Showing posts with label perpustakaan sekolah. Show all posts
Showing posts with label perpustakaan sekolah. Show all posts

Wednesday, February 14, 2018

Lakon Librarian: Blind Date With a Book


Bulan Februari sudah tiba. Tahu kan apa itu artinya? Semua hal yang berhubungan dengan kasih sayang, cinta, dan romantisme akan banyak ditemukan di bulan ini. Dan sebagai pustakawan, haruslah mengikuti tren yang ada. Caranya? Buat kegiatan di perpustakaan. Meski kegiatan kecil, yang penting tetap berpartisipasi, kan?

Ayo dipili-dipili
Untuk bulan romantis ini, event yang saya buat di library adalah 'Blind Date With a Book.' Sounds promising, right? Saya nemu ide ini ya di Google, makanya rajin-rajinlah berseluncur mencari ide **Psstt.. jangan browsing tokped aja ya, meski itu juga penting untuk batin** :p

Idenya adalah: murid meminjam buku tanpa mengetahui judul yang akan dipinjamnya. Jadi saya membungkus buku-buku tersebut, menempelkan clue mengenai level bacaan, genre, note untuk siapa target pembacanya (boys atau girls) dan terakhir sedikit summary biar mereka gak blank-blank amat.

Boys read, too!
Jam-jam pertama, pengunjung masih sepi. Saya sempat deg-degan karena hingga waktu istirahat pertama baru satu anak yang meminjam. Tapi saya tetap optimis, kalau akan ada peminjam lain, apalagi di pagi hari saya sudah minta ke guru wali kelas untuk mengumumkan ke siswanya bahwa di perpustakaan ada kegiatan.

Lalu datanglah jam istirahat kedua. Siswa kelas 4-6 menyerbu dan habis dalam sekejap!

Persyaratannya sih tidak banyak, mereka hanya harus mengembalikan buku overdue mereka (kalau ada), dan boleh meminjam jika masih dalam batas jumlah peminjaman mereka (di sini mereka hanya boleh pinjam maksimal 2 buku saja - itu pun baliknya susaaaahhh, sering pada telaaattt, malah kadang hilang, hiks!)
Gak sabar, langsung buka!
Dan hari kasih sayang kemarin pun sukses! Saya cukup puas dan berterima kasih kepada para guru yang sudah mengumumkan, dan tentu saja kepada siswa yang selalu aktif berpartisipasi. Hmm.. sediain coklat supermen apa ya buat mereka? **eh tapi ntar batuk deh, gak jadi!**

KEESOKAN HARINYA... (which is hari ini) saya tanya ke beberapa dari mereka yang meminjam buku, apakah mereka suka atau tidak. Dan jawabannya: "I like the book!" *so happy!*


Thursday, November 30, 2017

Lakon Librarian: Quotation For Library Display

Kekurangan ide untuk menghias perpustakaan? Bosan dengan gambar-gambar yang makin lama makin tampak tidak menarik? Mungkin bisa mencoba ide ini.

Saya mendapatkan ide dari perpustakaan sekolah sebelah, mereka menghias jendela perpustakaan dengan quotation yang diprint dan dilaminating, kemudian ditempel menggunakan transparant tape. Saya pun langsung terjun!

Dr. Seuss

Cari-cari ide, ternyata untuk menjadikan quotation sebagai display itu banyak caranya. Ada yang dituliskan di jendela (ini buat yang tulisannya bagus dan kreatif, ATAU yang bisa minta tolong sama guru art di tempatnya bekerja) kalau saya terus terang, tidak punya keduanya: tulisan bagus maupun guru art yang bisa dimintai tolong. Jadi ya harus cari cara lain.

Cara lainnya adalah: mengetikkan quote tersebut di publisher, kemudian print, laminating, gunting-gunting, tempel. Beres! Bisa di jendela, bisa juga di tembok perpustakaan. Yang simple kan selalu yang the best ;)

Ada juga cara display quotation yang lain, yakni dicat di jendela. Nah, yang ini sih saya dapat di pinterest, tapi idenya bisa dikembangin banget ke mana-mana.

Dr. Seuss juga

Saya aplikasikan dengan cat acrylic.
Pertama, buat gambar rangka topinya dengan spidol.
Lalu digaris-garis dengan spidol juga.
Bubuhkan cat putih dan merah, menggunakan spons, dengan cara ditotol-totol.
Lalu tuliskan quotenya dengan menggunakan kuas dan cat hitam.
Terakhir, untuk sentuhan terakhir, garis-garis yang pakai spidol tadi, ditebalkan dengan kuas dan cat hitam.

Bagaimana? Mau coba?

