Sunday, January 25, 2009

Mail order ninja, vol.1 - Erich Owen

Mail Order Ninja Volume 1 (Mail Order Ninja (Graphic Novels)) Mail Order Ninja Volume 1 by Erich Owen



My review

rating: 3 of 5 stars

Timmy McAlister hanya seorang anak biasa yang tinggal di Indiana dimana hari berjalan normal dan biasa-biasa saja hingga suatu hari Timmy memesan Ninja di sebuah toko mainan. Ninja ini bukan ninja mainan, tapi ninja beneran!


Hari-hari Timmy tidak lagi sama. Dia tidak lagi diganggu oleh si bully, dan dia menjadi populer di sekolah. Tapi ada seorang gadis populer yang merasa dirinya tersaingi dengan kehadiran Jiro, ninja milik Timmy, dan dia berencana membalas dendam akibat kerusakan yang diakibatkan Jiro.


Felicity memesan ninja lain dari toko mainan itu, dan ternyata ninja yang dipesan adalah ninja dari klan putih, alias musuh bebuyutan Jiro.


Wakwaaww, keknya bakal seru ya? Bentar ya belum baca volume 2, ntar disambung ceritanya *nyari-nyari di box buku*


View all my reviews.

Monday, December 15, 2008

Cari aku di Canti - Wa Ode Wulan Ratna

Cari Aku di Canti Cari Aku di Canti by Wa Ode Wulan Ratna


My review
rating: 3 of 5 stars



"Telah kuhapus jejak-jejak cinta

pada pasir sebab ombak

dalam hatiku lebih gemuruh

dari pada rindu"


Kata-kata yang tertulis di cover ternyata banyak menggambarkan isi kumpulan cerpen di buku ini. Awalnya saya sedikit kesulitan membaca buku dengan gaya bahasa sastra yang tinggi ini, membuat saya teringat kembali ketika mencoba (ingat ya, mencoba, bukan berarti sudah) membaca buku karangan Shakespeare. Dan hasilnya? Ya gitu deh.

Anyway, balik ke kumpulan cerpen ini. Kisah-kisah yang diangkat berkisar seputar kejadian yang jarang ditengok penulis, seperti misalnya penebangan liar, pembakaran hutan, pendidikan, juga dana untuk veteran yang semua digambarkan dengan begitu indahnya dan kata-kata yang terjalin begitu cerdasnya mengalir. Ending yang ditawarkan tidak bahagia, sehingga saya tidak bisa menarik nafas plong setiap habis membaca cerpen di buku ini.

Tapi saya suka.

View all my reviews.

Sunday, November 16, 2008

Seinlanguage -- Jerry Seinfeld

Seinlanguage Seinlanguage by Jerry Seinfeld


My review

rating: 3 of 5 stars

Lucu..! Ada beberapa part yang bikin gw ngakak abis, sampai orang menoleh dan memandang gw dengan pandangan aneh. Tapi ada juga yang bikin gw, 'huh? maksut lo?' :D maklum laahh joke org barat kan belum tentu nge'dong' sama kita.

Tapi untuk light reading, buku ini not bad, not bad at all. I like it. Tapi jujur gw gak kelar bacanya. Mungkin kalau gw butuh hiburan, buku ini akan gw ambil lagi dan gw baca lagi. Mungkin... kalau gak nemu buku lain.

View all my reviews.

Monday, October 27, 2008

The Time Traveler's Wife - Audrey Niffenegger

The Time Traveler's Wife The Time Traveler's Wife by Audrey Niffenegger



My review

rating: 5 of 5 stars

Kelar juga... akhirnya setelah sebulan lebih 3 hari buku tebel ini rampung juga. Awalnya baca buku ini tersendat-sendat. Karena agak bingung ngebaca ceritanya, ditambah pula dengan waktu yang lompat-lompat, kadang Henry umur 36 dan Clare umur 6 tahun lah, kadang Henry 28th dan Clare 22th dengan detail hari/tanggal/bulan/tahun yang lengkap, cukup bikin pusing awalnya. Tapi setelah mengabaikan tanggal dan fokus pada umur, bacanya mulai lancaarrrr...

