Friday, April 24, 2009

Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World -- Fred Pearce

Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World by Fred Pearce


My review


rating: 4 of 5 stars
A really, really, really good book. Images of our changing world. Each pair of photographs or satellite images has been selected to tell a compelling story--of a melting glacier, an ever-rising cityscape, or a volcanic eruption.



A very cool book! Not much texts which makes it even cooler, and the pictures in this 288 pages of book are amazing! We can see the difference and the changing in our world between 5 years or 10 years, even in one century and present day. Sometimes the images are shocking, but always fascinating.



Pokoknya intinya bagooosss laahh :D


View all my reviews.

Wednesday, April 22, 2009

Haiku in English -- Harold Gould Henderson

Haiku in English Haiku in English by Harold Gould Henderson


My review

rating: 4 of 5 stars


Buat yang pingin tau apa itu Haiku, dan gimana sih cara bikinnya, boleh lah baca buku tipis ini.

Jadi Haiku itu adalah bentuk puisi yang dibikin oleh orang Jepang sejak abad-abad lampau. Tapi sekarang menulis Haiku sudah mulai dilirik oleh orang-orang Barat. Terhitung puluhan ribu orang Amerika sekarang menulis Haiku -- atau paling tidak mencoba untuk menulis Haiku.

Karena minat yang tinggi itulah The Japan Society menerima banyak permintaan informasi mengenai cara penulisan Haiku dalam bahasa Inggris. Secara nggak semua orang bisa kan nulis dalam huruf kanji?

Nah, ada aturan umum dalam penulisan Haiku.

1. Terdiri dari 17 suku kata bahasa Jepang (5-7-5)

2. Mengacu pada alam

3. Mengacu pada satu kejadian khusus (bukan generalisasi)

4. Kejadiannya saat ini, bukan di masa lampau


Begitulah kira-kira aturan umumnya. Sekarang kita bahas satu-satu aturan umum tersebut.


Aturan 1. Mengenai suku kata. Suku kata dalam bhs Jepang berbeda dengan bahasa Inggris (apalagi dalam bahasa Indonesia ya?) Jadi gak mesti strict ngikutin rules ini. Contoh:

Kore wa kore wa to bakari hana no Yoshinoyama



in English:

Oh...! that's all

upon the blossomed-covered

hills of Yoshino.


Disini bentuknya 6-7-5. Jadi sebenernya gak mesti 5-7-5. Memang idealnya begitu karena aturan dasarnya demikian, tapi ada bahayanya juga ngikutin aturan ini secara strict, karena bisa jadi Haiku yang kita bikin gak ada artinya hanya gara-gara mesti ngikutin 5-7-5 rule itu.


Aturan 2. Mengenai alam. Pengacuan ke alam ini tidak selalu langsung. Bisa juga ke musim. Contoh:

Ie wa mina tsue ni shiraga no haka mairi

in English:

A family -- all

leaning on staves and white-haired--

visiting the graves.

'Visiting the graves' disini mengacu pada pertengahan musim panas.

Tapi ada argumentasi kalo musim di Jepang kan beda dengan musim di Amerika. Jadi orang Amerika banyak menulis dengan gaya mereka sendiri. *ngeyel ya?* katanya penggunaan musim dan pengacuan pada alam itu gak praktis. Kalo di Indonesia, musimnya lebih banyak ya? Musim duren, musim mangga, gimana cara bikin Haiku nya?


Aturan 3 & 4. Mengenai satu kejadian dan terjadi saat ini. Meskipun universal, tapi rules 3&4 ini saling terkait. Tapi ada juga yang membuat rule 4 dalam bentuk lampau. Contoh nih bikinan orang Amrik:

That dead tree's branches

I, that clump of weeds, and all

Flowered that summer
.

Bentuknya masa lampau kan? Tapi perasaan terhadap puisi itu -emosinya- adalah sekarang. Intinya sih apa yang kita rasakan saat membuat puisi ini kali ye?

