Friday, August 29, 2008

To kill a mockingbird - Harper Lee

To Kill a Mockingbird To Kill a Mockingbird by Harper Lee


My review

rating: 4 of 5 stars

Buku yang bagus, sayang untuk dilewatkan *kenapa dr dulu gak tergerak untuk baca ya?*

Anyway, buku ini bercerita tentang kehidupan disebuah kota kecil, diceritakan dari sudut pandang anak-anak, berfokus pada keseharian Scout, seorang gadis tomboy dan kakaknya Jem. Mereka memiliki seorang ayah yang mendidik mereka sendirian setelah ibu mereka meninggal, dibantu seorang wanita Afro-Amerika bernama Calpurnia.

Atticus, ayah mereka, dan Cal mendidik mereka untuk bisa menjadi anak yang sopan dan baik dengan cara mereka masing-masing yang unik. Cal meskipun hanya seorang asisten, tapi berani tegas melarang dan meluruskan Jem dan Scout jika mereka berbuat salah. Hal yang jarang ditemui dari pembantu jaman sekarang ya?

Alur ceritanya cenderung lambat, tapi buat saya tidak membosankan, karena tiap saat ada kejadian yang mengejutkan, aneh, juga lucu. Banyak hal yang mereka pelajari, termasuk saat mereka harus menyaksikan ketidakadilan dalam penyelesaian kasus Tom Robinson, yang dituduh memperkosa gadis berkulit putih.

Begitulah kehidupan di saat Great Depression melanda. Semua orang masih berprasangka terhadap orang berkulit gelap, orang kulit putih menganggap diri paling hebat, dan seterusnya.

Tapi, kalo dipikir nih, jaman sekarang juga banyak kok yang masih berprasangka jelek terhadap orang lain, ya gak? Gak perlu mengacu ke jaman Hitler, or jamannya Atticus, sekarang juga banyak orang yang mencurigai orang lain yg punya pendapat beda, atau penampilan beda.

Padahal beda itu kan keren! Kalo semua orang sama, kan gak asik banget gitu loh. Be different and proud of it dong.. itu baru cool! ;)

View all my reviews.

Tuesday, August 26, 2008

How Underwear Got Under There - Kathy Shaskan

How Underwear Got Under There: A Brief History: A Brief History How Underwear Got Under There: A Brief History: A Brief History by Kathy Shaskan


My review

rating: 3 of 5 stars

Selama ini kalo ngebahas fashion kita cuma bahas baju luar kita, celana panjang, rok, blouse, kemeja, dan lain-lainnya. Tapi justru hal yang paling penting dan paling dekat dengan kita nggak pernah dibahas. Yaitu: underwear. Untuk itulah buku ini dibuat oleh sang penulis.

Yep, gak salah, buku ini emang ngebahas underwear. Sejarah fashion khusus untuk undies. Tentang gimana orang di jaman purba menemukan cara untuk menutupi auratnya, dan gimana seiring berjalannya waktu undies mengalami perubahan. Dari yang dulu cuma dipakai di dalam, sekarang orang kemana-mana make undies doang.. *pheww*

Dan tahukah anda, apa persamaan antara Genghis Khan, King Tut, Presiden-Presiden, Menteri, dan tukang becak? Yup! Gak salah, mereka sama-sama pake underwear.

So, apalagi sih yang harus disombongin? Wong sama-sama masih perlu undies kok. Undies aja yang penting gak ngerasa sok penting :P

View all my reviews.

Monday, August 25, 2008

Disgusting Jobs - Connie Colwell Miller

Disgusting Jobs (That's Disgusting!) Disgusting Jobs by Connie Colwell Miller


My review

rating: 5 of 5 stars

Kalau anda berpikir pekerjaan kalian sucks, look at these jobs listed in this book.

Pekerjaan yang harus dilakukan orang dalam mencari nafkah sangat bervariasi, dari yang hebat sebagai manajer, supervisor, mandor bangunan (masih terhitung hebat loh jadi mandor), dan jabatan kantoran lainnya.

Tapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan berpikir bahwa pekerjaan nggak cuma di kantor. Buku ini membuka mata kita terhadap pekerjaan² lain yang selalu dipandang sebelah mata, atau mungkin dianggap gak ada saking menjijikkannya.

