Tuesday, May 19, 2015

Matinya Burung-Burung -- Ronny Agustinus

Matinya Burung-burung: Kumpulan Cerita Sangat Pendek Amerika LatinMatinya Burung-burung: Kumpulan Cerita Sangat Pendek Amerika Latin by Ronny Agustinus

My rating: 4 of 5 stars


Kumpulan cerita ini ternyata menyenangkan untuk dibaca. Dan yang membuat saya lebih surprise, ceritanya benar-benar ada yang sangat pendek! Secara keseluruhan saya suka cerita-cerita di dalam buku ini. Tapi seperti buku kumpulan cerita lainnya, pasti lah ada beberapa yang menjadi favorit.

Acara hiburan.

Cerita ini tentang kehidupan di masyarakat miskin, di mana program televise dimanipulasi sedemikian rupa sehingga semua peserta di kuis tersebut bisa menang. Dan yang lucunya, mereka harus mempertahankan sandiwara kemenangan itu karena pihak sponsor mengerahkan pekerja social untuk memeriksa kebenaran. Cerita ini menjadi lucu karena endingnya yang tidak terduga.

Telepon

Cerita sangat-sangat pendek ini membuat saya bertanya-tanya. Apakah benar yang bicara di ujung telepon itu manusia? Rada spooky juga ya.

Tuhan Para Lalat

Cerita tentang lalat ini saya suka banget, karena benar-benar menggambarkan kehidupan manusia, namun secara twist. Hehehe.. susah digambarkan dengan kata-kata, tapi endingnya bikin saya senyam-senyum sendiri kala penulis menggambarkan surge dan neraka dengan cara yang unik tapi asik.

Verita Odium Parit

Sangat pendek, dan singkat. Saya tuliskan di sini ya. “Beri aku kuda yang paling cepat,” kata lelaki jujur itu. “Aku baru saja menyampaikan kebenaran kepada raja.” Udah, gitu doang. Tapi efeknya berasa, kan? Keren!

Buket Biru

Cerita ini agak menyeramkan, tentang seorang laki-laki yang singgah di sebuah desa, lalu memutuskan untuk berjalan-jalan di malam hari karena kegerahan. Pemilik penginapan menyuruhnya tetap di dalam karena gelap. Namun si lelaki bersikeras dan di jalan bertemu dengan orang menyeramkan yang mengumpulkan mata untuk kekasihnya. Mata manusia! Hiyyy.. Lalu mata si laki-laki tersebut berwarna apa, ya? *jeng-jeng!*

Pelancong

Ini cerita sangat pendek yang sebenarnya sedih, tentang kecelakaan pesawat. Tetapi bukan dari sudut pandang orang lain, melainkan dari sudut pandang si korban. Twisted but good!

Pikun

Oh, ini lebih absurd lagi. Cerita ini tentang seorang perempuan yang pikun. Dia mengetuk sebuah pintu apartemen yang diyakini adalah apartemennya. Dia kerap salah dan mengetuk pintu apartemen orang lain, namun kali ini dia yakin tidak salah apartemen. Saat lonceng gereja berbunyi, perempuan itu menyadari bahwa dia telah melupakan sesuatu lagi.

Patung-patung

Cerita yang ini agak sedikit horror ya, namun nggak menakutkan. Bagus banget malah! Cuma saya bacanya ketika sudah malam, dan dasar penakut, saya pun langsung tarik selimut. Tentang patung tua yang ada di sebuah sekolah tua. Meski ceritanya pendek, tapi saya bisa membayangkan situasi sekolah tersebut. Horor!

Bloon

Ha-ha-ha! Yang ini asli bikin saya tertawa. Cerita sangat pendek yang kocak! Nggak usah dijabarin deh, enakan dibaca sendiri.

Pemadam Kebakaran

Kalau cerita tentang Olegario si jago tebakan ini, bikin miris. Saking jagonya si Olegario, dia bisa menebak kejadian apa yang terjadi saat itu tanpa melihat langsung. Nah, pas pemadam kebakaran lewat, dia bilang kalau rumahnya lah yang terbakar. Semua teman-temannya mengikuti mobil pemadam kebakaran dengan taksi. Sesampainya di sana, ternyata benarlah rumah Olegario yang terbakar. Alih-alih merasa sedih, Olegario bersiap menerima ucapan selamat karena tebakannya benar. *tepok jidat*

Babak Terakhir

Cerita yang ini sepertinya berhubungan dengan politik. Tentang pejabat yang obral janji, dan melupakannya seiring waktu. Pejabat yang kian hari kian menjadi boneka yang diperalat.

Cerita-cerita di atas adalah yang meninggalkan kesan buat saya. Selebihnya bagus juga, hanya tidak membekas seperti cerita-cerita yang tadi saya sebutkan. Tapi ada satu yang juara, bikin saya ngakak-sengakak-ngakaknya, yaitu cerita berjudul Diktator dan kartu Ucapan.

Jadi ada seorang diktator yang hobi menetapkan tanggal perayaan di kalender. Misal, tanggal 14 Agustus sebagai Hari Cemburu, tanggal 26 Mei sebagai Hari Persahabatan. Ada juga Hari Kepahitan, Hari Pacar Selingkuh, Hari Mereka yang Meniduri Pembantu *oalah!* dan banyak hari-hari lainnya. Diktator itu tidak mau lengser sehingga dia pun menjabat hingga mati. Saat dia mati, Dewan Kehormatan Negeri mencanangkan tanggal 2 April pukul 4 sore lewat 27 menit dan 15 detik sebagai Momen Sekilas Pemimpin Abadi untuk mengenang sang diktator. *asli ngakak bacanya*

Kumpulan cerita sangat pendek Amerika Latin ini saya baca dalam jangka waktu kurang dari sehari. Singkat namun padat, begitulah isi cerita yang ada di dalamnya. Seandainya menuliskan cerita sangat pendek ini popular juga di Indonesia, issue-issue yang diangkat bisa lebih beragam, mulai dari macet, banjir, tawuran, kolor ijo, banyak deh! *melirik para cerpenis senior*




View all my reviews
Post a Comment