Thursday, July 30, 2015

Please Look After Mom [Ibu Tercinta] -- Kyung Sook Shin

Please Look After Mom [Ibu Tercinta]Please Look After Mom [Ibu Tercinta] by Kyung-sook Shin
My rating: 4 of 5 stars

Ibu hilang!
Ibu tertinggal di stasiun kereta dan hilang!

Itu adalah kalimat yang bisa membawa mimpi buruk sepanjang sisa hidupmu. Dan itulah yang terjadi di keluarga Park So-Nyo. Dia tertinggal di stasiun kereta Seoul saat akan mengunjungi keluarga anaknya di sana bersama suaminya.

Buku ini dikisahkan dari beberapa sudut pandang. Pertama dari anak perempuannya yang seorang penulis, Chi-hon. Rasa bersalah yang dirasakannya teramat besar membuatnya selalu kembali ke stasiun dan menelusuri jejak yang ditinggalkan sang ibu berdasarkan informasi dari orang yang melihatnya. Tanpa henti dia mencari ibu sambil merenung. Bagaimana perilakunya sejak kecil pasti telah mengecewakan ibunya. Bagaimana setelah dia dewasa dan menjadi seorang penulis, Chi-hon sering mengabaikan telepon ibunya, menganggap bahwa tidak menjawab telepon ibunya adalah hal yang biasa. Padahal ibu selalu menantikan kabar darinya.

Sudut pandang anak lelaki pertamanya, Hyong-chol, juga berkisah tentang ibu mereka, bagaimana impian ibunya yang menginginkannya menjadi seorang jaksa ternyata tidak dapat dipenuhinya, karena dia tidak lulus masuk universitas yang dipilihnya. Hyong-chol baru menyadari betapa segala keperluannya berusaha dipenuhi sang ibu, bahkan ketika makan ibu mendahulukan dirinya, melarangnya bekerja dan terus belajar. Bahkan ketika adik-adiknya protes karena dirinya tidak membantu pekerjaan rumah, ibu tetap membelanya dan menyuruhnya belajar. Itu semua karena impian ibu untuk melihatnya menjadi seorang jaksa.

Sang suami, yang meninggalkan istrinya di stasiun karena berjalan terlalu cepat pun, merasakan juga perasaan bersalah. Selama ini dia selalu berjalan cepat, meninggalkan istrinya, tanpa memedulikan permintaan istrinya yang memohon padanya untuk berjalan lebih lambat. Seandainya dia berjalan lebih perlahan dan menggandeng tangan istrinya, pasti wanita yang telah bertahun-tahun mendampinginya itu masih ada di sisinya.

Dalam pencarian ibu mereka, Chi-hon dan Hyong-chol merenung. Mengingat-ingat apakah benar mereka mengenal ibu mereka. Apakah mereka mengenalnya sebagai seorang perempuan yang memiliki impian dan harapan, rasa sedih dan gembira. Mereka menganggap ibu adalah ibu. Yang selalu berada di rumah, menyiapkan segala keperluan mereka, dan sepertinya terus menerus berada di dapur.

Pernahkah kita bertanya apakah ibu menyukai berada di dapur? Apakah ibu suka memasak sepanjang hari untuk anggota keluarga yang memiliki selera yang berbeda? Kita juga patut menanyakan itu pada ibu kita. Pernahkah kita berpikir, ibu yang selalu berkutat di rumah juga perlu berjalan-jalan melihat suasana di luar rumah? Bisa bayangkan betapa bosannya berada di rumah terus menerus? Kita yang bekerja dan melakukan aktifitas di rumah masih bisa melihat pemandangan di luar, meski pun mengalami kemacetan di jalan. Tapi paling tidak kita beraktifitas di luar rumah! Bagaimana dengan ibu rumah tangga yang setiap hari berada di rumah, di dapur, memasak, masak, dan masak? Believe me, itu MEMBOSANKAN!

Saya tidak akan menceritakan endingnya (apakah ibunya ketemu atau tidak) karena itu akan menjadi spoiler *hehe ya iya laaahhh!* Tapi saya benar-benar merekomendasikan buku ini untuk semua. Semua kalangan yang ingin mengenal lebih jauh ibu mereka, yang mungkin selama ini kurang begitu peduli pada ibu mereka. Baca buku ini, lalu peluklah ibu kita, katakan AKU SAYANG IBU, sebelum semua terlambat.

View all my reviews
Post a Comment