Saya sebutkan nih yaa... petugas lab yang ngurusin urin (jijay gaj siih), trus petugas di penampungan hewan yg kudu bersihin kandang hewan (gross!), mbak-mbak di salon yang tugasnya pedi-meni (bayangin kalo kaki yang mau dirawat bau jempol, aih maak), tukang sedot tinja (euww!), and many more yang kalau disebutin semua bisa bikin saya gak nafsu makan.

So, kalau anda pikir pekerjaan yang anda lakonin sekarang menyebalkan, membosankan, dan sebagainya, think again! Ada yang lebih buruk dan lebih parah kok dari kita.

Kenapa saya kasih bintang lima? Karena buku ini membuat saya menyadari bahwa kita harus bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Mereka ini harus melakukan pekerjaan yang kita anggap menjijikkan demi mencari uang buat kebutuhan hidup mereka. Dan kita masih diberi pekerjaan yang enak, masih bisa online dan baca buku di waktu selang kita.

So, be grateful and love your job! ;)

View all my reviews.

Sunday, August 24, 2008

The Plain Janes - Cecil Castellucci

The Plain Janes The Plain Janes by Cecil Castellucci

My review

rating: 2 of 5 stars
Di suatu hari yang terlihat biasa-biasa saja, sebuah bom meledak dekat Jane, dan mengenai seorang pria. Jane, meskipun terkejut, membawa pria tersebut ke rumah sakit. Dan sejak itu dia tak pernah berhenti mengunjunginya. Pria yang tak dikenalnya itu menjadi tempat curhatnya.

Ketika keluarganya memutuskan untuk pindah ke pinggiran kota, Jane merasa hidupnya berakhir. Tak ada lagi teman-temannya, hangout bareng. Semua berubah.

Tapi ketika di sekolah barunya dia menemukan meja yang berisi 'reject people', Jane merasa menemukan gank nya. Di meja itu duduk 3 orang gadis yang bernama Jane, Jayne dan PollyJane. Empat gadis bernama Jane. Apakah itu sebuah kebetulan, or takdir?

Mereka membentuk club rahasia yang disebut P.L.A.I.N. - People Loving Art In Neighborhoods. Berusaha menunjukkan ke semua orang bahwa keindahan ada dimana-mana, bahkan di sebuah hydrant. Namun P.L.A.I.N. attack malah membuat pihak kepolisian gusar, dan mereka bertekad ingin menciduk siapa pun dalang dibalik semua ini.

View all my reviews.

Thursday, August 21, 2008

Beanball - Gene Fehler

Beanball Beanball by Gene Fehler

My review

rating: 3 of 5 stars
Cerita tentang baseball seputar kecelakaan yang dialami atlet baseball berbakat, Luke 'Wizard' Wallace, sewaktu bertanding melawan sekolah lain. Luke terkena bola diwajahnya dan menyebabkan dia harus kehilangan penglihatan di mata kirinya.

Kejadian ini membuat trauma si pelempar bola dan Luke sendiri merasa down karena dia sangat mencintai olah raga Baseball.

Cukup menarik, mengingat saya sebenernya bukan penggemar olah raga yang satu ini. Tapi cara bertutur penulisnya yang menggunakan point of view dari banyak karakter membuat buku ini sulit dilepas dari genggaman dan bikin penasaran membaca kisah selanjutnya.

Seru!

View all my reviews.

Tuesday, August 19, 2008

Blue fingers: a Ninja's Tale - Cheryl Aylward Whitesel

Blue Fingers: A Ninja's Tale Blue Fingers: A Ninja's Tale by Cheryl Aylward Whitesel

My review

rating: 3 of 5 stars
Koji sangat tidak beruntung. Dia anak kembar dan di jaman feodal Jepang saat itu anak kembar dianggap pembawa sial. Koji dan Taro, meskipun identik, namun mereka sangat berbeda. Taro dengan mudah melakukan apa yang dilakukan Koji dengan lebih baik.

Suatu hari Koji diperintahkan ayahnya untuk pergi, karena mereka tak ingin ketahuan memiliki anak kembar. Koji disuruh pergi ke gunung. Tapi Koji menolak. Namun karena paksaan ayahnya, akhirnya Koji pergi juga.

Di hutan menuju gunung, Koji bertemu dengan ninja, dan akhirnya dia menjadi tawanan disana. Hanya saja, sebagai tawanan Koji diwajibkan belajar menjadi Ninja.

Dengan malas-malasan Koji belajar menjadi ninja, karena dia ingin pulang ke rumahnya. Namun ketika kampungnya dibakar oleh Samurai, Koji tak punya pilihan lain kecuali menjadi ninja dan membalaskan dendamnya.

