Monday, February 20, 2006
I can do it : board book -- Darren McKee
Buku Barney ini akhirnya dimiliki May setelah berbulan-bulan request. Terbuat dari board paper, buku berbahan kertas yang tebal ini gak gampang sobek. Pas sekali buat dibawa-bawa kemana aja. Terutama anak-anak yang suka Barney, pasti gak akan ngelepas buku ini. Kalo perlu mandi juga dibawa :p
Isinya rhymes, dengan gambar Barney, Baby Bop dan BJ yang simple dan penuh warna. Buku ini mengajarkan anak tingkah laku positif, dan memberi mereka semangat agar bisa melakukan semua sendiri, seperti mengendarai sepeda, membereskan mainan sendiri, membantu teman, berbagi, dan lain sebagainya.
Friday, November 11, 2005
Addicted to Weblog -- Labibah Zain
Judul: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia
Penulis: Labibah Zain
ed. 1 - Jakarta
Pustaka Populer Obor, 2005
xiv +196 hlm. 11 x 17 cm
Kata Pengantar: Maman S Mahayana
Akhirnya liburan puasa kemaren aku baca buku ini dan benar-benar terkesan. WOW! MakNyak emang TOB **pake kapital** deh!
Cover:
Cover buku kumpulan cerpen ini sudah cukup menarik perhatian. Dengan memberikan warna merah-hitam, berilustrasikan seorang wanita yang seperti tertarik masuk ke dalam komputer yg mencerminkan dunia maya, dan sebuah mata dengan tatapan beribu arti, sudah bisa menggambarkan isi dari kumpulan cerpen ini.
Isi cerita:
Addicted to Weblog, yg juga jadi judul kumpulan cerpen ini, membuatku tertawa geli sendiri, dan merasa kalau tulisan itu khusus ditujukan ke aku. Even suamiku bilang: "Ehemm.. remind you of someone?" Ketagihan nge-blog itu memang ada, dan itu nyata. Ending cerpen ini sama sekali tidak terduga. Tapi ending seperti itu juga yang menjadi harapan banyak ibu muda yang nge-blog, bahwa blog-nya suatu hari nanti bisa menjadi catatan kehidupan mereka dan keluarga. Syukur-syukur anak-anak mereka nerusin nge-blog, jadi tali silaturahmi di dunia maya ini gak akan terputus.
Di dalam kumpulan cerpen ini, MakNyak memberikan identitas para 'peselancar' dunia maya dengan nama 'Sinta'. Dan memang ada banyak 'Sinta-Sinta' di dunia maya ini, Sinta-Sinta yang menyembunyikan identitasnya dan ingin menjadi orang lain, Sinta-Sinta yang menciptakan dunianya sendiri, Sinta-Sinta yang melarikan diri dari kemelut kehidupan nyata. Tapi tidak sedikit juga Sinta-Sinta yang menampilkan dirinya apa adanya. Tidak ada yang salah, tidak ada juga yang paling benar. Yang sebaiknya adalah jangan sampai ada Sinta-Sinta yang merusak komunitas blog dengan spam atau perkataan kasar yang menyinggung lainnya. Selayaknyalah Sinta-Sinta **siapapun mereka** menjunjung tinggi etika dalam ber-internet.
Di kumpulan cerpen ini, yang jadi favoritku adalah cerita yang judulnya: Perempuan Pengusung Tradisi. Cerpen ini membuka dunia baru buatku. Komunitas ini menarik sekali bila bisa digali lebih dalam. Cerpen ini bisa menghisap pembacanya ke dalam dunia lain, dan merasa sedikit kecewa ketika cerita ini harus berakhir. Seolah masih ada yang belum diceritakan, seolah masih banyak yang seharusnya bisa di share tentang komunitas Arab di Indonesia ini.
Editing:
Sayangnya, masih terdapat kesalahan-kesalahan ketik didalam buku ini, yang membuat pembaca seperti melewati polisi tidur dijalanan mulus. Contoh: halaman 123, penulis terkenal Sidney Sheldon ditulis Shedney Sheldon. Untuk pembaca yang teliti, kesalahan ini cukup mangganggu. Perlu editing yang lebih baik lagi.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini patut mendapatkan acungan jempol(s) karena kepiawaian MakNyak mengangkat fenomena yang terjadi ke dalam cerita. Kisah yang ada didalamnya benar-benar menggambarkan kehidupan ber-internet yang dialami oleh para 'surfer' dunia maya. Buat para blogger/chatter/'surfer', buku ini seperti cermin aja, kita bisa berkaca didalamnya. Dan buat yang ingin berkenalan dengan dunia ini, sok atuh baca buku ini, rekomen deh!