Anyway, membuat Haiku itu sulit-sulit gampang. Kalo sekilas kek lagi belajar jari pintar, tangan menghitung suku kata. Padahal kalo nulis puisi mah bebas aja ya? Gak mesti juga ngikutin aturan aa-bb or whatever. Tapi disinilah uniknya membuat Haiku. Kalo gak pake aturan, apa bedanya dengan berbalas pantun dong? ;)

Yuk coba bikin! Seru kok :D

View all my reviews.

Sunday, April 19, 2009

A great and terrible beauty (The Gemma Doyle trilogy, bk. 1) -- Libba Bray

A Great and Terrible Beauty (The Gemma Doyle Trilogy, Book 1) A Great and Terrible Beauty by Libba Bray

My review
rating: 2 of 5 stars

Kisah diawali dengan pertengkaran antara Gemma dan ibunya, dimana Gemma ingin sekali mengunjungi London, kota asal mereka yang tak pernah dilihatnya, sementara ibunya menentang habis-habisan dengan alasan yang tidak Gemma mengerti.

Ketika akhirnya Gemma berhasil pergi ke London, Gemma tak tahu apakah dia harus gembira atau sedih, karena ibunya (satu-satunya orang yang melarangnya) telah tewas dengan cara yang mengenaskan. Dan Gemma menyalahkan dirinya atas kejadian itu.

Di London, Gemma masuk ke sekolah asrama untuk mempelajari bagaimana menjadi seorang lady. Dan cerita yang gw kira bakal seru, ternyata malah banyak menceritakan kehidupan di sekolah tersebut. Gimana Gemma berjuang untuk bisa survive di sekolah baru, lingkungan baru (yang ternyata nggak terlalu sulit), gimana Gemma akhirnya menjadi bagian dari genk orang populer (dengan mudahnya), dan sentuhan kisah klasik: mengajak seorang anak buangan (murid beasiswa, yatim piatu) ke dalam lingkarang genk populer tersebut. Yep, she's the heroine.

Lalu kisahnya perlahan mulai digulirkan ke takdir Gemma yang adalah seorang penjaga kunci ke pintu 'dunia sana'. Gimana ya bilangnya? Di buku disebut the realm. Gw sebut aja 'dunia sana' ya? Dunia tersebut adalah tempat para spirit (roh) yang terperangkap.

Gemma dan tiga orang temannya masuk ke dalam dunia tersebut (again, dengan mudahnya) dan menemukan taman yang sangat indah. Di sana mereka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Dan tanpa sadar, lembar halaman buku pun mulai menipis, dan gw belum menemukan adegan pertarungan seru. Karena gw pikir, Gemma adalah kunci yang akan membuka pintu dunia tersebut. Harusnya dia sulit dong menjalani hidupnya dengan beban berat tersebut? Terlebih lagi ada dua kubu yang memperebutkannya.

Kubu pertama, adalah satu golongan yang tak menginginkan Gemma membuka pintu ke 'dunia lain' tersebut. Lalu kubu kedua, yang ingin mengambil kekuatan Gemma untuk dirinya. Semua hal tersebut harusnya sudah cukup bisa membuat kehidupan masa remaja seorang gadis menjadi berat, bukan? Tapi Gemma menanggapinya terlalu ringan. Memang ada ketakutan disana, juga kesedihan, tapi kurang terasa. Mungkin di buku kedua akan lebih berasa konfliknya? We'll see :)

Tapi over all, gw suka buku ini. Masih masuk kategori fantasi, dan nggak terlalu berat dengan istilah² yang bikin lidah keseleo dan kening berkerut². Ceritanya ringan dan cukup mengalir.

View all my reviews.

Friday, April 17, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Leli's review

rating: 4 of 5 stars
bookshelves: fiction_historical-fict, indonesian

status: Read in June, 2009



roller coaster emosi yg sempurna,
ga terlalu nungkik.. ga terlalu landai.. maniiiitts....bikin menangis n meringis

martian oh martian..

gud jobh, syl...

