Showing posts with label minat baca. Show all posts
Showing posts with label minat baca. Show all posts
Tuesday, May 17, 2016
Hari Buku Nasional
Semua pasti tahu kapan World Book Day. Berikut info dari Mas Wiki:
World Book Day[1] or World Book and Copyright Day (also known as International Day of the Book or World Book Days) is a yearly event on April 23rd, organized by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), to promote reading, publishing and copyright. In the United Kingdom, the day is recognized on the first Thursday in March. World Book Day was celebrated for the first time on 23 April 1995.
(sumber: Wikipedia)
Nah, di hari itu, banyak perpustakaan, toko buku, dan penggemar bacaan mengadakan (dan mengikuti) kegiatan yang berhubungan dengan buku. Seperti misalnya komunitas Goodreads Indonesia, sering mengadakan kegiatan seperti baca bareng di taman-taman, mengunjungi perpustakaan di sekitar kotanya, pameran foto kepergok baca, diskusi komunitas baca (yang banyak banget) juga tentunya bedah buku. Tak ketinggalan acara book swap, atau book war, dimana pesertanya membawa buku untuk ditukarkan dengan buku yang lain.
Hari ini, tanggal 17 Mei ternyata dirayakan sebagai Hari Buku Nasional. Yes, Indonesia juga punya loh acara khusus buku. Tapi kenapa tanggal 17 Mei? Kenapa nggak 31 Agustus misalnya, kan barengan sama ultah saya :p Jadi, ternyata tanggal itu diambil dari momentum peresmian Perpustakaan Nasional 35 tahun silan, tepatnya di tahun 1980 oleh Menteri Pendidikan Nasional RI saat itu, Adbul Malik Fajar. (sumber: Global Mandiri)
Banyak memang yang nggak tahu tentang ini ya, soalnya kurang digembar-gemborkan sih, apalagi ditambah dengan munculnya ide untuk memberangus buku-buku topik tertentu belakangan ini, membuat perayaan Hari Buku Nasional menjadi hambar. **sedih** Memang belakangan ini sedang heboh bangkitnya Partai Komunis Indonesia. Beberapa orang bahkan menemukan anak-anak muda mengenakan atribut PKI (kaos bergambar palu arit). Pemerintah tentu resah.
Perpustakaan Nasional yang menjadi tempat akhir penyimpanan buku-buku yang terbit di seluruh Indonesia, memutuskan untuk memusnahkan buku-buku beraliran kiri tersebut (sumber: Tempo) Saya paham dan sangat mengerti, bahwa buku beraliran kiri memang bisa menyesatkan. Di PerNas sendiri sudah menyimpan banyak buku-buku aliran kiri yang terbitan lama. Namun, seperti yang dikatakan oleh ketua Perpustakaan Nasional, Dedi Junaedi, Perpustakaan Nasional tidak mengoleksi buku aliran kiri yang terbitan baru. Ih, kenapaaaa? Kan apapun jenis terbitannya, Perpustakaan Nasional adalah penyimpan semua informasi?
Anyway, napa jadi ngomongin PKI dan sebab akibatnya? Kita kan lagi bahas Hari Buku Nasional ya? Nah, untuk memberi semangat merayakan hari yang penting ini, toko buku Gramedia memberikan diskon pembelian 20% di tanggal 17 Mei.
Tidak hanya Gramedia, toko buku online atau penerbit buku indie juga ada yang memberikan diskon seperti Pustaka Abadi yang memberikan diskon khusus pelajar/mahasiswa dengan menunjukkan KTM / Kartu pelajar.
Trus, di Hari Buku Nasional ini juga, PT. KAI bekerja sama dengan salah satu penerbit dan toko buku terkenal memberikan buku gratis bagi pengguna KRL yang memiliki tiket berlangganan Kartu Multi Trip (KMT) (sumber: Republika) Dih, ngirinya akuuu...! So, tunggu apa lagi? Rayakan Hari Buku Nasional dengan gayamu. Naik turun kereta biar dapet buku gratis, atau baca buku seharian juga boleh. Yang penting, jangan sampai nggak baca buku ya ;)
Monday, January 26, 2015
Lakon Librarian: Reading level vs Reading interest
Semua pasti setuju bahwa buku adalah jendela dunia. Bekerja di dunia buku, membuat saya sedikit banyak mengerti apa jenis bacaan yang disuka anak-anak, terutama pengunjung perpustakaan di mana saya bekerja. Mulai dari siswa kelas 1 yang sudah mencari-cari buku chapter padahal kemampuan baca mereka masih cocok membaca buku bergambar, lalu siswa kelas 6 yang justru ingin meminjam buku bergambar yang diperuntukkan bagi siswa kelas 1.Setiap hari siswa yang datang akan menanyakan buku yang baru, buku yang bagus, atau buku tentang subyek tertentu. Sayangnya, perpustakaan ini bukan perpustakaan yang sering update koleksi, sehingga sering siswa kecewa saat mencari buku yang ingin mereka baca, namun tidak tersedia. Sedih? Pasti!
Sebagai seorang pustakawan, pastinya saya ingin selalu memberikan bacaan yang terbaik bagi pengunjung. Tidak hanya bacaan untuk pelajaran, melainkan juga bacaan untuk waktu senggang mereka, atau buku cerita. Nah, di sinilah saya berbenturan dengan peraturan yang dibuat sekolah.
![]() |
| Add caption |
Sementara saya, sebagai pustakawan, membebaskan siswa meminjam buku yang mereka inginkan. Terlepas dari buku itu ada di atas reading level mereka atau tidak, saya lebih memperhatikan reading interest mereka, alias minat baca. Karena menurut saya, minat baca anak-anak Indonesia ini sangat rendah, cenderung mengenaskan. Apalagi tidak ditunjang dengan ketersediaan buku-buku yang menarik bagi mereka. Maka tak heran jika saya sering membiarkan mereka meminjam buku yang lebih menantang kemampuan membaca mereka. As long as mereka memperhatikan 'The 5 Finger Rules.'
Memperhatikan kecenderungan anak-anak yang meminjam buku di luar reading level mereka (reading level ditentukan dari test yang diadakan sekolah) saya paham sekali, karena membaca buku kan untuk rekreasi juga, kan? Ya kan? Kita saja orang dewasa suka memilih buku remaja untuk bacaan santai, kaaann? Kenapa anak-anak ini harus dibatasi?Keinginan membaca yang dibatasi, dikhawatirkan akan membuat minat mereka menurun. Jadi kenapa harus dibatasi? Biarkan saja mereka membaca apa yang mereka suka. Yang penting, selalu dikontrol buku yang mereka baca, jangan ada yang mengandung adegan yang tidak pas untuk usia mereka. Di sinilah pentingnya peranan orang tua.
So, membaca buku itu jangan hanya dibatasi pada level kemampuan baca saja, berikan anak tantangan dengan membiarkannya mencoba membaca buku yang menjadi minat mereka.
Subscribe to:
Comments (Atom)