Tuesday, September 27, 2005
The Wizard of Oz -- Lyman Frank Baum
Deskripsi singkat:
Setelah rumahnya terbawa angin puyuh dan mendarat di negeri Oz, Dorothy mencari Penyihir hebat Oz untuk mengembalikannya ke Kansas
Isi cerita:
Kisah yang bisa dibilang klasik ini, ditulis oleh Lyman Frank Baum pada tahun 1899, di publish pertama kali tahun 1900. WOW! Pertama kali dipentaskan sebagai drama musikal tahun 1902-1903 di Chicago dan New York, karya ini adalah karya yang melegenda. Hingga kini masih diadaptasi ke film maupun buku oleh penulis lainnya.
Kisah ini menceritakan petualangan seorang anak bernama Dorothy, dan anjingnya Toto. Perjalanan mereka dimulai sejak angin puyuh datang dan membawa rumahnya ke negeri asing bernama Negeri Oz. Oz adalah penyihir hebat yang menjadi penguasa negeri itu. Dorothy mencari penyihir hebat Oz untuk membantunya mengembalikan dia ke rumahnya di Kansas.
Dalam perjalanan menuju City of Emerald, tempat tinggal Oz, Dorothy bertemu scarecrow yang ingin memohon diberikan sedikit otak dikepalanya yang terbuat dari jerami. Kemudian mereka bertemu dengan manusia kaleng yang ingin memohon diberikan hati agar bisa mencintai. Ditengah hutan mereka bertemu singa yang pengecut, yang kemudian ingin ikut serta mencari Oz agar diberikan keberanian. Perjalanan yang mereka tempuh bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka menemui berbagai rintangan.
Sesampainya mereka berlima di istana Oz, mereka memohon pada Oz untuk mengabulkan permintaan mereka. Tapi Oz menolak memberikan sebelum mereka membantunya membunuh Penyihir jahat dari Barat. Mampukah mereka membunuh Penyihir Jahat dari Barat dan mendapatkan apa yang mereka inginkan?
Yuk, bacaaaa...! ;)
Setelah rumahnya terbawa angin puyuh dan mendarat di negeri Oz, Dorothy mencari Penyihir hebat Oz untuk mengembalikannya ke Kansas
Isi cerita:
Kisah yang bisa dibilang klasik ini, ditulis oleh Lyman Frank Baum pada tahun 1899, di publish pertama kali tahun 1900. WOW! Pertama kali dipentaskan sebagai drama musikal tahun 1902-1903 di Chicago dan New York, karya ini adalah karya yang melegenda. Hingga kini masih diadaptasi ke film maupun buku oleh penulis lainnya.
Kisah ini menceritakan petualangan seorang anak bernama Dorothy, dan anjingnya Toto. Perjalanan mereka dimulai sejak angin puyuh datang dan membawa rumahnya ke negeri asing bernama Negeri Oz. Oz adalah penyihir hebat yang menjadi penguasa negeri itu. Dorothy mencari penyihir hebat Oz untuk membantunya mengembalikan dia ke rumahnya di Kansas.
Dalam perjalanan menuju City of Emerald, tempat tinggal Oz, Dorothy bertemu scarecrow yang ingin memohon diberikan sedikit otak dikepalanya yang terbuat dari jerami. Kemudian mereka bertemu dengan manusia kaleng yang ingin memohon diberikan hati agar bisa mencintai. Ditengah hutan mereka bertemu singa yang pengecut, yang kemudian ingin ikut serta mencari Oz agar diberikan keberanian. Perjalanan yang mereka tempuh bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka menemui berbagai rintangan.
Sesampainya mereka berlima di istana Oz, mereka memohon pada Oz untuk mengabulkan permintaan mereka. Tapi Oz menolak memberikan sebelum mereka membantunya membunuh Penyihir jahat dari Barat. Mampukah mereka membunuh Penyihir Jahat dari Barat dan mendapatkan apa yang mereka inginkan?
Yuk, bacaaaa...! ;)
Wednesday, August 31, 2005
Owls -- Markus Kappeler
Deskripsi singkat:
Buku ini mendeskripsikan proses evolusi dalam keluarga burung hantu dan membahas karakter fisik, kebiasaan, dan lingkungan dari berbagai macam spesiesnya.
Isi buku:
Buku non-fiksi ini berisi informasi yang cukup lengkap tentang burung hantu. Apa sih burung hantu itu? Apa bener burung itu menyeramkan seperti hantu? Burung hantu selalu dikaitkan dengan kebijaksanaan. Apakah burung hantu itu beneran bijaksana?
Sebenernya belum ada bukti ilmiah tentang kebijaksanaan si burung hantu. Mungkin karena figur wajah burung hantu sedikit mirip dengan manusia. Ditambah lagi penampilan burung hantu seperti "orang yang udah tua" jadi kesannya "tua". Dan orang tua dianggap bijaksana kan?