Wednesday, April 15, 2009

Honeymoon with my brother -- Franz Wisner

Honeymoon with My Brother Honeymoon with My Brother by Franz Wisner



My review

rating: 3 of 5 stars

Bacanya lumayan asik, cuma karena kepotong-potong jadi gregetnya keburu ilang *salah gw sendiri sih*

Anyway, ini kisah yang sebenernya kocak ya. Seorang pria ditinggal calon istrinya (yang mungkin stress selama pacaran ma pria ini, hahha!) dan memutuskan untuk melanjutkan rencana honeymoonnya bersama sang adik.

Niatnya sih dalam perjalanan dia ingin mengenal lebih dekat sang adik yang selama ini (mungkin) dia ignore. Gimana calon istrinya gak ngerasa diabaikan, wong adiknya sendiri aja gak diperhatiin. Wajarlah kalo Anne mikir seribu kali untuk menikahi pria ini, yang pikirannya cuma di kerja-kerja-dan kerja. Workaholic abis!

Anyway, dalam perjalanan banyak pengalaman yang mereka temui dan asik banget buat diikuti. Misalnya pengalaman memilih makanan di negara yang rata-rata baru mereka kunjungi. Kayaknya di Indonesia mereka ngunjungin daerah Bali and Lombok dan sekitar doang ya? Coba mereka ke Sumut, trus nyobain sate anjing, or ke Menado nyobain sop kucing. Hehehe seru tuh! Indonesia kan nggak cuma kaya ama bahasa dan budaya, tapi juga memiliki keanekaragaman menu makanan :D

Terakhir, makasih buat seorang aki-aki yang udah minjemin buku ini, semoga niatnya mengelilingi dunia bisa segera terkabul. Jangan lupa untuk bikin buku juga nyaingin buku ini ya.


View all my reviews.

Tuesday, April 14, 2009

Positive thinking -- Susan Quilliam

Positive Thinking (DK Essential Managers) Positive Thinking by Susan Quilliam


My review

rating: 4 of 5 stars

Buku psikologi populer, my favorite kind of book.

Selama ini kalo ada yang bermasalah trus curhat atau emosi, kita selalu memberi nasehat: "positif thinking aja deh." Tapi apa sih yang dimaksud positif thinking? Apa bener kita udah mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita? Nggak gampang lho berpositif thinking, secara kadang kita juga punya pembelaan: "gue juga kan manusia!"

Buku ini mencoba memberikan solusi dengan memberikan tehnik-tehnik bagaimana menjadi positif, bagaimana membangun optimisme, cara berkomunikasi yang efektif, bagaimana menjalani hidup dengan penuh percaya diri dan sesuai target kita, dan banyak hal lainnya.

Di dalam buku praktis ini diberikan contoh-contoh kasus dan bagaimana sebaiknya kita mengatasi satu masalah. Misalnya, seorang pria memecahkan vas bunga. Jika wanita bersikap menyalahkan dan menuduh pria tersebut ceroboh, maka otomatis pria tersebut akan defensif dan akhirnya hubungan mereka jadi terganggu. Tapi jika si wanita menghadapinya dengan kalem dan menganggap itu bukan masalah besar, si pria akan otomatis meminta maaf dan hubungan mereka akan tetap baik.

Tapi coba bayangin kalo anak kecil belajar nyuci piring, trus pecah, apa kira-kira yang reflek keluar dari mulut ibunya? "Aduuuhhh udah piring keberapa itu yang pecah? Kamu makan pake daon pisang aja besok!"

Trus diajarkan juga tehnik memuji diri sendiri kalo berhasil mengerjakan satu tugas dengan baik, dan kita dianjurkan untuk memberikan reward (misal beli buku, CD, bunga, makan enak, nonton bioskop) untuk diri sendiri. Bener juga ya? Siapa coba yang kepikiran seperti itu? Ada sih, tapi pasti jarang. Apalagi ibu-ibu, kalo mo nraktir beli baju buat diri sendiri pasti larinya ke baju anak-anak.

