Wednesday, September 24, 2008

The Catcher in the Rye - J.D. Salinger

The Catcher in the Rye The Catcher in the Rye by J.D. Salinger

My review

rating: 3 of 5 stars

Seperti yang disebutkan si dukun Erie, bahwa buku ini banyak dibaca penjahat, ternyata memang buku ini pernah dibaca oleh Mark Chapman, pembunuh John Lennon. Bahkan si Chapman sempat meminta tanda tangan Lennon di pagi hari sebelum dia membunuhnya! Giling.. ni orang emang dah sakit jiwa, bukan karena buku ini. Buku ini juga masuk dalam Banned books list dari American Library Association.

Holden Caulfield, seorang remaja yang sedang mencari jati diri, di 'depak' lagi dari sekolahnya. Sambil menunggu hari kepulangannya ke rumah, dia memutuskan untuk pergi ke New York dalam rangka jalan-jalan dan berlibur sejenak.

Diceritakan dalam bentuk monolog, buku ini menggambarkan aktifitas Holden selama dia di New York dan bagaimana dia membenci orang-orang disekitar dia yang menurutnya penuh dengan kepalsuan.

Dalam buku ini juga bertebaran kata-kata kasar yang mungkin menjadi alasan kenapa buku ini dilarang beredar. Kata-kata seperti Helluva, Sonuvabitch, Goddam, even the F-word ada didalamnya. No wonder deh kalo di banned!

Cukup lelah saya akui, mengikuti perjalanan Holden yang sebenarnya hanya beberapa hari itu. Karena didalamnya terasa banget kalau si Holden ini seperti orang yang sakit mental. Tiba-tiba dia depresi, dan itu sering. Kadang juga dia menghamburkan uang nggak jelas dengan nraktir orang yang baru dikenal, padahal uang dia terbatas jumlahnya.

Asli, capek! *tarik napas dalem-dalem* Setelah selesai, I was like.. and then.. what?

Mungkin kalau ditinjau dari kaca mata sok pinter saya *pasang kaca mata* Buku ini mengajak kita untuk membuka mata dan melihat keadaan masyarakat kita yang penuh kepura-puraan. Orang yang didepan terlihat baik, dibelakang belum tentu, dan seterusnya. Tapi tentu saja itu bukan bidang saya, biarlah orang lain yang membahas sosiologi, psikologi, dan 'logi-logi' lainnya. Saya cukup menjadi pembaca saja. *buka kaca mata*

View all my reviews.

Tuesday, September 16, 2008

Artemis Fowl: The Graphic Novel - Eoin Colfer

Artemis Fowl: The Graphic Novel Artemis Fowl: The Graphic Novel by Eoin Colfer


My review

rating: 3 of 5 stars

Artemis Fowl the Second, anak dari seorang kriminal ternama, berusia 12 tahun. Seorang anak yang jenius dan bercita-cita mengembalikan kekayaan keluarganya lagi setelah ditinggal ayahnya yang hilang.

Artemis ingin memiliki emas yang dimiliki para fairy. Namun untuk mendapatkan emas tersebut bukan hal yang mudah. Artemis menculik seorang fairy dan meminta tebusan berupa emas. Namun Artemis salah culik, dia menculik seorang kapten polisi dan tentu saja membuat atasan sang kapten marah. Mereka membalas menyerang Artemis dengan menggunakan tekhnologi canggih, magic, bahkan sampai mengerahkan troll.

Ilustrasinya bagus, dengan kertas glossy dan warna yang dipilih agak kelam gitu, cukup menggambarkan cerita. Cuma, badan si Butler the bodyguard kenapa gak proporsional gitu yah? Well, namanya juga komik, memang bebas aja sih, apalagi ini ceritanya tentang magic dan fairies.
View all my reviews.

Thursday, September 04, 2008

Redwall, the graphic novel -- Brian Jacques

Redwall: The Graphic Novel (Redwall) Redwall: The Graphic Novel by Brian Jacques


My review

rating: 4 of 5 stars

Ceritanya keren. Tentang sebuah castle (Redwall Abbey) yang dihuni oleh mouse, dipimpin oleh Father Abbot. Trus kedamaian di castle tersebut terganggu dengan kedatangan rats yang dipimpin oleh Cluny The Scourge. Mereka ingin merebut castle tersebut.

Tersebutlah Martin the Warrior yang dulu pernah mengalahkan wildcat, namun dia terluka. Peninggalannya berupa pedang tersembunyi di suatu tempat, dan hanya pedang itu yang mampu mengalahkan Cluny, serta melindungi Redwall.

Maka Matthias, a young mouse, pergi berkelana mencari dimana pedang tersebut berada. Mulai dari terkurung dikerajaan burung gagak (Matthias menemukan sarung pedang tersebut disana), kemudian mencari burung hantu yang mengetahui letak pedang itu hingga bertempur dengan ular, petualangan Matthias cukup seru untuk diikuti.