Burung hantu juga memiliki mata yang besar, yang digunakan untuk mengamati dalam diam. Gestur ini memberi kesan bahwa mereka pintar. Kamu tau nggak kalau burung hantu bisa mengedipkan matanya persis seperti manusia? Nah karena itulah burung hantu dianggap burung yang paling pengertian dan tau segalanya.
Telinga burung hantu sangat sensitif, dan uji ilmiah membuktikan bahwa burung hantu mampu mendengar lebih baik dibanding makhluk hidup lainnya di planet bumi ini. Dan mereka bergantung pada pendengaran mereka ini untuk berburu mangsa. Burung hantu mencari makanan dimalam hari. Mangsa mereka biasanya: tikus, kelelawar, burung kecil, kodok, dan serangga besar.
Dan tau kah kamu kalo didunia ini ada 140 jenis burung hantu yang berbeda? Dibuku ini dijelaskan satu persatu jenisnya. Ayo baca, seru lho! ;)
Tuesday, August 30, 2005
David goes to school -- David Shannon
Deskripsi singkat:
Kegiatan David disekolah termasuk mengunyah permen karet didalam kelas, berbicara tanpa angkat tangan terlebih dahulu, dan memulai perang makanan dikantin, membuat gurunya selalu berkata: "No, David!"
Isi cerita:
Bertemu lagi dengan tokoh favoritnya May: David. Kali ini David sudah mulai sekolah. Disekolah bu gurunya selalu bilang: "Tidak, David!" atau "Jangan, David!" Sama seperti yang dikatakan ibunya dirumah. Apa aja sih yang sudah dilakukan David?
Datang sekolah terlambat, didalam kelas selalu menjawab sebelum angkat tangan, makan permen karet dan memainkannya, berlari-lari didalam kelas, berlari di lorong sekolah, perang makanan dengan temannya dikantin, istirahat lebih lama dari yang lain, padahal temannya yang lain sudah masuk kelas.
Ada saja ulah David sehingga akhirnya gurunya menangkap basah David yang sedang menggambar mejanya dengan crayon. David dihukum tinggal lebih lama setelah bel pulang untuk membersihkan seluruh meja dikelasnya.
Setelah selesai, bu guru tidak lupa memberi tanda bintang sebagai penghargaan, dan David pun diperbolehkan pulang.
Aaahh.. David! ada-ada saja ulahnya :)
Friday, July 29, 2005
Daisy thinks she's a baby -- Lisa Kopper
Deskripsi:
Ketika seekor anjing yg bernama Daisy mengira dirinya bayi, dan meniru semua tingkah si bayi, si bayi tidak menyukainya. Tapi ketika Daisy menjadi ibu dari anak-anaknya, si bayi suka sekali!
Kisahnya:
Cerita yang simple, dengan ilustrasi yang menggemaskan. Daisy adalah anjing peliharaan si bayi (dan orang tuanya, tentu) Tiap hari Daisy meniru tingkah laku si bayi. Daisy makan dikursi bayi. Naik ke kereta bayi sebelum si bayi duduk. Daisy main semua permainan bayi, juga mandi di tempat mandi bayi. Bahkan Daisy minta di gendong pula sama ibu si bayi. Pokoknya semua yang biasa dilakukan bayi, dilakonin ma Daisy.
Tentu aja si bayi gak suka! Tiap kali Daisy melakukan kegiatan selayaknya seorang bayi, si bayi cemberut. Terutama saat Daisy minta digendong seperti bayi oleh ibu si bayi. Pada suatu hari, Daisy tidak melakukan semua itu, dia tidak lagi membuat si bayi kesal. Apa yang terjadi dengan Daisy? Oalaaahh, ternyata Daisy sudah menjadi ibu! Anak-anak anjing yang lucu ada di keranjang tempat tidur Daisy. Dan si bayi pun senang :)
Tuesday, July 12, 2005
No, David! -- David Shannon
Ibu David selalu berkata: "No, David!"
Deskripsi:Cerita keseharian David yang selalu dibilang: "Tidak!" atau "Jangan!" Jika melakukan sesuatu.
Review:
Pada suatu hari sang penulis buku menerima kiriman buku dari ibunya yang berisi gambar-gambar yang David buat sendiri semasa dia masih kecil. Gambar-gambar itu menceritakan kegiatan dia, dengan dua kata di setiap halaman. Kata NO dan DAVID, yang memang baru itu yang dia bisa tulis. Kemudian sang penulis memutuskan untuk menulis ulang buku tersebut. Begini ceritanya:
Apapun yang dia lakukan selalu dilarang. David mencoret-coret tembok rumah, dilarang. Masuk kerumah dengan kaki kotor penuh lumpur, dilarang. Bermain-main di bak mandi, sampe airnya tumpah, dilarang. Lompat-lompat diatas tempat tidur, dilarang. Main softball didalam rumah, dilarang. Akhirnya Ibu David marah dan menghukumnya karena setelah dilarang David tetep main didalam rumah sehingga keramik vas bunga pecah.