Lalu dianjurkan juga buat ibu-ibu yang super sibuk untuk menyediakan waktu buat diri sendiri. Buat nonton film kesukaan, baca buku, atau maskeran. Memang awalnya bakal feeling guilty karena merasa telah mengabaikan keluarga, tapi gak pa-pa nanti juga lewat. Dan ibu yang menghargai waktu buat dirinya sendiri akan lebih menghargai dirinya sendiri, percaya deh!

Trus apalagi ya? Buku ini dilengkapi gambar-gambar yang menarik, ada kuis tentang berapa positif sih kamu? Dan bukunya tipis jadi seperti pocket book gitu deh. Bisa dibawa-bawa buat baca di bis, or di angkot, di ojek juga boleh sih kalo mau.

View all my reviews.

Monday, April 13, 2009

Cooking the Indonesian way -- Kari Cornell and Merry Anwar

Cooking the Indonesian Way: Includes Low-Fat and Vegetarian Recipes (Easy Menu Ethnic Cookbooks) Cooking the Indonesian Way: Includes Low-Fat and Vegetarian Recipes by Kari A. Cornell



My review

rating: 3 of 5 stars

Dibaca pas masuk jam makan siang, dengan suara perut bertalu-talu dan cacing menari-nari didalam minta dikasih jatah makan. Suwer, tambah lapeerrr!

Ada satu resep nih yang gampang, mo coba ah! Bisa dibikin sambil merem lho saking gampangnya! Asal ada yang mendampingi masak tentu saja, kan gak lucu kalo kita yang nyemplung ke penggorengan..

Secara yang bikin org bule, mohon maaf terjemahannya asal-asalan, gak jamin jadi kue ya kalo baca terjemahannya doang *xixixi*

Potato Snowball Cookies / Kue Bola


5 large red potatoes, peeled (ubi kali yah? mosok kentang?)

2 tbsp. flour (2 sdm tepung)

2 eggs (2 telor, ngerti ini mah ya?)

½ tsp. salt (½ sdt garem)

½ tsp. vanilla extract (½ sdt vanili)

½ c. sugar (½ apa tuh? kira-kira aja deh ya gulanya?)

2 tbsp. milk (2 sdm susu cair kali yah?)

1 c. canola oil (minyak goreng lah gw rasa)

1 c. powdered sugar (gula bubuk)



1. Boil the potatoes for 20 minutes, or until they can be easily pirced with a fork. Drain. Use a potato masher or fork to mash the potatoes. Set aside and allow to cool completely. (Rebus ubi sampe empuk, trus dihaluskan, gitu lah kira-kira)

2. In a large mixing bowl, combine flour, eggs, salt, vanilla, sugar, and milk. Stir in the mashed potatoes. (Campur tepung, telor, garem, vanila, gula dan susu, trus campurin ke ubi halus tadi deh)

3. Shape mixture into 1-inch balls (bentuk bola-bola, ukuran terserah aja kali ah) and place on a clean plate (taro di piring bersih? emangnya kita biasa pake piring kotor? idih! gak perlu pake diperjelas gitu kali yee)

4. Heat oil in a wok or large skillet over high heat. The oil is hot enough when a pinch of the potato mixture quickly sizzles to a golden brown (panaskan minyak lah intinya). Use a slotted spoon to carefully lower a few of the potato balls at a time into the hot oil (naro bola ubi pake sendok biar tangannya nggak kecipratan minyak panas, gituu). Cook until golden brown, about 7 to 10 minutes (jangan sampe gosong lah).

5. Remove balls from oil and place on paper towels to cool. Springkle with powdered sugar before serving (taburi dengan gula bubuk sebelum disajikan)

Keknya enak ya? Gampang lagi, buat cemilan sore hari sambil nonton infotainment ditemani secangkir teh panas. Yummy!


View all my reviews.

Sunday, April 12, 2009

The Retired Kid -- Jon Agee

The Retired Kid The Retired Kid by Jon Agee


My review

rating: 3 of 5 stars


Ya ampuunn buku ini lucu banget sih! Idenya itu lho.. kreatip (pake P)


Ada seorang anak, namanya Brian. Tiap hari dia sekolah, belajar, latihan sepak bola, kursus biola, kursus vokal, ngajak anjingnya jalan-jalan, jagain adiknya, belum lagi harus makan sayur. Jadi anak kecil memang sulit!

