Point of Retreat (Slammed #2), by Colleen Hoover
Rating: 3 of 5 stars
Agak
lama kelarnya. Kayaknya sedikit bosan.
Eh, bukan kayaknya ding, tapi memang bosan. Ceritanya masih tentang Lake dan
Will, tapi beda sama buku pertama, yang ini dataran rendah banget. Gak ada
gejolak gimana gitu.
Buku pertama diceritakan dari suara Lake. Buku kedua ini si Will yang cerita.
Awal2nya agak jetlag, masih keder gitu karena yg cerita Will. Tapi lama2 biasa
juga. *maap anaknya lola*
Waktu baca yang pertama, saya excited banget baca apa yang akan dilakukan
mereka berdua. Bahkan berantemnya juga terkesan cute. Tapi yang kedua ini,
hmmm... gimana ya?
Apa yang dilakukan Will saat mereka berantemnya masih normal sih untuk itungan
anak mahasiswa, bahkan Will yang sudah sejak umur 19 tahun ngasuh adiknya
sendirian, sudah termasuk dewasa. Cuma gimana ya ceritainnya? Di sini gak
kerasa banget emosinya.
Isinya melulu tentang roman-romanan mereka, tentang cemburu yang sebenernya gak
perlu segitunya juga, dan saat terjadi hal yang mengerikan itu pun gak berasa
putus asanya Will. Kayaknya saya baca dengan emosi yang salah.
Memang beberapa kali taro-ambil sih ni buku, mungkin saya sudah melewatkan
momen klimaksnya. Jadi tinggal bosannya aja. Anyway, untuk ukuran mbak Colleen
yang biasanya bukunya cetar membahana, yang ini memang sedikit mengecewakan.
Hiks...
Showing posts with label Slammed. Show all posts
Showing posts with label Slammed. Show all posts
Tuesday, April 23, 2019
Monday, April 08, 2019
Slammed (Slammed #1) -- Colleen Hoover
Slammed (Slammed #1), by Colleen Hoover
Rating: 4 of 5 stars
Lagi-lagi bikin baper! Mbak Colleen emang paling pinter deh bikin saya baper sama karakter cowoknya :D Dan satu lagi, dia ini paling bisa bikin cerita yang awalnya indah, di tengah-tengah dikasih bom, hancur lebur, bikin sedih dan gak bisa menduga endingnya gimana, namun di akhir cerita, semua sesuai dengan keinginan saya :D
Saya juga coba mendengarkan lagu The Avett Brothers, secara buku ini sepertinya mengacu ke lagu-lagu dari band itu. Tapi sayangnya gak nemu 'klik'nya. Mungkin karena saya dengerinnya sayup-sayup ya? Harusnya music dan lirik puitis memang didengarnya Dengan volume kencang, supaya tahu liriknya tentang apa. Mungkin akan saya coba lagi kapan-kapan.
Ini sebenarnya karakternya usia young adult ya, remaja menuju dewasa, usia 18-an dan awal 20-an. Jadi cucok lah dibaca sama pembaca usia itu. Tapi ya tau lah, buku 'bule' sama buku local kan beda. Kalo local jarang lah adegan kissing buat buku remaja, tapi nggak gitu dengan orang bule, di mana umur 18 sudah dianggap dewasa, dan banyak dari mereka malah menanti2 umur 18 tahun biar bias keluar dari rumah ortu dan mandiri. Di sini? No komen :D
Ah, mau lanjut buku 2 nya. Siapa tahu lebih baper ;)
Rating: 4 of 5 stars
Lagi-lagi bikin baper! Mbak Colleen emang paling pinter deh bikin saya baper sama karakter cowoknya :D Dan satu lagi, dia ini paling bisa bikin cerita yang awalnya indah, di tengah-tengah dikasih bom, hancur lebur, bikin sedih dan gak bisa menduga endingnya gimana, namun di akhir cerita, semua sesuai dengan keinginan saya :D
Saya juga coba mendengarkan lagu The Avett Brothers, secara buku ini sepertinya mengacu ke lagu-lagu dari band itu. Tapi sayangnya gak nemu 'klik'nya. Mungkin karena saya dengerinnya sayup-sayup ya? Harusnya music dan lirik puitis memang didengarnya Dengan volume kencang, supaya tahu liriknya tentang apa. Mungkin akan saya coba lagi kapan-kapan.
Ini sebenarnya karakternya usia young adult ya, remaja menuju dewasa, usia 18-an dan awal 20-an. Jadi cucok lah dibaca sama pembaca usia itu. Tapi ya tau lah, buku 'bule' sama buku local kan beda. Kalo local jarang lah adegan kissing buat buku remaja, tapi nggak gitu dengan orang bule, di mana umur 18 sudah dianggap dewasa, dan banyak dari mereka malah menanti2 umur 18 tahun biar bias keluar dari rumah ortu dan mandiri. Di sini? No komen :D
Ah, mau lanjut buku 2 nya. Siapa tahu lebih baper ;)
Subscribe to:
Comments (Atom)