David duduk dibangku kecil dipojok rumah sambil menangis, lalu ibunya memanggil David, dan mengucapkan kata "YES" yang langka terdengar dirumah David. Ibu David berkata: "Yes David, I love you" sambil memeluk David.
Dengan ilustrasi yang menarik, khas anak-anak, buku ini menggambarkan kenakalan anak-anak yang terlihat sangat menyebalkan tapi masih dalam batas wajar sebenernya. Misal: Corat-coret tembok, itu terjadi pada tiap rumah yang punya anak kecil. Lompat-lompat diatas tempat tidur, tidak ada anak kecil yang bisa menahan diri untuk tidak melompat diatas tempat tidur. Jadi sebenernya percuma aja ngelarang-larang anak-anak. Toh mereka hanya bersenang-senang. Nanti setelah mereka besar kebiasaan itu akan hilang sendiri. Seperti Nan & May, mereka sekarang tidak lagi mencoret tembok, meskipun lompat diatas kasur masih. Tapi ya sudah dinikmati aja ke'nakal'an mereka. Namanya juga anak-anak :)
Tiap udah mo akhir-akhir halaman, biasanya wajah May langsung berubah sendu gitu. Karena di halaman akhir David dipeluk sama Ibunya. Dan May pun minta dipeluk seperti David dipeluk ibunya. Maunya dipeluknya sama pula posisinya kek di gambar sebelah itu. Dengan satu tangan megang sisi kepalanya dan mengelus rambutnya, tangan satu lagi memeluk badannya. Pernah nih, suatu hari dia buka buku ini siang hari, Mum gi kerja. Pas nyampe di akhir halaman, dia nangis! Minta dipeluk seperti David. Gak mau ganti dipeluk Mami, gak mau dipeluk Teta, bahkan dipeluk KK juga gak mau! "Mau dipeluk Bundaaa..."
Sweet little angels... Jadi kangen, pengen cepet pulang euy!
Wednesday, June 01, 2005
Made dan keempat sahabatnya = Made and his four best friends -- Suyadi
Deskripsi buku:
Made, tokoh dongeng ini, melepaskan empat binatang (katak, tupai, kancil dan ayam jago) yang terperangkap dalam bubunya. Binatang-binatang ini kemudian membalas kebaikannya dan menjadi kawan Made.
Review:
Sejauh ini belum ditemukan dongeng semacam ini yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Buku ini ditulis dalam dua bahasa, Indonesia-Inggris. Berikut kisahnya: Made adalah seorang anak yang patuh kepada orang tuanya. Tapi dia sangat malas berfikir, lagi pula ia pengantuk. Pada suatu hari ayahnya menyuruhnya menggembala kambing. Tapi kemudian ada temannya mengejar layangan dia ikutan. Pas balik kambingnya hilang! Ayahnya marah sekali, tapi trus keesokan harinya dia menyuruh Made menggembala itik. Sesampainya di sungai dia duduk dibawah pohon, trus ketiduran! Trus ada anak penggembala itik lewat, dan itik-itik Made ikut gabung ramai-ramai dengan itik anak penggembala tersebut.
Sampai dirumah ayahnya murka, Made pun dipukul. Tapi karena bujukan ibunya, Made dimaafkan. Esoknya Made disuruh gembala kerbau. Tapi ditengah jalan bertemu seorang nenek yang menangis karena kehilangan kerbau. Made merasa kasihan dan memberikan kerbaunya ke nenek tersebut. Sesampainya dirumah, ayahnya marah bukan kepalang. Made harus mengganti semua hewan yang dihilangkannya, semua harganya 40 ringgit. Ayahnya memberi bubu penangkap ikan. Malamnya Made membawa bubu ke sungai. Bubu diletakkan diatas rumput dipinggir sungai dan Made pun tidur. Pagi harinya dia menemukan seekor katak yang memohon agar dilepaskan. Diletakkan kembali bubunya dan keesokan harinya terdapat seekor tupai yang lalu dilepaskannya juga. Esoknya didalam bubu ada kancil, lalu esoknya ada ayam, yang semuanya juga dilepaskan.
Karena tidak berhasil mendapatkan ikan untuk dijual, ayah Made mengusir Made dan tidak mengijinkannya pulang sebelum mendapatkan uang 40 ringgit. Made berjalan ke hutan, dan ditangkap raksasa. Ia dimasukkan ke kurungan untuk disantap besok. Made menangis dan meminta tolong. Empat hewan yang pernah ditolong mendengar lalu membebaskannya. Lalu mereka lari dan sampai kesebuah kerajaan yang sedang mengadakan sayembara. Jika menang akan mendapatkan hadiah permata, serta separuh kerajaan dan menjadi suami dari sang putri.