What can I say about this book selain romantis.. romantis.. dan romantis. Penantian seorang Clare dari sejak umur 6 tahun sampe umur 82 tahun *Oppss.. did I put the spoiler sign?* cukup membuat terharu dan mengacungi jempol untuknya. Yaah meskipun adalah main api dikiiitt, tapi intinya kan dia cinta sama Henry.

Kalo dibaca-baca sih, sosok Clare ini nyaris sempurna ya sebagai seorang wanita. Pintar, cantik, setia, apalagi coba yang dicari? *Ehemm.. ayo, yang sedang mencari* Apakah sosok ini ada di dunia nyata, atau hanya fiktif belaka? Ya fiktif laaahhhh!!!

*siap-siap menerima lemparan tomat busuk dari para wanita setia*

Hi hi.. namanya juga novel fiksi. Tapi tetep enjoyable untuk dibaca kok. I'm glad I didn't miss this book (meskipun termasuk telat) :)

View all my reviews.

Saturday, October 04, 2008

Princess Academy - Shannon Hale

Princess Academy Princess Academy by Shannon Hale



My review

rating: 3 of 5 stars

Kisahnya simple, tentang gadis gunung yang berhayal menjadi putri pilihan pangeran. Sebenaranya sudah banyak kisah-kisah putri dan pangeran dengan versi yang berbeda-beda, namun entah kenapa cerita fantasy seperti ini masih saja menarik hati saya untuk membacanya.

Kisah berawal dengan mendeskripsikan kehidupan di sebuah desa terpencil di kaki gunung Eskel. Satu-satunya mata pencarian penduduk desa itu adalah mencari batu Linder yang digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan di kota. Mereka pun tak pernah keluar desa. Kebutuhan hidup mereka dibawa oleh pedangan yang dibarter dengan batu-batu linder.

Suatu hari datang utusan kerajaan yang mengumumkan bahwa pendeta kerajaan meramalkan bahwa jodoh pangeran Steffan berasal dari desa di kaki gunung ini. Maka gadis-gadis yang berusia sekitar 12 hingga 17 tahun dididik disebuah akademi untuk calon-calon putri. Terkumpullah 20 gadis dan salah satunya adalah Miri.

Miri dan teman-temannya belajar bagaimana menjadi seorang putri. Mulai dari belajar membaca, menulis, berdansa, juga membungkuk ala putri. Semua berharap bisa terpilih manjadi Academy Princess yang bisa menari duluan dengan sang pangeran jika saatnya tiba, dan pangeran akan memilih salah satu dari mereka.

Kisahnya di bumbui dengan cerita menarik mulai dari berkebangnya kemampuan Miri berkomunikasi lewat telepati, membaiknya kehidupan di desa setelah gadis-gadis tersebut belajar di akademi dan mengetahui bahwa batu Linder hasil bumi desa mereka adalah batu yang paling dicari, dan istana hanya menggunakan batu dari gunung Eskel. Ditambah penyanderaan oleh bandit.

Endingnya manis, dan buku yang menyabet Newbery Honor ini memang pas untuk dibaca remaja.

View all my reviews.

Wednesday, September 24, 2008

The Catcher in the Rye - J.D. Salinger

The Catcher in the Rye The Catcher in the Rye by J.D. Salinger

My review

rating: 3 of 5 stars

Seperti yang disebutkan si dukun Erie, bahwa buku ini banyak dibaca penjahat, ternyata memang buku ini pernah dibaca oleh Mark Chapman, pembunuh John Lennon. Bahkan si Chapman sempat meminta tanda tangan Lennon di pagi hari sebelum dia membunuhnya! Giling.. ni orang emang dah sakit jiwa, bukan karena buku ini. Buku ini juga masuk dalam Banned books list dari American Library Association.

Holden Caulfield, seorang remaja yang sedang mencari jati diri, di 'depak' lagi dari sekolahnya. Sambil menunggu hari kepulangannya ke rumah, dia memutuskan untuk pergi ke New York dalam rangka jalan-jalan dan berlibur sejenak.

Diceritakan dalam bentuk monolog, buku ini menggambarkan aktifitas Holden selama dia di New York dan bagaimana dia membenci orang-orang disekitar dia yang menurutnya penuh dengan kepalsuan.