Yang membuat saya akhirnya tertarik membaca adalah bentuknya yang graphic novel. Secara mo baca novelnya males banget bukan? Tiga buku dalam serial Redwall terangkum dalam 1 graphic novel ini.

By the way, di buku ini musuh mouse adalah rat. Padahal kalau kita pikir mereka sama, sama-sama tikus ya? Tapi ternyata rat itu derajatnya lebih rendah dibanding mouse, penampilannya juga lebih gak enak diliat. Mungkin kalo bahasa Indonesianya, rat itu sebutan untuk tikus got kali yah? (atau curut?) Sementara mouse untuk tikus-tikus yang suka 'dipiara' di rumah-rumah mungkin yah :D

View all my reviews.

Wednesday, September 03, 2008

Writing Magic - Gail Carson Levine

Writing Magic: Creating Stories that Fly Writing Magic: Creating Stories that Fly by Gail Carson Levine


My review

rating: 3 of 5 stars

Kalo mau belajar nulis fiksi yang oke, boleh juga nih baca buku ini. Dilengkapi dengan how-to dan step-by-step in writing plus beberapa tips, buku ini dirasa cukup manjur buat dijadiin resep belajar menulis. Dibuat oleh Gail Carson Levine, yang menulis buku 'Ella Enchanted' (I love that book AND the movie, too!)

Isinya sih gak semua baru, dalam arti ada beberapa yang semua penulis pasti udah tau, kayak misalnya jangan dengerin orang yang bilang ke kita bahwa kita gak bisa nulis, atau nulis terus jangan berenti dan jangan abaikan tulisan kita yang belom kelar meskipun ide lagi numpuk. Ada lagi, tulis semua yang kita dengar, kita rasakan, kita lihat, bahkan suara terkecil dan teraneh pun mesti di tulis.

Pada tiap penghabisan chapter disertai dengan latihan menulis yang membuat buku ini sebenernya bisa jadi pegangan buat yang bener-bener ingin belajar dari awal (dan yang ada waktu kali yah?)

Salah satu chapter yang menarik buat gw adalah chapter 17 yang berjudul: STUCK! Yep, itu yang dialami semua penulis. Trus tipsnya apa? "There is no such things as a perfect book or a perfect story. Every book in every library on this planet has something wrong with it... No matter how hard we writers try, we will never achieve perfection."

WOW! Kalimat itu bener-bener nyadarin gw, bahwa gak usah takut bikin kesalahan dalam tulisan. Just write it down! So, mulai sekarang gw janji akan memberikan kritik yang membangun daripada kritik pedas yang gak berguna untuk sebuah tulisan.

Disini dibahas juga sih soal kritik, katanya akan lebih baik kalau kita punya grup penulis, jadi bisa saling kasih masukan, kasih input (eh, sama yah?) pokoknya support yang membangun deh! (ada yang mau bikin writer's club? daftarrr dong!) Tapi, gak semua masukan bisa kita pake lho, kadang malah input² yang masuk gak berguna dan justru kita dapet ide lain. Itu jg fine-fine ajah ;)

So, It's writing time!

Have fun!

And don't forget to save what you wrote.


View all my reviews.

Biker Girl - Misako Rocks!

Biker Girl Biker Girl by Misako Rocks!


My review

rating: 2 of 5 stars

Tentang seorang gadis remaja bernama Aki, yang menemukan sebuah sepeda misterius saat membersihkan garasi rumahnya. Aki berubah menjadi semacam super hero gitu saat menyentuh sepeda.

Kakeknya kemudian menceritakan kejadian yang menimpa sepupunya Toru, yang dibunuh oleh gang sepeda. Maka Aki bersiap untuk mencari gang sepeda tersebut dan membalaskan kematian Toru.

Betapa terkejutnya Aki ketika mengetahui siapa ketua gang sepeda tersebut.

Ceritanya cepat dan terkesan tergesa-gesa. Tapi lumayan seru lah. Kirain tadinya mo cerita tentang Biker motor *gw banget gt loh* eehh ternyata sepedah. Itu mah mainannya Bike To Work people yak? :D

View all my reviews.

Tuesday, September 02, 2008

Disgusting Foods - Connie Colwell Miller

Disgusting Foods (That's Disgusting!) Disgusting Foods by Connie Colwell Miller


My review

rating: 3 of 5 stars

Di dalam buku ini, diceritakan (dan diilustrasikan) makanan-makanan yang bikin kita bilang 'euuww..!' tapi dimakan beneran lho sama orang-orang!