Made pun mengikuti lomba dengan diwakili teman-temannya. Pertandingan pertama: adu ayam. Dengan mudah si Ayam mengalahkan ayam raja. Lomba kedua: lomba lari. Kancil pun dengan mudah mengalahkan pelari kerajaan. Lomba ketiga: lomba panjat pohon. Tupai pun memenangkan lomba itu. Terakhir: lomba menyelam didalam air. Katak mengikuti lomba dan memenangkan pertandingan.
Raja mengaku kalah dan hendak memberikah hadiah termasuk putri tunggalnya. Namun Made menolak. Ia bilang: "Hamba hanya perlu empat puluh ringgit. Jangan lebih, jangan kurang". Walau Raja terheran-heran, namun segera memenuhi permintaan Made. Made senang sekali, kini ia dapat membayar harga semua ternak ayahnya yang telah hilang. Lalu Made dan keempat temannya pergi meninggalkan istana. Ketika rombongan hampir tiba didesa tempat tinggal Made, merekapun berpisah. Sebelum berpisah masing-masing hewan memberikan kepandaiannya kepada si Made. Kancil memberikan kecerdikannya, ayam jago memberikan kegagahannya, tupai memberikan kelincahannya, dan katak memberikan kegembiraannya.
Demikianlah kisah si Made yang digambarkan dengan ilustrasi khas Suyadi yang sekaligus menjadi penulis buku ini. Buku dwi-bahasa ini diterjemahkan oleh Ida Bagus Putra Yadnya.
Friday, May 20, 2005
Bawang dan Kesuna = Onion and Garlic -- Made Taro
Deskripsi buku:
Bawang dan Kesuna = Onio and Garlic -- Made Taro
Buku dwi-bahasa yang berkisah tentang dua orang bersaudara, Bawang dan Kesuna. Mereka memiliki sifat yang berbeda, Bawang pemalas dan jahat, tetapi Kesuna rajin dan jujur. Orang tua mereka lebih menyayangi Bawang karena Bawang pandai berpura-pura. Suatu hari orang tua mereka mengusir Kesuna dan melarangnya untuk pulang kembali.
Review:
Di Bali dongeng ini mempunyai dua versi. Yang diceritakan disini berasal dari desa Sengkidu, sebelah timur Denpasar. Dalam versi Kalimantan Selatan, tokoh yang baik ditinggalkan di hutan oleh ibunya. Versi Jawa dongeng ini berjudul Bawang Merah dan Bawang Putih. Dongeng ini amat popular dari generasi ke generasi. Bahkan sekarang dibuatkan sinetron oleh salah satu stasiun TV. Meskipun versi sinetron berbeda jauh dari versi dongengnya yang asli, namun itu menunjukkan betapa dongeng klasik dari Indonesia masih mampu menarik perhatian publik. Dongeng ini secara keseluruhan ada 22 versi. Dan semua bisa dibaca dalam disertasi yang ditulis oleh Murti Bunanta: Problematika Penulisan Cerita Rakyat.
Dalam kisah ini, Bawang Merah adalah Bawang, dan Bawang Putih adalah Kesuna. Mereka adalah dua orang bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya. Bawang dan Kesuna punya sifat yg jauh berbeda. Bawang adalah seorang yang pemalas dan tidak suka bekerja keras. Ia juga iri hati dan suka memfitnah. Kesuna adalah seorang yang pendiam, jujur dan rajin bekerja. Hampir semua pekerjaan rumah Kesuna yang mengerjakan, namun karena Bawang pandai mengambil hati orang tuanya, maka Bawang yang disayang oleh mereka.
Pada suatu hari ayah mereka ke sawah dan ibu ke pasar. Kesuna meminta bantuan Bawang untuk mengerjakan pekerjaan rumah, namun Bawang selalu menolak. Akhirnya Kesuna mengerjakan semuanya sendiri. Setelah semua beres ia pun pergi ke sungai untuk mandi. Ketika Kesuna masih di sungai, ibu mereka pulang, dan Bawang cepat-cepat melumuri badannya dengan abu dan mengatakan bahwa dia seharian kerja dan Kesuna kerjanya hanya bermain saja tidak mau menolongnya.
Ketika Kesuna kembali dari sungai, ibunya memukulnya dengan sapu lidi dan mengusir Kesuna. Kesuna yang sedih pergi ke hutan dan menangis. Disana banyak burung cerukcuk kuning. Kesuna berkata: "Cerukcuk kuning, cerukcuk kuning
Patuklah ubun-ubunku
Biar aku cepat mati"
Burung cerukcuk itu hinggap dikepalanya kemudian mematuk ubun-ubun Kesuna. Kesuna mengira ubun-ubunnya telah terluka, tapi ternyata dikepalanya terpasang rangkaian bunga emas. Burung itu mendekat dan mematuk leher, dan tumbuhlah kalung emas. Kemudian burung itu mematuk telinga, pergelangan tangan dan kaki, jari-jemari, dan tumbuhlah anting-anting, gelang, dan cincin berlian.
