Saturday, December 09, 2017

China Rich Girlfriend -- Kevin Kwan

China Rich Girlfriend, by Kevin Kwan

My rating: 4 of 5 stars

Surprisingly, buku kedua dari trilogi Crazy Rich Asians ini bisa membuat saya ketawa-ketiwi. Selain komen-komennya yang absurd, percakapannya yang kocak ala-ala orang kaya baru, dan selentingan-selentingan yang bikin senyam-senyum. Buku kedua ini nggak banyak ngeluarin nama baru, tapi ada pendatang baru yang sedang ingin naik daun di Hong Kong, yep, Kitty Pong, mantan artis (kurang terkenal) yang menikahi salah satu teman Nick, namun selalu terlihat sendiri kemana-mana. Orang-orang mulai berspekulasi tentang keberadaan suami Kitty. Nah, Kitty ini dulu pernah hampir menikah sama sepupu Nick, tapi segala cara dilakukan keluarga Young untuk menghalangi, dan berhasil! Alistair terbebas dari Kitty yang materialistis abis! Tapi keberadaannya meramaikan buku ini. Seru!
I don’t understand. How can a credit card ever be rejected? It’s not like it’s a kidney!” Colette laughed.
Dan di buku ini juga Nick menikah dengan Rachel. Yes, tadinya kirain bakal direcokin ama Eleanor, namun ternyata ibu mertuanya itu membawa berita tentang keluarga lain Rachel. What? Keluarga lain? Siapa mereka? Dan itu membawa Rachel ke Shanghai untuk bertemu dengan Carlton, Colette, dan orang yang paling ingin ditemuinya: ayahnya. Namun perjalanan ke Shanghai juga tidak semulus yang diharapkan Rachel. Selain bersyukur karena bisa bertemu dengan keluarganya, Rachel harus menghadapi bahaya karena penemuannya tersebut.

Selain masalah-masalah yang dihadapi Rachel dan Nick, pernikahan mereka yang terhitung baru, ternyata kuat menghadapi berbagai macam cobaan. Membuktikan bahwa pondasi hubungan mereka kuat, ditambah juga dengan background pendidikan mereka yang membuat mereka selalu berhasil berpikir jernih dan saling melengkapi.


Tetapi tidak demikian ternyata dengan Astrid dan Michael. Setelah Michael jadi kaya raya, ruapanya suaminya tersebut ingin membuktikan pada keluarga Astrid bahwa dia bukanlah teknisi komputer, atau elektronik yang rusak lagi. Dia adalah pemilik perusahaan yang besar! Michael mulai bertingkah. Mulai dari pakaiannya sendiri hingga pakaian Astrid pun dikomentari. Padahal kita semua tau bahwa Astrid itu fashion icon banget di buku ini. Hellow, Michael...?!
Michael, don’t you know by now that my grandmother and Uncle Alfred are the largest private shareholders of Singapore Press Holdings? We’re not going to be in the papers. We’re never going to be in the papers.
Astrid yang biasanya penurut dan menerima banget Michael apa adanya, di buku ini mulai berani melawan (dalam arti yang bagus, tentunya) dan membela haknya dan anak mereka. Saya suka saat Astrid bilang bahwa apapun yang dilakukan Michael, mereka nggak bakal menjadi skandal di koran. Euh! Belum tahu apa ya kalau keluarga mertuanya ini berkuasa banget? Leong gt loh!

Buku kedua ini lebih ringan, nggak banyak nama yang dicemplungin seperti di buku pertama, dan jalan ceritanya bikin penasaran habis, dengan kelakuan Michael, tingkahnya Colette, hubungan Carlton dan Rachel, juga Astri yang bertemu dengan mantannya (oowwww...!! siapakah dia?) buku China Rich Girlfriend lebih bisa membuat saya santai, dan menikmati tulisan pak Kwan dengan semestinya. Deskripsi kekayaan dan keglamoran yang seperti biasa saya skip sudah tidak terlalu mengganggu lagi, dan saya ingin mengetahui ending dari cerita mereka di buku ketiga.
People are messy. Life gets messy. Things are not always going to work out perfectly just because you want them to.
Yang belum baca, kuy lah! Mulai dari buku pertama dulu ya... bisa lihat reviewnya di SINI.
Post a Comment