Dalam buku ini juga bertebaran kata-kata kasar yang mungkin menjadi alasan kenapa buku ini dilarang beredar. Kata-kata seperti Helluva, Sonuvabitch, Goddam, even the F-word ada didalamnya. No wonder deh kalo di banned!

Cukup lelah saya akui, mengikuti perjalanan Holden yang sebenarnya hanya beberapa hari itu. Karena didalamnya terasa banget kalau si Holden ini seperti orang yang sakit mental. Tiba-tiba dia depresi, dan itu sering. Kadang juga dia menghamburkan uang nggak jelas dengan nraktir orang yang baru dikenal, padahal uang dia terbatas jumlahnya.

Asli, capek! *tarik napas dalem-dalem* Setelah selesai, I was like.. and then.. what?

Mungkin kalau ditinjau dari kaca mata sok pinter saya *pasang kaca mata* Buku ini mengajak kita untuk membuka mata dan melihat keadaan masyarakat kita yang penuh kepura-puraan. Orang yang didepan terlihat baik, dibelakang belum tentu, dan seterusnya. Tapi tentu saja itu bukan bidang saya, biarlah orang lain yang membahas sosiologi, psikologi, dan 'logi-logi' lainnya. Saya cukup menjadi pembaca saja. *buka kaca mata*

View all my reviews.

Tuesday, September 16, 2008

Artemis Fowl: The Graphic Novel - Eoin Colfer

Artemis Fowl: The Graphic Novel Artemis Fowl: The Graphic Novel by Eoin Colfer


My review

rating: 3 of 5 stars

Artemis Fowl the Second, anak dari seorang kriminal ternama, berusia 12 tahun. Seorang anak yang jenius dan bercita-cita mengembalikan kekayaan keluarganya lagi setelah ditinggal ayahnya yang hilang.

Artemis ingin memiliki emas yang dimiliki para fairy. Namun untuk mendapatkan emas tersebut bukan hal yang mudah. Artemis menculik seorang fairy dan meminta tebusan berupa emas. Namun Artemis salah culik, dia menculik seorang kapten polisi dan tentu saja membuat atasan sang kapten marah. Mereka membalas menyerang Artemis dengan menggunakan tekhnologi canggih, magic, bahkan sampai mengerahkan troll.

Ilustrasinya bagus, dengan kertas glossy dan warna yang dipilih agak kelam gitu, cukup menggambarkan cerita. Cuma, badan si Butler the bodyguard kenapa gak proporsional gitu yah? Well, namanya juga komik, memang bebas aja sih, apalagi ini ceritanya tentang magic dan fairies.
View all my reviews.

Thursday, September 04, 2008

Redwall, the graphic novel -- Brian Jacques

Redwall: The Graphic Novel (Redwall) Redwall: The Graphic Novel by Brian Jacques


My review

rating: 4 of 5 stars

Ceritanya keren. Tentang sebuah castle (Redwall Abbey) yang dihuni oleh mouse, dipimpin oleh Father Abbot. Trus kedamaian di castle tersebut terganggu dengan kedatangan rats yang dipimpin oleh Cluny The Scourge. Mereka ingin merebut castle tersebut.

Tersebutlah Martin the Warrior yang dulu pernah mengalahkan wildcat, namun dia terluka. Peninggalannya berupa pedang tersembunyi di suatu tempat, dan hanya pedang itu yang mampu mengalahkan Cluny, serta melindungi Redwall.

Maka Matthias, a young mouse, pergi berkelana mencari dimana pedang tersebut berada. Mulai dari terkurung dikerajaan burung gagak (Matthias menemukan sarung pedang tersebut disana), kemudian mencari burung hantu yang mengetahui letak pedang itu hingga bertempur dengan ular, petualangan Matthias cukup seru untuk diikuti.

Yang membuat saya akhirnya tertarik membaca adalah bentuknya yang graphic novel. Secara mo baca novelnya males banget bukan? Tiga buku dalam serial Redwall terangkum dalam 1 graphic novel ini.

By the way, di buku ini musuh mouse adalah rat. Padahal kalau kita pikir mereka sama, sama-sama tikus ya? Tapi ternyata rat itu derajatnya lebih rendah dibanding mouse, penampilannya juga lebih gak enak diliat. Mungkin kalo bahasa Indonesianya, rat itu sebutan untuk tikus got kali yah? (atau curut?) Sementara mouse untuk tikus-tikus yang suka 'dipiara' di rumah-rumah mungkin yah :D

View all my reviews.