Maka suatu hari Brian mengumumkan bahwa dia akan pensiun. Tadinya ayah dan ibunya mengira Brian hanya bosan, maka mereka membuat pesta perpisahan buatnya. Tapi ternyata Brian serius, dan dia pergi ke panti jompo, dimana orang-orang tua para pensiunan berkumpul.

Disana kehidupannya menyenangkan. Dia bertemu orang-orang yang menarik, main kartu, main golf, tidur siang yang panjang, mancing, nonton pertandingan, nonton bioskop, pokoke asik dah! Namanya juga panti jompo, kan kehidupan disana hanya santai menikmati masa pensiun.

Tapi setelah tiga minggu Brian stress! Ternyata jadi pensiunan itu harus mendengarkan keluhan orang jompo itu yang sakit kaki lah, liat foto keluarga ibu itu lah (diulang-ulang terus tiap hari ya bosen juga ya?), nonton film dokumenter lah (gak ada cartoon network ya?), belum lagi kelas merajut, dansa sama uyut-uyut, dan yang parah adalah ketika Brian ngedudukin gigi palsu milik Mr Ethel! Duuuhhh gak tahan rasanya!!!

Harvey (salah seorang pensiunan) berkata kalo masa pensiun bikin stress, kita harus memikirkan hari-hari yang indah yang pernah kita jalani. Maka Brian duduk di bawah pohon dan memikirkan masa-masa indahnya dulu: ketika dia nge-gol-in bola ke dalam gawang, ketika nilai matematikanya bagus, ketika mentas dipanggung, membuat adiknya tertawa, dan lain-lain.
Brian memutuskan untuk menyudahi masa pensiunnya dan kembali menjadi anak-anak. Dia berkata ke teman-temannya: "It's hard work being a kid, but guess what? I LOVE MY JOB!"

*nyengir* kalo dipikir iya yah? Jadi anak kecil tuh susah banget. Tiap hariii disuruh makan, disuruh belajar, disuruh mandi, disuruh ini-itu. Semuaaaa serba disuruh dan harus diturutin, kalo nggak...? Hati-hati kena omelan atau yang parah cubitan di paha *Huuhuuhuu*

Kasian juga.


View all my reviews.

Saturday, April 11, 2009

What the world eats -- Peter Menzel & Faith D. Aluisio

What the World Eats by Peter Menzel

My review

rating: 4 of 5 stars

25 keluarga di 21 negara menjabarkan apa yang mereka makan dalam kurun waktu seminggu.

Pernah dapet imel yang isinya foto keluarga dengan persediaan makanan mereka selama 1 minggu? Naahh buku ini menjelaskan foto-foto itu secara gamblang apa yang di makan oleh 25 keluarga di berbagai belahan negara, selama seminggu.

Perbedaan terlihat jelas dari keluarga di negara barat mereka lebih dominan makanan kaleng. Sementara di bagian timur rata-rata dalam supplies mereka ada tepung utk bikin roti.

Buku ini menarik karena dari foto dan keterangan yang ada sangat menggambarkan kehidupan di negara-negara lain yang selama ini kita tidak ketahui, seperti misalnya di Chad, anak-anak pun harus mengambil air yang jaraknya jauuuhh tenan. Sementara betapa beruntungnya anak-anak dalam keluarga Baitons, semua makanan yang disukai anak ada disana (coklat Mars, twirl, caprison).

Masing-masing keluarga juga berbagi resep keluarga. Jadi buat yang hobi masak bisa coba tuh masakan dari berbagai negara.

Interesting!


View all my reviews.

Friday, April 10, 2009

Temporary tattoos -- Erick Aveline

Temporary Tattoos Temporary Tattoos by Erick Aveline

My review

rating: 5 of 5 stars
Keren banget! Cara bikin tato temporer dengan alat-alat make up. Memang buat anak-anak sih. Buat ABG yang lagi doyan-doyannya mencoba hal baru (termasuk bikin tato) buku ini bakal disuka deh, pasti! *sotoy* Di kantor kalo acara UNDAY tiba, pasti dandanan pada aneh-aneh deh. Yakin, pasti buku ini bakal banyak dipinjem.