View all my reviews.

Monday, August 18, 2008

The mother-daughter book club - Heather Vogel Frederick

The Mother-Daughter Book Club The Mother-Daughter Book Club by Heather Vogel Frederick


My review

rating: 4 of 5 stars
Empat remaja dengan hobby dan cita-cita yang berbeda bertemu dalam club buku yang diprakarsai oleh ibu-ibu mereka. Megan lebih suka pergi ke mal bersama teman-teman populernya. Cassidy lebih memilih berlatih hockey. Emma tak punya pilihan kecuali menurut kata ibunya yg pustakawan (gw banget!), dan Jess (satu-satunya yang datang tanpa ibu) yang ditinggal pergi ibunya ke New York untuk mengejar karir sebagai artis opera sabun.

Buku yang dipilihkan untuk mereka baca bersama adalah Little Woman, karya Louisa May Alcott.

Keempat remaja tersebut awalnya merasa marah dan menolak bergabung dalam club buku ini. Tapi dengan pendekatan dari para ibu (plus sedikit pemaksaan), lama kelamaan mereka enjoy dan sedikit demi sedikit tokoh dalam buku tersebut membantu merubah karakter mereka.

Dibumbui kisah remaja dengan cinta monyet dan permusuhan antara grup populer, keempat gadis dan ibu-ibu mereka pun belajar banyak dari 'Little Woman' dalam pencarian jati diri, cita-cita dan mereka pun menemukan arti persahabatan yang sesungguhnya.

Berlatar belakang di Concord, Massachusetts, yang adalah kampung halaman Louisa May Alcott, plus fakta-fakta mengenai sang penulis, menambah manis cerita ini.

A very good book. Makes me want to make my own mother-daughter book club ;)

View all my reviews.

Wednesday, August 13, 2008

The lacemaker and the princess - Kimberly Brubaker Bradley

The Lacemaker and the Princess rating: 4 of 5 stars

Buku yang bagus banget. Dengan latar belakang sejarah Prancis menjelang revolusi, buku ini bercerita tentang persahabatan yang terjadi antara putri pertama raja Prancis, Marie Therese, dengan Isabella, seorang anak pembuat renda.

Semua dimulai ketika nenek Bella menyuruhnya mengantar renda ke Ratu Marie Antoinette, dan dia tersandung. Lalu Ratu sendiri yang membantunya berdiri dan mengajaknya masuk ke dalam istana Versailles. Bella pun dijadikan teman untuk Therese, anaknya yang masih seumur Bella.

Kehidupan Bella yang miskin berubah menjadi seperti di dunia impian. Dia datang setiap hari ke istana, berpakaian yang sama dengan Therese, dan belajar naik pony bersama-sama. Semua terlihat sempurna. Bella menjalani kehidupan ganda yang hampir membuatnya lupa akan status dirinya sendiri, jika saja kakaknya tak mengingatkannya untuk melihat keluar istana, melihat orang-orang yang kelaparan, sementara di istana makanan berlimpah ruah dan ratu yang tiap hari membeli gaun baru.

Lambat laun masyarakat mulai tak sabar Tak ingin lagi kelaparan, mereka menuntut revolusi, mereka menuntut Raja 'lengser' dari tahta. Perut lapar membuat orang bisa melakukan apapun. What happened to Bella? Baca yaa.. ;)

Novel yang indah dengan latar sejarah Prancis. I really liked it!

Monday, August 11, 2008

No flying in the house - Betty Brock

No Flying in the House No Flying in the House by Betty Brock

My review

rating: 3 of 5 stars
Setiap anak kecil bermimpi menjadi peri, Annabel tak pernah menyangka kalau dia ternyata anak seorang peri. Gloria, anjing kecil yang menjaganya sejak Annabel masih kecil, tak pernah menceritakan masa lalunya. Yang Annabel tahu, orang tuanya akan kembali, entah kapan.

Annable menjalani harinya sebagai anak kecil normal lainnya, dia sekolah, bermain dengan temannya, dan lain sebagainya. Hingga suatu saat datanglah seekor kucing berwarna emas yang memberitahu rahasia Annabel dan mengajarinya terbang.

Annabel bisa terbang! Tapi untuk menjadi peri Annabel harus membayar mahal. Dia harus memilih antara menjadi peri dan memiliki kedua orang tuanya kembali.

Untuk seorang anak kecil, Annabel termasuk cerdas dan berani. A simple story about fairy, and I like it.

View all my reviews.