Wednesday, September 03, 2008

Writing Magic - Gail Carson Levine

Writing Magic: Creating Stories that Fly Writing Magic: Creating Stories that Fly by Gail Carson Levine


My review

rating: 3 of 5 stars

Kalo mau belajar nulis fiksi yang oke, boleh juga nih baca buku ini. Dilengkapi dengan how-to dan step-by-step in writing plus beberapa tips, buku ini dirasa cukup manjur buat dijadiin resep belajar menulis. Dibuat oleh Gail Carson Levine, yang menulis buku 'Ella Enchanted' (I love that book AND the movie, too!)

Isinya sih gak semua baru, dalam arti ada beberapa yang semua penulis pasti udah tau, kayak misalnya jangan dengerin orang yang bilang ke kita bahwa kita gak bisa nulis, atau nulis terus jangan berenti dan jangan abaikan tulisan kita yang belom kelar meskipun ide lagi numpuk. Ada lagi, tulis semua yang kita dengar, kita rasakan, kita lihat, bahkan suara terkecil dan teraneh pun mesti di tulis.

Pada tiap penghabisan chapter disertai dengan latihan menulis yang membuat buku ini sebenernya bisa jadi pegangan buat yang bener-bener ingin belajar dari awal (dan yang ada waktu kali yah?)

Salah satu chapter yang menarik buat gw adalah chapter 17 yang berjudul: STUCK! Yep, itu yang dialami semua penulis. Trus tipsnya apa? "There is no such things as a perfect book or a perfect story. Every book in every library on this planet has something wrong with it... No matter how hard we writers try, we will never achieve perfection."

WOW! Kalimat itu bener-bener nyadarin gw, bahwa gak usah takut bikin kesalahan dalam tulisan. Just write it down! So, mulai sekarang gw janji akan memberikan kritik yang membangun daripada kritik pedas yang gak berguna untuk sebuah tulisan.

Disini dibahas juga sih soal kritik, katanya akan lebih baik kalau kita punya grup penulis, jadi bisa saling kasih masukan, kasih input (eh, sama yah?) pokoknya support yang membangun deh! (ada yang mau bikin writer's club? daftarrr dong!) Tapi, gak semua masukan bisa kita pake lho, kadang malah input² yang masuk gak berguna dan justru kita dapet ide lain. Itu jg fine-fine ajah ;)

So, It's writing time!

Have fun!

And don't forget to save what you wrote.


View all my reviews.

Biker Girl - Misako Rocks!

Biker Girl Biker Girl by Misako Rocks!


My review

rating: 2 of 5 stars

Tentang seorang gadis remaja bernama Aki, yang menemukan sebuah sepeda misterius saat membersihkan garasi rumahnya. Aki berubah menjadi semacam super hero gitu saat menyentuh sepeda.

Kakeknya kemudian menceritakan kejadian yang menimpa sepupunya Toru, yang dibunuh oleh gang sepeda. Maka Aki bersiap untuk mencari gang sepeda tersebut dan membalaskan kematian Toru.

Betapa terkejutnya Aki ketika mengetahui siapa ketua gang sepeda tersebut.

Ceritanya cepat dan terkesan tergesa-gesa. Tapi lumayan seru lah. Kirain tadinya mo cerita tentang Biker motor *gw banget gt loh* eehh ternyata sepedah. Itu mah mainannya Bike To Work people yak? :D

View all my reviews.

Tuesday, September 02, 2008

Disgusting Foods - Connie Colwell Miller

Disgusting Foods (That's Disgusting!) Disgusting Foods by Connie Colwell Miller


My review

rating: 3 of 5 stars

Di dalam buku ini, diceritakan (dan diilustrasikan) makanan-makanan yang bikin kita bilang 'euuww..!' tapi dimakan beneran lho sama orang-orang!