Kesuna menyadari bahwa ia telah ditolong oleh burung cerukcuk tersebut. Maka ia pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Namun sesampainya dirumah, keluarganya tidak mau menerimanya kembali. Lalu Kesuna kerumah neneknya, yang menerimanya dengan senang hati karena menyangka cucunya tersebut telah mati.
Pada suatu hari datanglah Bawang meminta api ke neneknya. Lalu Bawang melihat Kesuna sedang memintal. Bawang melihat perhiasan Kesuna yang banyak dia pun meminta setangkai bunga emas. Karena Bawang dulu pernah memfitnahnya, Kesuna tidak mau memberikannya. Bawang pulang menangis dan memceritakan ke orang tuanya bahwa Kesuna sudah pulang.
Lama-kelamaan Bawang dan orang tuanya tahu rahasia perhiasan yang dikenakan Kesuna. Lalu Bawang pura-pura dimarahi orang tuanya, dan diusir. Bawang pura-pura menangis pergi ke hutan. Ketika bertemu burung cerukcuk, Bawang menyuruhnya mematuk sekujur tubuhnya:
"Cerukcuk kuning, cerukcuk kuning
Patuklah ubun-ubunku, telingaku,
Leherku, tanganku, kakiku, jari-jariku,
Sekujur tubuhku.
Biar tubuhku penuh emas berlian"
Burung cerukcuk hinggap ditubuh Bawang dan mematuknya. Namun bukan emas berlian yang tumbuh, melainkan luka parah disekujur tubuhnya. Bawangpun mati ditempat itu juga. Kejahatan dan keserakahan Bawang mengakibatkan petaka baginya.
Monday, May 16, 2005
Bootsie Barker bites -- Barbara Bottner
Deskripsi buku:
Bootsie Barker bites -- Barbara Bottner
Bootsie Barker hanya ingin permainan yang dia bisa mengigit. Hingga suatu hari temannya memiliki ide permainan yang lebih baik.
Review:
Cerita ini menceritakan bagaimana seorang anak mengatasi kenakalan temannya dengan kecerdikan. Disini pembaca menempatkan diri sebagai 'aku' yang menjadi teman baru Bootsie. Diawali dengan kunjungan Bootsie dan ibunya kerumahku. Ibu Bootsie sering mengajak Bootsie bermain kerumahku. Ibu Bootsie dan ibuku berteman baik. Usiaku dan Bootsie juga sebaya. Ibu-ibu kami berharap kami bisa berteman baik.
Pertama-tama kami bermain pesta teh sambil makan donat dan strawberi. Lalu aku mengajaknya kekamarku dan mencoba menarik perhatian Bootsie dengan mengajaknya melihat buku kura-kura. Tapi Bootsie tidak suka kura-kura. Dia bilang: "Kamu kura-kura, dan aku adalah dinosaurus pemakan kura-kura!" Dan Bootsie menggigitku. Ketika Bootsie dan ibunya pulang, aku bilang ke ibuku kalau aku tidak suka main dengan Bootsie. Tapi ibuku bilang aku harus bisa bergaul dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda. Malam itu aku bermimpi Bootsie pindah rumah ke tempat yang jauuuuhhhh... Dan tidak kembali lagi.
Namun Bootsie tidak kemana-mana, bahkan keesokan harinya Bootsie dan ibunya datang lagi. Kali ini aku mengajak Bootsie melihat piaraan salamander milikku. Namun Bootsie tidak suka salamander. Dia bilang: "Kamu salamander, dan aku adalah dinosaurus pemakan salamander!" Dan aku digigit lagi. Ketika hendak pulang, Bootsie bilang: "Besok kamu jadi cacing!" Malam itu, aku bermimpi Bootsie terlempar jauh ke luar angkasa, dan aku tidak bisa menolongnya.
Pagi hari sewaktu sarapan, ibuku bilang dia punya kejutan untukku. Bootsie akan menginap beberapa hari dirumah kami, sementara orang tuanya pergi ke Chicago. Aku bilang aku: "Aku tidak suka bermain dengan Bootsie, dia suka mengigitku". Yang ibuku bilang cuma: "Kalau begitu, katakan pada Bootsie bahwa kau ingin bermain yang lain" *sigh* Aku pergi ke kamarku untuk berfikir. Tiba-tiba bel pintu berbunyi, Bootsie telah tiba.