Monday, August 14, 2017

Lakon Librarian: Library Display, part 9

Assalamu'alaikum,

Mari bicara tentang display lagi. Kali ini display yang akan saya buat lumayan besar, terdiri dari enam jendela, menggantikan display beberapa tahun yang lalu. Kalau penasaran seperti apa display sebelumnya, monggo lho dicek di LINK INI, tapi yang penasaran aja lho yaaa.. kalo nggak ya nggak usah :p

Oke, karena media menggambarnya cukup luaaas... jadi lah saya harus pandai-pandai memilih display. Jangan sampai terjadi lagi totol-totolan cat yang menumpuk di satu bagian, sehingga harus mengulang. Maka saya putuskan untuk meminimalisasi cat, dan memaksimalkan print-an. :D

So, ide awalnya (yang tentu saja saya dapatkan dari Pinterest) adalah ini:


Karena ide yang saya dapat adalah buletin board, rata-rata mereka pakai background dong ya? Namun media saya kan beda. Maka background saya biarkan kosong, karena kalau dicat semua, library akan gelap dan dari luar akan sangat tertutup. Padahal salah satu cara promosi adalah memperlihatkan betapa ramainya pengunjung di dalam, sehingga yang di luar ingin masuk juga, ya kan? Meski di sekolah saya mah, tidak perlu dipromo-promo, anak-anak akan selalu datang untuk pinjam buku, sebab pinjam buku adalah WAJIB di sini ;)

Anyway, kembali ke display, saya hanya akan mengecat batangnya saja. Eh, kalau saya bilang 'saya mengecat' itu artinya asisten saya ya yang ngerjain. Saya mah kasih ide dan supervisi saja, he-he. Dan begini tahap awal pengecatan batang pohon.


Lalu saya pun menyiapkan daun, bunga, burung gereja, burung hantu, dan tulisan dengan mengandalkan komputer dan print out (ini  benar saya yang bikin). Karena kalau menulis sendiri, sudah pasti jelek (secara tulisan saya terlalu doodling untuk dipahami :p) Dan setelah ditempel sana-sini dengan penuh semangat dan niat baik, maka jadilah display jendela luar library seperti ini:

Tampak Depan


Tampak Kiri

Tampak Kanan

Jika dilihat dari dekat --klik aja di gambarnya yes-- tulisan READ, bunga, dan burung dibentuk dari kertas bermotif. Niatnya sih pakai kertas kado, biar lucu yaaa, tapi karena harus segera tayang, saya akalin dengan print motif di kertas putih, lalu diprint lagi di atas kertas itu, font huruf R-E-A-D yang disetting outline saja. Yah, yang biasa pakai word tau laahh... Untuk tulisan 'Branch out...bla-bla-bla' saya pakai publisher - banner. Coba-coba saja sendiri, pasti bisa. Saya juga gitu ;)

Oke deh, semoga menginspirasi yaaa...!

Thursday, August 10, 2017

Lakon Librarian: Library Display, part 8

Assalamu'alaikum,

Tidak terasa ya sudah 3 bulan saja 'rumah' ini terbengkalai. Haduh, merasa sok paling sibuk sedunia nggak sih? :D Baiklah, mari kita tinggalkan jejak perjalanan kali ini dengan berbagi library display untuk tahun ajaran yang baru ini. Masih dengan ide dari pinterest, saya ambil beberapa contoh display untuk diaplikasikan di jendela perpustakaan saya. Bagi yang ingin melihat ide display di tahun lalu, yang mau aja lhooo, silahkan klik LINK INI. Karena tiap tahun harus ganti display, ya berarti harus rajin browsing ;)

Ide awalnya adalah gambar ini.



Lalu dicoba untuk diaplikasikan di jendela. dengan menggunakan cat acrylic dan hasilnya....



G-A-G-A-L

Kesel? Ya nggak juga sih, karena memang mengaplikasikan cat itu tidak mudah. Menggunakan spons yang ditotol-totol di kaca dapat menghasilkan warna yang diinginkan (atau tidak) tergantung bagaimana pengaplikasiannya. Untuk yang ini, karena minionsnya dicat juga, maka warna dasar biru di sekitar minionsnya jadi berkali-kali ditotol, sehingga hasilnya jadi belang-bentong. Kesimpulannya: HAPUS!

Ganti dengan ide lain, yakni gambar ini.



Tampaknya lebih mudah yaaa? Yap! Karena untuk cat hanya diaplikasikan sebagai background (biru) dan gambar buku (putih) Selebihnya, kupu-kupu buat sendiri (cetak-gunting-tempel) dengan kertas hvs warna-warni, tulisan quote print ajah di publisher, gunting-tempel. Gak pakai dilaminating karena saya rasa cukup kuat lah untuk satu tahun ajaran. Hasilnya...