Contohnya nih:

Di beberapa negara, kucing itu dimakan lho (giling tega bgt ya!) tapi di Indonesia jg ada sih yang doyan anjing (so there). Trus kodok, itu mah biasa gue liat di resto-resto, mereka menyajikan kodok masak kecap. Trus ada lagi yang najong banget yaitu keong rebus atau disebut escargot (yucks!). Belom lagi caviar yang adalah telur ikan, biasanya dioles di roti atau kreker (gimana kalo telornya menetas didalem perut ya? Apa gak jadi aquarium perut kita?) *stupid question, I know*

Then you know what? di Amerika Selatan, belalang dan jangkrik tuh dipanggang trus dicemilin kek kacang! Sementara orang Colombia tuh gak doyan yang namanya popcorn, mereka lebih memilih ngemilin semut panggang! (giling) Belom lagi, orang di Colombia doyan tuh makan tarantula. Iyaaa tarantula yang makhluk berambut keluarganya spiderman itu, digoreng dikasih garem dan bawang putih, trus dimakan deh bareng mie. *gross oh gross!*

Orang di Korea, doyan banget lho makanin tentakel nya gurita. Yang hebohnya, chef biasanya motong tentakel saat guritanya masih idup, jadi pas dimakan tuh masih gerak-gerak gitu *EUUWWW!!! in capital letters!*

Trusss... di Mediterranean island of Sardinia, orang tuh ngebiarin lalat bertelur diatas keju. Setelah telurnya menetas, mereka ngolesin si keju beserta larva yang idup tersebut diatas roti, trus dimakan deh! Ya ampyuunnn!!! kalo dipikir jijay gak sih makan hewan idup?

Kita pikir orang-orang di atas gak ada kerjaan banget yah makanin makhluk hidup yang aneh-aneh itu. Tapiiii... sebenernya kita juga sama aja lho. Doyan gak makan yogurt? (I do!) Enak kan? (Yoiihh!) Banyak orang yang berpikir yogurt is GROSS! Secara, yogurt kan bakteri. Cara penyajiannya aja yang dikemas bagus. Apalagi kalo dingin, nyesss!! *woy, inget puasa!*

Tapi karena enak, gue maafin deh tu bakteri :D

View all my reviews.

Monday, September 01, 2008

In Search of Mockingbird - Loretta Ellsworth

In Search of Mockingbird In Search of Mockingbird by Loretta Ellsworth


My review

rating: 2 of 5 stars

Buku ini ditulis oleh penulisnya karena terinspirasi oleh TKAM nya Harper Lee. Sama seperti saya yang baca ini juga karena terinspirasi oleh TKAM. Dan kebetulan juga baru kelar baca TKAM, jadi yah rasanya pas aja kalo disambung dengan buku ini.

Buku ini bercerita tentang kehidupan seorang remaja berusia 16 tahun, bernama Erin. Dia hidup dengan ayah dan kedua kakak laki-lakinya. Ditinggal ibunya sejak bayi (sementara ayahnya enggan bercerita tentang ibunya sama sekali) membuat Erin ingin sekali mengenal sang ibu. Satu-satunya peninggalan ibunya yang dia punya adalah sebuah copy buku To Kill A Mockingbird karya Harper Lee. Buku itu menjadi temannya, dan sudah berkali-kali tamat dibacanya, terutama note disekitar halaman buku yg dibuat ibunya (Hmm.. saya aja perlu waktu sebulan untuk ngelarin buku itu).

Malam sebelum ulang tahunnya yang ke 16, ayahnya memberikan diary ibunya yg ditulis sang ibu ketika usia 16 tahun. Di dalam diary tersebut ibunya menuliskan bahwa ia mengirimkan surat ke Miss Harper Lee (sumpe, baru tau kalo Harper Lee itu ternyata wanita).

Mengikuti kata hati, Erin menguras tabungannya dan naik bis menuju Monroeville, Alabama, dengan tujuan ingin bertemu dengan Harper Lee, pengarang favorit alm. Ibunya. Resmilah Erin, di hari ulang tahunnya, kabur dari rumah.

Bukunya lumayan, banyak mengacu pada karakter Scout yang sering memberi inspirasi pada Erin dalam bertindak tanduk. Untunglah saya sudah membaca buku TKAM, kalo belum mungkin akan sedikit sulit memahami buku ini.