Di mulai dari pengenalan kosmetik yang digunakan, trus bahan tambahan kek kerang, bindi, hingga materialnya seperti pemotong kertas, cotton buds, alkohol, dll. Pokoknya aman deh buat digunakan siapapun. Namanya juga tato-tatoan.

Trus diajarin juga cara bikin cetakan buat nyetak tato, cara mendesign tato yang kita suka, disediakan juga design yang bisa kita cetak. Juga tempat yang pas buat naro tato-tato itu di tubuh kita (wajah, tangan, kaki, udel, jidat) sesuai dengan tema dan design.

Tema besar dari tato yang ada di buku ini terbagi 5: Nature (matahari, pulau, gelang bergambar daun); International (jewelry India, tato bernuansa suku pedalaman); Astro symbols (zodiak, unicorn); Calligraphy tulisan China, karakter huruf Jepang, Hieroglyph); dan Halloween laba-laba, tato bergambar nenek sihir, kelelawar).

Jadi, kalo pengen punya tato tapi takut gak bisa gonta-ganti karena permanen, atau sakit karena ditusuk-tusuk jarum, bikin aja yang temporary. Dijamin nggak pake sakit, dan gambarnya kalo bosen bisa ganti lagi :D


View all my reviews.

Sunday, April 05, 2009

Golden Compass (movie storybook) -- Kay Woodward

Movie Storybook (Golden Compass) Movie Storybook by Kay Woodward


My review

rating: 3 of 5 stars
Penasaran juga pengen baca kelanjutannya setelah mengikuti petualangan Lyra yang diceritakan dengan terburu-buru di buku berhalaman 48 lembar ini. Ya jelas lah, buku yang aslinya 399 halaman diringkas menjadi 48 halaman pasti terkesan buru-buru.

Ilustrasi yang diambil dari film dengan aktor dan artis pemerannya membuat asik baca buku ini. Gak pa-pa deh ceritanya singkat, sing penting kan dah tau lah inti ceritanya. Tinggal nyari filmnya deh di rental :D

Tapi suwer, jd agak penasaran baca lanjutannya: The subtle knife. Semoga cepet dibikin storybook 48 pages juga biar gak mesti baca yang 326 itu *ngarep*


View all my reviews.

Friday, April 03, 2009

Web of lies -- Anne E. Schraff

Web of Lies (Hi/Lo Passages - Mystery Novel) Web of Lies by Anne E. Schraff

My review

My rating: 2 of 5 stars

Ketika ibunya menjalin hubungan dengan seorang pria setelah ayahnya meninggal, Shane merasa cemburu. Namun bukan hanya kecemburuan itu yang membuatnya berbuat 'aneh' seperti mengorek masa lalu pria tersebut. Shane, sebagai anak laki-laki, merasa bertanggung jawab atas seluruh keluarganya. Dan pria bernama Bud tersebut tidak seperti pria lain. Bud terlihat palsu dan Shane bisa melihatnya. Pertanyaannya adalah, kenapa ibunya tidak bisa melihat hal tersebut?

Bud memang tampak manis di depan ibu dan saudara perempuannya, Kim. Tapi Shane melihat sesuatu yang tersembunyi dibalik kebaikannya. Semakin lama Shane semakin gerah dan tidak tahan untuk berdiam diri melihat ibunya makin terlihat lengket dengan Bud. Apalagi setelah Shane mendengar berita miring tentang Bud.

Shane menyelidiki masa lalu Bud, dan terbongkarlah yang selama ini Bud sembunyikan. Dia hanya menginginkan harta dari wanita yang dikencaninya. Berbagai cara Bud lakukan untuk mendekati wanita-wanita kaya tersebut, dan jika Bud sudah bosan, setelah menikah dan mendapatkan harta mereka, Bud tidak segan-segan membunuh wanita tersebut.

