Wednesday, November 25, 2015

P.S. I Still Love You -- Jenny Han

P.S. I Still Love You (To All the Boys I've Loved Before, #2)P.S. I Still Love You by Jenny Han

My rating: 4 of 5 stars

I really like it!
I do!

Ini adalah sequel dari novel Jenny Tan yang berjudul To All the Boys I've Loved Before, di mana di buku pertama Lara Jean dan Peter (salah satu boy yang menerima surat cintanya) berpura-pura jadian. Peter lebih ke pembuktian bahwa dia tuh nggak seperti yang orang-orang pikirkan, bahwa Gen sudah mengikatnya dan dia nggak akan bisa menolak jika Gen sudah menjentikkan jarinya. Sementara Lara Jean? Tujuannya adalah murni karena memang dia pernah suka sama Peter, dan Peter memang menantangnya sih. Mereka pun membuat kontrak, tapi di akhir buku pertama, mereka bubar!

Nah, di buku kedua ini, Lara Jean memulai kisahnya dengan menulis surat untuk Peter. Surat untuk memintanya kembali lagi dan mereka melanjutkan hubungan yang 'beneran'. Peter pun okay dengan itu dan mereka pun jalan bareng lagi. Yeay! Tapi, di buku kedua ini, Peter masih bolak-balik menemui Genevieve, sang mantan pacar. Alasannya adalah Gen sedang mengalami hal yang berat dalam keluarganya, dan Peter nggak bisa cerita karena itu bukan kapasitasnya untuk menceritakan masalah orang lain (si mantan) ke orang lain (si pacar).

Dalam hal ini saya angkat jempol untuk Peter. Meski pun Lara Jean terkadang cemburu melihat mereka, namun prinsip yang dipegangnya patut dicontoh. Jangan mentang-mentang pacar, merasa berhak mengetahui rahasia orang lain. No! No! Ada hal yang disebut privasi, dan itu berarti tidak semua hal perlu diceritakan ke orang lain.

Anyway, hubungan yang cukup membingungkan Lara Jean ini membuatnya sedikit goyah, dan kala Johnny Ambrose McClaren (salah satu boy yang juga menerima suratnya) mengiriminya surat balasan, Lara Jean jadi mengingat kembali ke masa lalu, saat hanya dia dan John yang ada dalam skenario. Saat mereka berdua saja baca buku di atas rumah pohon, kapan saat pertama kali Lara Jean menyukai John (setelah sebelumnya menyukai Peter, oh well.. waktu mereka SMP memang semua gadis menyukai Peter sih, jadi Lara Jean nggak salah juga) dan yang membuat Lara Jean terkejut dan mungkin merasa tersanjung, John ternyata menyukainya balik!

pic.credit:
https://www.instagram.com/sylnamira/
Dari kelima cowok yang disukainya, Lara Jean tidak menyangka kalau ada yang suka juga padanya. John dan Lara Jean jadi sering bertemu dalam beberapa kesempatan, terutama saat Lara Jean bekerja sebagai pekerja suka rela di rumah jompo. Dan puncaknya, saat Lara Jean yang sudah penuh semangat ingin memberikan kejutan bagi Peter di hari pertandingan Lacrossenya, Peter malah nggak datang dan ternyata sedang sama Gen! Lara Jean melihat mereka berpelukan, dan Lara Jean pun memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.

John yang memang suka sama Lara Jean, menyatakan bahwa dia makin suka sama Lara Jean, dan akan memberikan waktu bagi Lara Jean yang masih berduka karena baru putus. Lara Jean harus merasa apa nih? Bingung apa bahagia? Mana Peter terlihat cemburu pula saat melihat Lara Jean dan John merayakan sesuatu di rumah jompo. Gemeessss bacanya!

Di novel kedua ini banyak adegan kissing, dan pembahasan tentang sex. Memang novel ini ditujukan untuk remaja dewasa, namun perbedaan kebudayaan Barat dan Timur harus dijelaskan dengan gamblang pada abege yang membaca buku ini. Bahwa mereka bisa bebas melakukan itu karena perbedaan budaya, agama, dan norma yang berlaku. Tapi terlepas dari itu, nasehat-nasehat yang diberikan pada Lara Jean oleh orang-orang di sekitarnya, sangat bagus untuk diterapkan ke abege kita. Bagaimana menjaga tubuh kita, bahwa tidak semua orang dapat dengan mudah menjamah dan memegangnya JIKA kita tidak menyukai hal tersebut. Kitalah yang berhak atas tubuh kita sendiri.

Secara keseluruhan, (meski sekali lagi, terlalu banyak adegan kissing dari yang sebaiknya ada, but yeah mereka kan bule ya? So.. yasutlah) saya suka buku ini. Dan jarang loh saya suka buku sequel, karena biasanya garing. Tapi yang ini seseru yang pertama, dan penulisnya nggak kehilangan gaya untuk menuliskan masa remaja yang penuh dinamika. Seru, bikin gemes, dan penasaran.

View all my reviews
Post a Comment