Sunday, September 27, 2015

Escape from Mr. Lemoncello's Library - Chris Grabenstein

Escape from Mr. Lemoncello's LibraryEscape from Mr. Lemoncello's Library by Chris Grabenstein

My rating: 4 of 5 stars

Buat librarians, pecinta library, dan sobat perpustakaan, kudu nih baca buku ini. Seru banget dan petualangannya mengingatkan saya pada keasyikan saat membaca buku tentang perpustakaan juga yang judulnya Bibbi Bokken's magic library karya Jostein Gaarder. Tentu saja saya membaca edisi Bahasa Indonesia :D

Anyway, Escape From Mr. Lemoncello's Library bercerita tentang pembukaan perpustakaan kota Alexandriaville yang sudah 12 tahun direnovasi. Jadi selama 12 tahun, anak-anak di kota itu tidak mengenal perpustakaan, dan itu artinya mereka hidup tanpa mengetahui asiknya ber'petualang' di perpustakaan. Oleh karenanya, Mr. Lemoncello, pembuat game terkenal di kota itu mendanai pembangunan perpustakaan kota Alexandraville, dan beberapa hari lagi pembukaannya.

Dalam rangka pembukaan perpustakaan tersebut, akan ada acara lock-in selama semalam di perpustakaan dia mana mereka bisa main game, baca buku, makan di cafenya, sepuasnya. Untuk bisa menjadi peserta lock-in ini, akan di pilih dua belas anak berusia 12 tahun berdasarkan essay yang mereka buat tentang "Kenapa saya excited tentang perpustakaan umum yang baru."

Kyle yang lebih suka main game daripada ke perpustakaan, tentu saja lupa kalau dia harus membuat essay yang due nya hari ini. Dengan asal, dia buat essay di atas bis sekolah. Ini yang ditulisnya: "Ballons. There might be balloons." Dan dia menyesal menulis esay asal itu saat tau bahwa Mr. Lemoncello sendiri lah yang akan memilih pemenangnya. Bayangkan, Mr. Lemoncello adalah pendana perpustakaan baru ini! Pasti acara lock-in nanti akan sangat menyenangkan! Kyle adalah pengemar berat semua permainan yang diciptakan Mr. Lemoncello. Tapi bukan Kyle namanya kalau tidak memiliki daya juang.

Dan seperti yang sudah diduga, Kyle masuk menjadi salah satu dari 12 anak itu. Malamnya mereka berkumpul di perpustakaan, membawa sleping bag, pakaian ganti, dan keperluan menginapnya. Semalaman mereka menikmati perpustakaan yang baru. Mereka adalah 12 anak yang pertama kali masuk ke perpustakaan tiga lantai tersebut. Atapnya dome besar yang menayangkan langit malam, lengkap dengan galaxy dan komet, yang kemudian berganti menjadi gambar yang menunjukkan kelas DDC: Cleopatra, orang memanjat gunung, dan kapal Viking mewakili kelas 900-999: Sejarah dan geografi. Ada sepuluh ruangan yang masing-masing berisi koleksi per-kelas DDC. Lalu ada ruang baca anak-anak, ruang bermain games yang berisi semua permainan ciptaan Mr. Lemoncello. Surga banget bagi Kyle!

Hingga pukul 2 malam, mereka mengeksplore dan memainkan semua permainan yang ada (kecuali Sierra yang langsung memilih spot enak untuk baca buku) hingga pagi hari mereka bangun dan sarapan pagi, namun pintu perpustakaan belum juga dibuka. Mereka juga tidak bisa membuka dari dalam. Ada apa ini?

pic.credit:
https://www.instagram.com/sylnamira/
 
Tiba-tiba mucullah wajah Mr. Lemoncello di layar dome yang besar, mengatakan bahwa bagi yang ingin bermain game, akan ada hadiah bagi pemenangnya. Gamenya adalah "Mencari jalan keluar dari perpustakaan." Beberapa anak mengundurkan diri, sehingga tinggallah beberapa saja. Dan petualangan pun dimulai! Dengan dalam 12 jam, mereka harus menemukan cara keluar dari perpustakaan, menggunakan semua resources yang ada di perpustakaan.

Mengikuti petualangan mereka mencari jalan keluar, sekilas mengingatkan pada cerita Charlie and the Chocolate Factory, dan memang anak-anak dalam buku ini menyatakan demikian. Mr. Lemoncello mirip seperti Mr. Willy Wonka, dengan ide gila dan nyentriknya.

Judul-judul buku yang disebutkan dalam permainan dilist di bagian belakang buku ini, jika ada yang ingin mengoleksi atau mengumpulkan dalam satu rak di perpusnya, dengan diberi judul: "Buku-buku dari Perpustakaan Mr. Lemocello." *hmmm I just made up the idea, and I think I like it... if you have a huge collection* :P

Mr. Lemoncello juga suka mengutip kata-kata dari buku dalam hampir setiap ucapannya. Contoh saat dia menawarkan dua kontestan untuk mengadu peruntungan, tentunya dengan konsekuensi, saat ditanya konsekuensinya apa, Mr. Lemoncello menjawab: "Something bad. In fact, something wicked this way will probably come.." Dan dia juga senang menciptakan kata baru: Wondermous, stinkerrific, dll.

Selain bagi pecinta perpustakaan, buku ini juga cucok buat yang suka main game, atau at least familiar dengan instruksi yang ada di board game. Karena kata-kata dalam novel ini banyak mengadaptasi dari dua hal tersebut: perpustakaan dan games. Seru!

View all my reviews
Post a Comment