Contohnya nih:

Di beberapa negara, kucing itu dimakan lho (giling tega bgt ya!) tapi di Indonesia jg ada sih yang doyan anjing (so there). Trus kodok, itu mah biasa gue liat di resto-resto, mereka menyajikan kodok masak kecap. Trus ada lagi yang najong banget yaitu keong rebus atau disebut escargot (yucks!). Belom lagi caviar yang adalah telur ikan, biasanya dioles di roti atau kreker (gimana kalo telornya menetas didalem perut ya? Apa gak jadi aquarium perut kita?) *stupid question, I know*

Then you know what? di Amerika Selatan, belalang dan jangkrik tuh dipanggang trus dicemilin kek kacang! Sementara orang Colombia tuh gak doyan yang namanya popcorn, mereka lebih memilih ngemilin semut panggang! (giling) Belom lagi, orang di Colombia doyan tuh makan tarantula. Iyaaa tarantula yang makhluk berambut keluarganya spiderman itu, digoreng dikasih garem dan bawang putih, trus dimakan deh bareng mie. *gross oh gross!*

Orang di Korea, doyan banget lho makanin tentakel nya gurita. Yang hebohnya, chef biasanya motong tentakel saat guritanya masih idup, jadi pas dimakan tuh masih gerak-gerak gitu *EUUWWW!!! in capital letters!*

Trusss... di Mediterranean island of Sardinia, orang tuh ngebiarin lalat bertelur diatas keju. Setelah telurnya menetas, mereka ngolesin si keju beserta larva yang idup tersebut diatas roti, trus dimakan deh! Ya ampyuunnn!!! kalo dipikir jijay gak sih makan hewan idup?

Kita pikir orang-orang di atas gak ada kerjaan banget yah makanin makhluk hidup yang aneh-aneh itu. Tapiiii... sebenernya kita juga sama aja lho. Doyan gak makan yogurt? (I do!) Enak kan? (Yoiihh!) Banyak orang yang berpikir yogurt is GROSS! Secara, yogurt kan bakteri. Cara penyajiannya aja yang dikemas bagus. Apalagi kalo dingin, nyesss!! *woy, inget puasa!*

Tapi karena enak, gue maafin deh tu bakteri :D

View all my reviews.

Monday, September 01, 2008

In Search of Mockingbird - Loretta Ellsworth

In Search of Mockingbird In Search of Mockingbird by Loretta Ellsworth


My review

rating: 2 of 5 stars

Buku ini ditulis oleh penulisnya karena terinspirasi oleh TKAM nya Harper Lee. Sama seperti saya yang baca ini juga karena terinspirasi oleh TKAM. Dan kebetulan juga baru kelar baca TKAM, jadi yah rasanya pas aja kalo disambung dengan buku ini.

Buku ini bercerita tentang kehidupan seorang remaja berusia 16 tahun, bernama Erin. Dia hidup dengan ayah dan kedua kakak laki-lakinya. Ditinggal ibunya sejak bayi (sementara ayahnya enggan bercerita tentang ibunya sama sekali) membuat Erin ingin sekali mengenal sang ibu. Satu-satunya peninggalan ibunya yang dia punya adalah sebuah copy buku To Kill A Mockingbird karya Harper Lee. Buku itu menjadi temannya, dan sudah berkali-kali tamat dibacanya, terutama note disekitar halaman buku yg dibuat ibunya (Hmm.. saya aja perlu waktu sebulan untuk ngelarin buku itu).

Malam sebelum ulang tahunnya yang ke 16, ayahnya memberikan diary ibunya yg ditulis sang ibu ketika usia 16 tahun. Di dalam diary tersebut ibunya menuliskan bahwa ia mengirimkan surat ke Miss Harper Lee (sumpe, baru tau kalo Harper Lee itu ternyata wanita).

Mengikuti kata hati, Erin menguras tabungannya dan naik bis menuju Monroeville, Alabama, dengan tujuan ingin bertemu dengan Harper Lee, pengarang favorit alm. Ibunya. Resmilah Erin, di hari ulang tahunnya, kabur dari rumah.

Bukunya lumayan, banyak mengacu pada karakter Scout yang sering memberi inspirasi pada Erin dalam bertindak tanduk. Untunglah saya sudah membaca buku TKAM, kalo belum mungkin akan sedikit sulit memahami buku ini.

Satu percakapan yang berkesan buat saya adalah ketika Erin bertemu dengan seorang wanita diatas bis dan wanita itu berkata bahwa dia senang bisa bertemu dengan seorang penulis yang sangat termotivasi hingga dia rela pergi ke Alabama. Tapi Erin bilang, "I'm not really a writer. I like to write but I haven't been published". Wanita itu berkata, "Don't sell yourself short. Do you think Harper Lee was a writer before she published To Kill a Mockingbird?"

Hmm.. bener juga ya. Jadi termotivasi deh.

View all my reviews.