Satu percakapan yang berkesan buat saya adalah ketika Erin bertemu dengan seorang wanita diatas bis dan wanita itu berkata bahwa dia senang bisa bertemu dengan seorang penulis yang sangat termotivasi hingga dia rela pergi ke Alabama. Tapi Erin bilang, "I'm not really a writer. I like to write but I haven't been published". Wanita itu berkata, "Don't sell yourself short. Do you think Harper Lee was a writer before she published To Kill a Mockingbird?"

Hmm.. bener juga ya. Jadi termotivasi deh.

View all my reviews.

Friday, August 29, 2008

To kill a mockingbird - Harper Lee

To Kill a Mockingbird To Kill a Mockingbird by Harper Lee


My review

rating: 4 of 5 stars

Buku yang bagus, sayang untuk dilewatkan *kenapa dr dulu gak tergerak untuk baca ya?*

Anyway, buku ini bercerita tentang kehidupan disebuah kota kecil, diceritakan dari sudut pandang anak-anak, berfokus pada keseharian Scout, seorang gadis tomboy dan kakaknya Jem. Mereka memiliki seorang ayah yang mendidik mereka sendirian setelah ibu mereka meninggal, dibantu seorang wanita Afro-Amerika bernama Calpurnia.

Atticus, ayah mereka, dan Cal mendidik mereka untuk bisa menjadi anak yang sopan dan baik dengan cara mereka masing-masing yang unik. Cal meskipun hanya seorang asisten, tapi berani tegas melarang dan meluruskan Jem dan Scout jika mereka berbuat salah. Hal yang jarang ditemui dari pembantu jaman sekarang ya?

Alur ceritanya cenderung lambat, tapi buat saya tidak membosankan, karena tiap saat ada kejadian yang mengejutkan, aneh, juga lucu. Banyak hal yang mereka pelajari, termasuk saat mereka harus menyaksikan ketidakadilan dalam penyelesaian kasus Tom Robinson, yang dituduh memperkosa gadis berkulit putih.

Begitulah kehidupan di saat Great Depression melanda. Semua orang masih berprasangka terhadap orang berkulit gelap, orang kulit putih menganggap diri paling hebat, dan seterusnya.

Tapi, kalo dipikir nih, jaman sekarang juga banyak kok yang masih berprasangka jelek terhadap orang lain, ya gak? Gak perlu mengacu ke jaman Hitler, or jamannya Atticus, sekarang juga banyak orang yang mencurigai orang lain yg punya pendapat beda, atau penampilan beda.

Padahal beda itu kan keren! Kalo semua orang sama, kan gak asik banget gitu loh. Be different and proud of it dong.. itu baru cool! ;)

View all my reviews.

Tuesday, August 26, 2008

How Underwear Got Under There - Kathy Shaskan

How Underwear Got Under There: A Brief History: A Brief History How Underwear Got Under There: A Brief History: A Brief History by Kathy Shaskan


My review

rating: 3 of 5 stars

Selama ini kalo ngebahas fashion kita cuma bahas baju luar kita, celana panjang, rok, blouse, kemeja, dan lain-lainnya. Tapi justru hal yang paling penting dan paling dekat dengan kita nggak pernah dibahas. Yaitu: underwear. Untuk itulah buku ini dibuat oleh sang penulis.

Yep, gak salah, buku ini emang ngebahas underwear. Sejarah fashion khusus untuk undies. Tentang gimana orang di jaman purba menemukan cara untuk menutupi auratnya, dan gimana seiring berjalannya waktu undies mengalami perubahan. Dari yang dulu cuma dipakai di dalam, sekarang orang kemana-mana make undies doang.. *pheww*

Dan tahukah anda, apa persamaan antara Genghis Khan, King Tut, Presiden-Presiden, Menteri, dan tukang becak? Yup! Gak salah, mereka sama-sama pake underwear.

So, apalagi sih yang harus disombongin? Wong sama-sama masih perlu undies kok. Undies aja yang penting gak ngerasa sok penting :P

View all my reviews.

Monday, August 25, 2008

Disgusting Jobs - Connie Colwell Miller

Disgusting Jobs (That's Disgusting!) Disgusting Jobs by Connie Colwell Miller


My review

rating: 5 of 5 stars

Kalau anda berpikir pekerjaan kalian sucks, look at these jobs listed in this book.

