Sunday, February 28, 2016

Child of the State -- Catherine Lea

Child of the StateChild of the State by Catherine Lea

My rating: 4 of 5 stars

Got this book for free through Goodreads Giveaway. Thank you!

Membaca novel ini semacam nonton film aksi ala Amerika. Sejak awal sudah banyak misteri dan intrik yang dimulai sejak keluarnya Stacy dari penjara. Seharusnya Stacy menjalani 5 tahun masa hukuman, namun dengan adanya program baru dari pemerintah, khusus untuk para ibu yang memiliki anak di luar penjara, Stacy yang lolos seleksi berhasil keluar 2 tahun lebih awal. Namun di bulan terakhir masa hukumannya, sahabatnya Amy, terbunuh. Dan seseorang mengirimkan foto anaknya dengan dilingkari seolah target tembak, dengan pesan di balik foto: "He's first, you're next." Stacy makin gigih mencoba seleksi program pembebasan awal, agar bisa melindungi anak semata wayangnya, Tyler.

Di hari pertama Stacy keluar penjara dan diantar ke rumah ibunya (yang notabene tak menginginkannya) Stacy kabur membawa mobil ibunya untuk menjemput Tyler di sekolahnya. Namun apa daya, rencana yang sudah dipersiapkannya dengan matang ternyata gagal. Tyler sudah dijemput lebih awal dari sekolah oleh orang dari dinas sosial, dan sekarang Stacy tidak tahu lagi kemana mencari anaknya karena Stacy tidak tahu alamat orang tua asuhnya. Stacy lalu mencari ayah dari Tyler, yang seharusnya menjemput anak itu, namun saat dia tiba di rumah Wayne, lelaki itu sudah pindah rumah & sekarang rumahnya ditempati seorang pria tinggi besar, bernama Bear. Dan surat-surat dari Stacy yang berisi rencana penjemputan Tyler, tertumpuk di rumah lamanya itu. Ternyata Wayne tak pernah menerima suratnya. Tak heran kalau rencananya gagal!


Stacy pun buron, setelah melepaskan gelang kakinya. Stacy lalu mencari bantuan dari teman-temannya yang sudah keluar dari penjara. Untungnya, teman-temannya bersedia membantu, dan walaupun ada satu-dua yang masih teler dalam artian masih menggunakan narkoba, mereka tetap memberikan Stacy apa yang dibutuhkannya. Tapi itu saja, selebihnya Stacy yang harus mencari sendiri siapa biang keladi di balik pembunuhan Amy, yang pastinya orang yang sama dengan yang mengancam keselamatan anaknya.

Elizabeth, wanita yang ditunjuk gubernur untuk menjalankan program pembebasan cepat untuk ibu muda ini, merasa kecolongan saat Stacy kabur. Namun tidak seperti orang lain (baca: polisi dan politisi) dia merasa Stacy lari karena ketakutan. Sementara semua orang fokus pada pelarian Stacy, Elizabeth justru mencari alasan dibalik kaburnya Stacy. Dia yakin Stacy tidak merencanakan pelariannya, karena saat mengikuti ujian seleksi program, Elizabeth bisa melihat betapa kuat tekad Stacy untuk bisa lolos program tersebut.

Petunjuk demi petunjuk mulai bermunculan di sepanjang novel ini, membuat saya penasaran dengan apa yang akan terjadi kemudian. Keberanian Elizabeth dan kegigihan Stacy dalam mengungkap kebusukan yang terjadi di sekitarnya, membawa mereka ke situasi berbahaya. Mereka harus berhasil, atau semua usaha mereka sia-sia dan terbawa ke kubur bersama mereka.

Kebetulan demi kebetulan masih ditemukan di sini, saat Stacy ke rumah temannya, diberikan mobil, lalu saat mobil itu mati, petugas dereknya ternyata temannya Bear, dan Bear bersimpati kepada Stacy karena masa lalunya, membantunya dengan memberi bensin. Namun rasa sayang Stacy pada Tyler, meski anaknya itu berkebutuhan khusus, sangat mengharukan dan menginspirasi, padahal Stacy termasuk muda di usianya yang 15 tahun dan sudah memiliki anak (akibat pergaulan bebas, hmmm!). Alasan dia dipenjara pun sebenarnya kurang begitu dijelaskan, cuma sekilas aja dibilang karena cek. Cek kosong? Ah, mbuh.

Anyway, reading this novel makes me imagine that I'm watching an action movie. A really page turner and recommended.

View all my reviews
Post a Comment