Pintu kamarku terbuka. "Halo cacing kecil", kata Bootsie. Aku bilang: "Maaf Bootsie, aku bukan cacing kecil, aku adalah Paleontologist. Kamu tau apa yang mereka lakukan? Mereka berburu tulang-tulang dinosaurus! Kamu mau bermain itu?" Bootsie lari keluar dan mengejar orang tuanya. Dia minta ikut pergi ke Chicago. Ibunya berusaha membujuk dengan mengatakan bahwa ia akan lebih senang tinggal disini dan bermain denganku, tapi Bootsie terus menangis sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk membawanya. Malam itu aku tidak perlu bermimpi lagi Bootsie pergi jauh naik roket!
Dengan ilustrasi yang bagus, cerita sederhana ini sangat menarik untuk dibacakan ke anak-anak. Selain bisa mengajarkan anak supaya tidak menjadi anak yang suka mengigit **selain gigit makanan**, cerita ini juga membantu anak-anak yang suka diganggu temannya, bahwa mereka tidak sendiri. Dan ada cara mengatasi itu semua. Diatas segalanya, tunjukkan bahwa kita sebagai orang tua peduli dan menyayangi mereka. No matter what ;)
Thursday, May 12, 2005
Alligators and crocodiles -- Lesley Dow
Deskripsi buku:
Alligators and crocodiles -- Lesley Dow
Mengenalkan kita pada buaya, deskripsi biologis, habitat, gaya hidup dan sejarahnya.
Review:
Tiap kali kita mendengar kata buaya selalu menghasilkan imej yang menyeramkan. Tapi apakah mereka se-menyeramkan itu? Asal muasal mereka bisa ditelusuri sampe ke jaman dinosaurus lho. Buaya yang kita lihat dikebun binatang adalah bukti nyata dari kesuksesan mereka melalui berbagai proses evolusi.
Buaya terdiri dari 22 species, dengan berbagai macam nama sebutannya: alligators, crocodiles, caimans, gharials, dan buaya dalam bahasa Indonesianya. Sejarah buaya dapat ditelusuri hingga 200 juta tahun yang lalu. Trus gimana mereka bisa survive? Menurut para ilmuwan, kira-kira 65 juta tahun yang lalu ketika ada ledakan hebat, entah itu dari meteor atau letusan gunung berapi, banyak hewan yang punah, namun hewan yang hidup diair tawar termasuk buaya berhasil bertahan.
Panjang buaya berbeda-beda tergantung spesiesnya. Ada yang panjangnya 1,5-2 meter, ada yang 3-4 meter, ada pula yang 5-7 meter! Bayangin kalo ketemu buaya sepanjang 7 meter! Cara mereka mendapatkan makanan juga berbeda-beda. Ada yang meng'getok'kan kepalanya ke air untuk memukul mangsanya, ada yang berenang pelan-pelan dengan melengkungkan ekornya seperti jala dan menggiring ikan, ada pula yang nyangkutin ekornya ke dahan dan menurunkan rantingnya pelan-pelan mengarahkan anak-anak burung yg ada disangkar kemulutnya seperti yang dilakukan buaya di sungai Nil. Pinter ya mereka?
Buaya adalah perenang yang hebat. Menurut ilmuwan, anak buaya sanggup hidup tanpa makan hingga 4 bulan, dan buaya dewasa bahkan sanggup bertahan selama 2 tahun! WOW gak sih? Buaya bertelur dan induknya nungguin telur itu hingga menetas. Kalo telur burung kan didudukin biar tetep hangat oleh induk burung, kalo telur buaya nggak didudukin, makanya gak ada perlindungan dari cuaca. Kadang ada telur yang susah pecah, hingga mesti dibantu oleh induknya untuk mecahin cangkangnya. Namun ada juga telur yang tidak menetas karena bayi buaya sudah keburu mati didalam telur. Atau sering juga telur buaya itu dicuri oleh kadal raksasa yang lapar. Bener lho ada kadal raksasa, mungkin seperti komodo kali ya?
Tau gak kalo semut juga bisa membunuh buaya lho! Caranya: mereka ngikutin bau dari telur yang dah busuk, trus semut-semut itu bisa lho gerogotin telur dan masuk ke dalamnya, trus membunuh bayi-bayi buaya yang ada didalam telur itu. Trus musuh buaya yang paling besar adalah ular anaconda. Dan tentu juga manusia. Meskipun buaya lebih besar dari manusia, tapi manusia selalu punya cara untuk membunuh buaya untuk diambil kulitnya, atau telur-telurnya juga banyak yang diambil untuk dijadikan obat.
Buaya itu bersuara juga lho! Mereka berkomunikasi melalui suara, bahasa tubuh **taela** melalui bau dan sentuhan. Suara yang mereka keluarkan bisa suara tenggorokan: "roaarr" gitu, atau suara mulut mereka yang dibuka tutup, menghentakkan kepala ke air, ada pula yang berkomunikasi dengan membuat gelembung udara didalam air.