Pekerjaan yang harus dilakukan orang dalam mencari nafkah sangat bervariasi, dari yang hebat sebagai manajer, supervisor, mandor bangunan (masih terhitung hebat loh jadi mandor), dan jabatan kantoran lainnya.

Tapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan berpikir bahwa pekerjaan nggak cuma di kantor. Buku ini membuka mata kita terhadap pekerjaan² lain yang selalu dipandang sebelah mata, atau mungkin dianggap gak ada saking menjijikkannya.

Saya sebutkan nih yaa... petugas lab yang ngurusin urin (jijay gaj siih), trus petugas di penampungan hewan yg kudu bersihin kandang hewan (gross!), mbak-mbak di salon yang tugasnya pedi-meni (bayangin kalo kaki yang mau dirawat bau jempol, aih maak), tukang sedot tinja (euww!), and many more yang kalau disebutin semua bisa bikin saya gak nafsu makan.

So, kalau anda pikir pekerjaan yang anda lakonin sekarang menyebalkan, membosankan, dan sebagainya, think again! Ada yang lebih buruk dan lebih parah kok dari kita.

Kenapa saya kasih bintang lima? Karena buku ini membuat saya menyadari bahwa kita harus bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Mereka ini harus melakukan pekerjaan yang kita anggap menjijikkan demi mencari uang buat kebutuhan hidup mereka. Dan kita masih diberi pekerjaan yang enak, masih bisa online dan baca buku di waktu selang kita.

So, be grateful and love your job! ;)

View all my reviews.

Sunday, August 24, 2008

The Plain Janes - Cecil Castellucci

The Plain Janes The Plain Janes by Cecil Castellucci

My review

rating: 2 of 5 stars
Di suatu hari yang terlihat biasa-biasa saja, sebuah bom meledak dekat Jane, dan mengenai seorang pria. Jane, meskipun terkejut, membawa pria tersebut ke rumah sakit. Dan sejak itu dia tak pernah berhenti mengunjunginya. Pria yang tak dikenalnya itu menjadi tempat curhatnya.

Ketika keluarganya memutuskan untuk pindah ke pinggiran kota, Jane merasa hidupnya berakhir. Tak ada lagi teman-temannya, hangout bareng. Semua berubah.

Tapi ketika di sekolah barunya dia menemukan meja yang berisi 'reject people', Jane merasa menemukan gank nya. Di meja itu duduk 3 orang gadis yang bernama Jane, Jayne dan PollyJane. Empat gadis bernama Jane. Apakah itu sebuah kebetulan, or takdir?

Mereka membentuk club rahasia yang disebut P.L.A.I.N. - People Loving Art In Neighborhoods. Berusaha menunjukkan ke semua orang bahwa keindahan ada dimana-mana, bahkan di sebuah hydrant. Namun P.L.A.I.N. attack malah membuat pihak kepolisian gusar, dan mereka bertekad ingin menciduk siapa pun dalang dibalik semua ini.

View all my reviews.

Thursday, August 21, 2008

Beanball - Gene Fehler

Beanball Beanball by Gene Fehler

My review

rating: 3 of 5 stars
Cerita tentang baseball seputar kecelakaan yang dialami atlet baseball berbakat, Luke 'Wizard' Wallace, sewaktu bertanding melawan sekolah lain. Luke terkena bola diwajahnya dan menyebabkan dia harus kehilangan penglihatan di mata kirinya.

Kejadian ini membuat trauma si pelempar bola dan Luke sendiri merasa down karena dia sangat mencintai olah raga Baseball.

Cukup menarik, mengingat saya sebenernya bukan penggemar olah raga yang satu ini. Tapi cara bertutur penulisnya yang menggunakan point of view dari banyak karakter membuat buku ini sulit dilepas dari genggaman dan bikin penasaran membaca kisah selanjutnya.

Seru!

View all my reviews.

Tuesday, August 19, 2008

Blue fingers: a Ninja's Tale - Cheryl Aylward Whitesel

Blue Fingers: A Ninja's Tale Blue Fingers: A Ninja's Tale by Cheryl Aylward Whitesel

My review

rating: 3 of 5 stars
Koji sangat tidak beruntung. Dia anak kembar dan di jaman feodal Jepang saat itu anak kembar dianggap pembawa sial. Koji dan Taro, meskipun identik, namun mereka sangat berbeda. Taro dengan mudah melakukan apa yang dilakukan Koji dengan lebih baik.

