Sunday, January 17, 2016

Don't Scream! -- R.L. Stine

Don't Scream! (Goosebumps: Hall of Horrors, #5)Don't Scream! by R.L. Stine

My rating: 3 of 5 stars

Saya ini penakut. Kalau nonton film horor itu biasanya suka nggak berani ke dapur tengah malam. Jadi sebisa mungkin saya menghindar dari yang bersifat horor-horor. Bos horor juga mesti dihindari ;)

Tapi untuk buku, saya ternyata nggak masalah. Kirain bakal menolak juga, namun sejak membaca beberapa buku bergenre thriller dan horror, ternyata malah saya suka! Mungkin karena nggak mesti melihat karakternya yang dimake-up serem seperti di film.

Penasaran karena murid di sekolah rajin sekali meminjam buku seri Goosebumps, saya pun mengambil buku ini. Kenapa yang ini? Ya asal comot aja sih. Lalu dimulailah petualangan saya di dunia R.L. Stine yang selama ini saya hindari.

photo: personal doc
Seri Goosebumps Hall of Horrors dikhususkan bagi karakter di buku yang ingin bercerita kehororan yang mereka alami. Jadi buku ini dimulai dengan penjaga Hall of Horrors yang mempersilahkan karakter utama membagi kisahnya.

Jack, adalah anak lelaki korban bully. Mick si jagoan selalu membullynya sepulang sekolah di atas bus. Suatu hari Jack menemukan sebuah handpohone tergeletak di atas bangkunya. Dia pun mengambil dan mencoba mendengarkan, ternyata ada suara yang menyapanya. Suara anak perempuan yang mengatakan bahwa dia adalah sahabat barunya. Jack merasa ini adalah jebakan dari temannya, Eli, yang memang jago science. Namun ternyata suara di dalam handphone itu tetap terdengar walau Jack mematikan handphonenya.

Jack berusaha segala cara untuk mengenyahkan handphone tersebut, namun suara misteri itu selalu berhasil kembali, atau berpindah ke benda digital lainnya. Bahkan menyakiti Jack jika dia tidak menuruti kemauan Emmy, begitu suara tersebut ingin dipanggil.

Emmy adalah makhluk yang terperangkap di dunia digital, dan Emmy menyuruh Jack mencarikan teman untuknya di dunia digital, atau Emmy akan terus menghantui (dan menyakiti) orang-orang di sekitarnya. Jack pun mulai melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan: berbohong, bahkan mencuri. Dan saat adiknya disakiti Emmy karena Jack tidak menurutinya, Jack pun mengamuk dan menghancurkan semua benda digital di rumahnya.

photo: personal doc
Jack berpikir Emmy sudah pergi, namun ternyata Emmy masih ada. Dia akan selalu ada sebelum Jack menemukan teman untuknya. Akankah Jack berhasil mengikuti keinginan Emmy? Atau apakah Jack akan benar-benar menjadi sahabat Emmy yang akan berada di sampingnya selama-lamanya?

Kalau punya jantung yang lemah, mending diskip aja, baca yang lain, soalnya seri Hall of Horrors ini cukup menegangkan! And I would definitely read another book in the series.

View all my reviews
Post a Comment