Tampak Depan

Tampak Agak Jauhan

Not bad, huh? Saya puas dengan hasil yang ini dan dengan semangat saya terbangkan kupu-kupu hingga ke AC dan rencananya akan ditempel hingga ke langit-langit perpustakaan. Tapi nanti ajah... nunggu senggang ;)

So, gimana? So far, looks oke? Kalau mau coba, monggo lho. Modalnya hanya: cat acrylic, gunting, spons, selotape, kertas hvs, dan kemauan yang besar. Insya Allah jadi!

Happy displaying!

Thursday, January 14, 2016

Lakon Librarian: Movie Club

Assalamu'alaikum.

image1Sejak tahun ajaran lalu, saya berniat mengadakan kegiatan nonton film di library selama jam makan siang. Idenya sih setelin film pendek berdurasi maks. 15 menit untuk membuat siswa yang datang ke library setelah makan siang agak tenang. Karena biasanya sehabis makan energi mereka bertambah dan akibatnya di library nggak bisa diam meski sudah di sat-sut berjuta kali.

Awal tahun ajaran ini, saya masih belum nemu ide mau setel film apa. Karena film kan biasanya durasinya 2 jam-an, saya nggak mau harus memotong film untuk dilanjutkan keesokan harinya. Keknya basi aja gitu. Akhirnya di akhir semester 1 saya baru menemukan film apa yang akan saya tayangkan. Yaitu film dongeng animasi yang ceritanya diambil dari buku, berdurasi 13-15 menit. Cucok!

image2Berkat Youtube dan Keepvid saya berhasil menyimpan banyaaakk sekali dongeng animasi yang saya inginkan. Kalau mau tahu film apa, saya mengambil film dari Bedtime Story. Dan saya pun siap! Saya akan namakan Movie Club dan membatasi hanya untuk 20 penonton agar terkesan eksklusif. Tahu sendiri kan, anak-anak bangga kalau bisa menjadi bagian dari sesuatu yang eksklusif.

Saya buat poster untuk menarik perhatian anak-anak dan menempelnya di tembok luar library. Betul saja, baru juga dipasang sudah banyak peminatnya. Mereka ingin membeli tiket! He-he tenang, tiketnya gratis kok, tapi hanya bisa didapat pada hari pemutaran film sebelum snack time. Soalnya kalau dikasih jauh hari, dijamin hilang! Namanya juga bocah :D Dalam hitungan menit, tiket langsung ludes! Senang, tapi kasihan juga melihat kekecewaan yang ada di wajah anak-anak yang tidak kebagian tiket.

image5

Saya baru mengadakan seminggu satu kali di hari Rabu saja, di 15 menit terakhir jam makan siang anak kelas 1&2. Jadinya kalau ingin menonton film dari awal, segeralah menyelesaikan makan dan mengantri di pintu multimedia.

Tepat 11.15 siang, anak-anak yang sudah memegang tiket mengantri dan dengan tertib masuk ke dalam ruangan multimedia. Pssttt, ancemannya: kalau berisik mereka gak boleh nonton dan besok-besok nggak boleh ikut Movie Club. Jleb, kan? ;) Maka mereka pun duduk di bantal yang sudah saya susun rapi dan menonton film berdurasi hampir 13 menit itu tanpa suara. WOW! Ini rekor! Anak kelas 1 & 2 mana bisa diam, ya kan? He-he, ancaman yang ampuh!

Selesai mereka menonton film, mereka bertanya minggu depan masih bisa antri tiket lagi atau tidak? Lalu saya berpikir, kalau minggu depan saya setel film lain (which is itu yang sudah saya jadwalkan) dan anak-anak yang sekarang join Movie Club antre lagi dan nonton lagi, kasihan banget yang menghiba-hiba minta ikut nonton dan tidak kebagian tiket.

image3

Akhirnya saya diskusi dengan beberapa guru, dan memutuskan untuk memutar 1 film selama dua minggu, dan harinya ditambah jadi Selasa dan Rabu. Jadi seminggu ada 2x penayangan film yang sama. Dalam 4x penayangan selama 2 minggu semoga bisa mengakomodir anak-anak yang ingin menonton. Kalau diadakan 3x seminggu takutnya anak-anak kehilangan minat. Kan gak seru kalau Movie Club sepi.

Melihat antusiasme anak-anak (beberapa terlihat dadah-dadah ke temannya yang nggak bisa masuk dengan wajah sumringah) saya optimis program ini bisa dijalankan selama semester dua ini. Semangat!