Suatu hari Koji diperintahkan ayahnya untuk pergi, karena mereka tak ingin ketahuan memiliki anak kembar. Koji disuruh pergi ke gunung. Tapi Koji menolak. Namun karena paksaan ayahnya, akhirnya Koji pergi juga.

Di hutan menuju gunung, Koji bertemu dengan ninja, dan akhirnya dia menjadi tawanan disana. Hanya saja, sebagai tawanan Koji diwajibkan belajar menjadi Ninja.

Dengan malas-malasan Koji belajar menjadi ninja, karena dia ingin pulang ke rumahnya. Namun ketika kampungnya dibakar oleh Samurai, Koji tak punya pilihan lain kecuali menjadi ninja dan membalaskan dendamnya.

View all my reviews.

Monday, August 18, 2008

The mother-daughter book club - Heather Vogel Frederick

The Mother-Daughter Book Club The Mother-Daughter Book Club by Heather Vogel Frederick


My review

rating: 4 of 5 stars
Empat remaja dengan hobby dan cita-cita yang berbeda bertemu dalam club buku yang diprakarsai oleh ibu-ibu mereka. Megan lebih suka pergi ke mal bersama teman-teman populernya. Cassidy lebih memilih berlatih hockey. Emma tak punya pilihan kecuali menurut kata ibunya yg pustakawan (gw banget!), dan Jess (satu-satunya yang datang tanpa ibu) yang ditinggal pergi ibunya ke New York untuk mengejar karir sebagai artis opera sabun.

Buku yang dipilihkan untuk mereka baca bersama adalah Little Woman, karya Louisa May Alcott.

Keempat remaja tersebut awalnya merasa marah dan menolak bergabung dalam club buku ini. Tapi dengan pendekatan dari para ibu (plus sedikit pemaksaan), lama kelamaan mereka enjoy dan sedikit demi sedikit tokoh dalam buku tersebut membantu merubah karakter mereka.

Dibumbui kisah remaja dengan cinta monyet dan permusuhan antara grup populer, keempat gadis dan ibu-ibu mereka pun belajar banyak dari 'Little Woman' dalam pencarian jati diri, cita-cita dan mereka pun menemukan arti persahabatan yang sesungguhnya.

Berlatar belakang di Concord, Massachusetts, yang adalah kampung halaman Louisa May Alcott, plus fakta-fakta mengenai sang penulis, menambah manis cerita ini.

A very good book. Makes me want to make my own mother-daughter book club ;)

View all my reviews.

Wednesday, August 13, 2008

The lacemaker and the princess - Kimberly Brubaker Bradley

The Lacemaker and the Princess rating: 4 of 5 stars

Buku yang bagus banget. Dengan latar belakang sejarah Prancis menjelang revolusi, buku ini bercerita tentang persahabatan yang terjadi antara putri pertama raja Prancis, Marie Therese, dengan Isabella, seorang anak pembuat renda.

Semua dimulai ketika nenek Bella menyuruhnya mengantar renda ke Ratu Marie Antoinette, dan dia tersandung. Lalu Ratu sendiri yang membantunya berdiri dan mengajaknya masuk ke dalam istana Versailles. Bella pun dijadikan teman untuk Therese, anaknya yang masih seumur Bella.

Kehidupan Bella yang miskin berubah menjadi seperti di dunia impian. Dia datang setiap hari ke istana, berpakaian yang sama dengan Therese, dan belajar naik pony bersama-sama. Semua terlihat sempurna. Bella menjalani kehidupan ganda yang hampir membuatnya lupa akan status dirinya sendiri, jika saja kakaknya tak mengingatkannya untuk melihat keluar istana, melihat orang-orang yang kelaparan, sementara di istana makanan berlimpah ruah dan ratu yang tiap hari membeli gaun baru.

Lambat laun masyarakat mulai tak sabar Tak ingin lagi kelaparan, mereka menuntut revolusi, mereka menuntut Raja 'lengser' dari tahta. Perut lapar membuat orang bisa melakukan apapun. What happened to Bella? Baca yaa.. ;)

Novel yang indah dengan latar sejarah Prancis. I really liked it!