Shane harus menghentikan pernikahan ibunya dengan Bud. Tapi ketika Shane pulang ke rumah, mereka sudah on the way ke Vegas. Shane semakin giat mengumpulkan barang bukti untuk menjatuhkan Bud dengan harapan setelah ibunya tahu siapa sebenarnya pria yang dinikahinya itu, ibunya akan membatalkan pernikahan mereka.

Sepulangnya mereka dari Vegas, Shane mengkonfrontasi Bud dan ketika Bud mencoba bermanis lidah, polisi datang dan menangkapnya. Sekutu Bud di masa lalu, telah membongkar rahasianya ke polisi, dan pernikahan Bud dengan ibunya di-ba-tal-kan.

Cerita yang simple, tapi cerita misteri ini membuat penasaran ingin terus membalik halamannya dan gak mo berenti sebelum selesai.


View all my reviews.

Thursday, April 02, 2009

The summoning (Sisters of Isis #1) -- Lynne Ewing

The Summoning (Sisters of Isis #1) The Summoning by Lynne Ewing



My review


My rating: 2 of 5 stars

Sudi menjalani kehidupan sebagaimana gadis lain seusianya. Bertengkar dengan adik-adiknya, pacaran dengan seorang cowok, memiliki seorang sahabat tempat curhat, dan lain sebagainya. Sudi merasa dia menjalani kehidupan yang normal, hingga suatu hari dia mendapatkan sebuah undangan.

Sudi berasumsi undangan tersebut datang dari Scott, cowok yang sudah lama ditaksirnya. Tapi begitu dia mendatangi tempat janjian tersebut, ternyata seorang pria dan dua gadis seusianya yang menunggu. Siapa mereka?

Si cowok adalah Abdel. Seorang cowok yang aneh, mengaku dirinya seorang pendeta Mesir. Dua gadis lainnya adalah Dalila dan Meri. Abdel mengatakan pada mereka bertiga kalo mereka adalah utusan yang terpilih oleh Dewa Mesir, untuk memberantas kekejian Dewa Seth lewat kelompok pemujanya, yang ingin mendatangkan para demon ke bumi dan membuat bumi chaos lagi.

Sudi, Meri dan Dalila nggak percaya oleh apa yang disampaikan Abdel. Hello, siapa yang mau jadi pemberantas mummy gt loh! Dan mereka berusaha menjalani kehidupan normal seperti yg selama ini mereka jalani. Namun secara terpisah mereka iseng membaca mantra yang tertulis di gulungan papirus yang diberikan Abdel, dan Sudi berubah menjadi burung Bennu, burung yang ada di jaman Mesir kuno dulu. Sudi juga bisa membaca tulisan hieroglyphs dan tanpa mereka sadari, mereka sudah mulai berperang melawan demon yang dikirim oleh kelompok pemuja Dewa Seth.

Ini adalah buku pertama dalam seri Sisters of Isis. Diceritakan lewat Sudi's point of view. Buku kedua akan fokus ke Meri, dan buku ketiga ke Dalila. Kalo nggak salah buku keempat fokus ke Sudi lagi. Hampir mirip dengan serial Daughters of the Moon yang ditulis oleh penulis yang sama, tapi kok rasanya yang ini agak kurang seru.

Buku ini terkesan kurang 'nggigit dan ada beberapa kejanggalan yang kadang membuat gemes. Misalnya: ketika mereka sedang perang nih, sama anggota kelompok pemuja Seth, kok ya sempet-sempetnya diskusi dulu trus ngobrol sebentar sama mummy yang jatuh cinta sama Sudi, 'Wah kita tidak akan dibunuh! Ternyata love spell yang elo baca lebih ampuh!' Kek-kek gitu deh. Trus mereka juga terkesan nggak takut, padahal kan mereka belum pernah menghadapi demons. Suasana tempurnya juga kurang terasa.

Tapi bolehlah untuk young adult buku ini cukup asik. Buktinya banyak yang udah baca kasih bintang 4 dan 5. Maybe it's just my age :)


View all my reviews.