus meyakinkan pengadilan bahwa Shay adalah penganut sebuah agama yang mengharuskan donor sebagai cara penebusan dosa.

Kemudian muncul pendeta Michael yang memiliki satu rahasia masa lalu yang berkaitan dengan Shay, dan menjadi penasehat spiritualnya selama di penjara. Pendeta Michael yang awalnya ingin mencari pengampunan dengan menjadi penasehat spiritual, malah mendapati dirinya mengalami keraguan pada keyakinannya sendiri.

Dialog-dialog pintar antara seorang ateis dan pendeta sungguh seru untuk diikuti. Belum lagi kejadian-kejadian luar biasa yang memicu orang-orang untuk percaya bahwa Shay adalah utusan Tuhan dan mereka berbondong-bondong ke penjara ingin bertemu Shay dengan membawa anggota keluarganya yang sakit dengan harapan Shay bisa mengembalikan kesehatan mereka (jadi inget Ponari). Pro dan kontra timbul dan halaman penjara ramai didatangi orang² yang ingin berobat.

Pada akhirnya, tak penting apakah Shay adalah seorang mesiah seperti yang diduga pendeta Michael dan orang² yang percaya, ataukah dia hanya seorang pembunuh biasa, atau seorang dengan jiwa besar. Yang terpenting adalah, bagaimana Shay telah menyentuh hati beberapa orang yang dekat dengannya di saat-saat akhir hidupnya: Michael, Maggie, Lucius, Jane, bahkan Claire.

Dan bukankah kita semua ingin selalu diingat oleh orang² terdekat kita? Sentuhlah hati mereka dan dijamin mereka tak akan melupakan kita.

Even after we die :)

View all my reviews >>
Post a Comment