Sunday, October 05, 2014

Mommylicious -- Murtiyarini & Rina Susanti

Mommylicious 
by Murtiyarini & Rina Susanti

My rating: 4 of 5 stars

Buku yang menceritakan secara bergantian antara Mama Arin dan Mama Rina ini, sungguh menceritakan kisah saya dan mama lainnya. Dari sejak melahirkan bayi, merawat mereka, kerepotan mencari asisten yang dapat dipercaya, hingga dilema ibu bekerja karena harus meninggalkan anak di rumah. Rasanya kalau bisa dibawa-bawa saja kemana-mana seperti kangguru. Sempat merasa iri dengan kangguru dan kantongnya :p

Baru baca tulisan pertama tentang pengalaman pertama oleh Mama Arin, langsung membatin, “Mh! Gue banget nih!” Bab pertama menceritakan tentang pengalaman memiliki bayi baru. Setiap kehamilan, meski bukan kehamilan pertama, adalah pengalaman baru bagi setiap mama. Perubahan pada tubuh, perasaan, hormon, selera, emosi, semuanya terasa baru lagi. Memiliki anak bayi pun adalah pengalaman pertama meski pun bukan anak pertama. Saya benar-benar merasakan itu semua saat melahirkan anak ketiga. Semua terasa baru. Saya kembali nggak pede memandikannya untuk pertama kali, sangat takut pusernya yang belum puput terluka, ngeri menggendongnya takut kecengklak, dan lainnya.

Lalu soal ASI? Saya juga ngerasain apa yang dirasakan Mama Rina. Gimana stres karena ASI tidak terlalu banyak dan harus mengandalkan bantuan susu formula, sementara semua orang bertanya, “ASI eksklusif, kan?” dengan tatapan menuntut. Well, not every Mom were given the luxury of having a lot of milk on their breasts. Tapi ini juga pengingat buat saya untuk mengubah cara bertanya dan ekspresi soal ASI pada ibu yang baru melahirkan.

Bab kedua tentang bagaimana bayi baru yang hadir dalam kehidupan mama bisa mengubah segalanya. Mulai dari rutinitas harian, acara tidur dan bangun, dari pagi hingga malam semua perhatian tercurah untuk si kecil. Gimana mama jealous pada si mbak yang lebih dekat sama si kecil (huhu ngerasain juga nih yang begini. Sakitnya tuh di sini *nunjuk dada*)

Lalu bab ketiga tentang perkembangan anak. Mulai dari kesulitan anak mengungkapkan keinginannya yang berakibat munculnya jeritan-jeritan di siang dan malam hari, cara mengajarkan disiplin yang sering membuat mama menjadi ratu tega, ungkapan kasih sayang anak pada mama, dan saat anak jauh dari mama mereka mandiri, tapi kalau ada mama malah rewel. Ini bener banget! And believe it or not, masih terjadi pada anak saya yang sudah berusia 12 tahun. Apa mungkin dia kolokan berlebihan karena baru punya adik bayi lagi setelah sekian lama menjadi anak bungsu? Hmm...

Bab-bab selanjutnya lebih menceritakan tentang mama dan dan kegiatannya.

Ada yang menarik perhatian saya, yaitu tentang me time. Sepenting apa me time itu? Saya selalu berpikir kalau me time adalah saat yang dinikmati sendiri untuk melakukan semua hal yang saya suka, dan biasanya ke salon. Tapi membaca tulisan di buku ini, ternyata saat anak tidur dan kita menikmati waktu yang sedikit untuk nulis, baca, ngeblog, itu udah me time lho ternyata. Ha-ha, ngapain komplen ya? Seperti sekarang nih, baby lg tidur saya bikin review. Ini ME TIME juga :)

Lalu membaca tulisan  kebanggaan mama pada buah hati. Iya nih, kadang kalau nggak ngerem diri, suka berlebihan menceritakan tentang anak dan memuji-muji anak. Kasihan kan yang denger bisa bete. Nanti nggak ada yang ngajak ngobrol lagi lho, karena topiknya udah kebaca :p

Pokoknya ini wajib baca deh buat ebu-ebu, emak-emak, baik yang baru punya bayi, anak balita, bahkan yang anaknya sudah remaja. Sebab, buku ini menceritakan kisah yang kita banget, Mom!


And being a Mom really IS delicious :)

*

Link review Mommylicious di Goodreads: https://www.goodreads.com/review/show/1064591324

Post a Comment