Tapi sekarang 17 dari 22 spesies buaya sudah mulai terancam punah. Mereka terancam punah karena diburu, kehilangan habitat, atau pencurian telur-telur. Mereka juga tidak terlindungi dengan baik di taman-taman nasional dan tidak banyak jenis mereka yang diternakkan agar mereka tidak punah. Duh, kalo gak ada buaya lagi di dunia ini, gak seru dong ya? Masa ke kebun binatang liatnya gajah atau burung terus? Meskipun dikebun binatang buaya itu seringnya cuma tiduran aja, tapi percaya deh kandang buaya itu selalu ramai dikunjungi orang.
Monday, May 09, 2005
Matreshka -- Becky Hickox Ayres

Deskripsi buku:
Matreshka -- Becky Hickox Ayres
Kisah seorang gadis kecil bernama Kata, yang diselamatkan oleh boneka kayunya ketika ia ditangkap oleh Baba Yaga.
Cerita lengkap:
Cerita rakyat dari Rusia ini menceritakan tentang Kata, gadis kecil yang tinggal dengan kakeknya didalam hutan. Pada suatu hari Kata bertemu dengan seorang wanita tua ditengah jalan yang meminta makanan. Kata memberikannya roti, lalu wanita tua itupun memberikan boneka dari kayu untuknya. Katanya: "Terimalah boneka kayu ini sebagai tanda terima kasihku. Boneka ini aku ukir dan warnai sendiri, namanya Matreshka". Kata menyimpan boneka itu didalam sakunya, lalu ia pun meneruskan perjalanan ke kota untuk menjual sendok dan mangkuk kayu buatan kakeknya.
Namun dalam perjalanan tiba-tiba salju turun dan Kata tidak bisa melanjutkan lagi ke kota. Selama berjam-jam Kata berjalan, tidak dapat menemukan jalan krn salju yang tebal, hingga akhirnya ia melihat sebuah rumah. Rumah yang sangat aneh, karena rumah itu berdiri diatas kaki ayam raksasa. Kata mengetuk pintu dan dibuka oleh seorang wanita tinggi dan kurus. Wanita itu bernama Baba Yaga. Dia mempersilahkan Kata masuk dan memberikan secangkir teh hangat. Lalu Kata dipersilahkan untuk beristirahat di kamar.
Namun ketika esoknya Kata bangun, pintu kamar ternyata terkunci. Kata berteriak minta tolong, Baba Yaga muncul dan menertawainya. Ternyata Kata dikurung didalam kamar itu untuk dijadikan santapan Baba Yaga. Kata berusaha membuka pintu, namun tidak berhasil, lalu ada suara kecil: "Biar aku yang coba". Ternyata suara boneka kayu yang ada disaku Kata. Lalu Kata mengangkat Matreshka ke lubang pintu, dan boneka itu turun untuk membuka kunci. Lalu merekapun lari. Namun banyak pintu yang bentuknya sama. Kata berkata ke Matreshka: "Seandainya kamu lebih kecil pasti bisa menyelinap dibawah pintu dan mencari jalan keluarnya" Lalu Matreshka berputar 3x, boneka itu terbuka, dan keluarlah boneka Matreshka kedua yang lebih kecil, yang lalu menyelinap ditiap pintu untuk mencari jalan keluar.
Lalu mereka berlari kearah pintu gerbang. Namun pintunya terkunci dan kali ini tidak ada kuncinya. Boneka Matreshka kembali berputar 3x dan terbuka, kemudian keluar boneka Matreshka yang lebih kecil lagi. Boneka ketiga ini berhasil membuka kunci dan Kata mengambil ketiga bonekanya dan lari ke hutan. Namun Baba Yaga dekat sekali dibelakang mereka sehingga bisa membaca mantra ntuk menghentikan mereka. Lalu Baba Yaga melingkarkan tali ajaib disekeliling mereka sehingga mereka tidak bisa lari. Lalu Matreshka ketiga berputar 3x dan keluarlah Matreshka keempat yang lalu merangkak kedalam lubang tikus dan berhasil keluar untuk membuka tali ajaib itu. Namun Baba Yaga keburu melihatnya, dan menghentikan Matreshka keempat. Baba Yaga sangat marah! Dia berkata akan memakan Kata saat itu juga. Ketika Baba Yaga akan mengucap mantra, Matreshka keempat berputar dan keluarlah Matreshka terakhir. Matreshka kelima ini sangat kecil, dia naik keatas baju Baba Yaga dan berbisik ditelinganya, mengacaukan mantra yang sedang diucapkannya. Tiap kali Baba Yaga mengucapkan mantra, Matreshka kelima berbisik, dan sihirnya tidak berfungsi. Sampai akhirnya Baba Yaga murka dan mengucapkan mantra terakhir dengan Matreshka kelima masih ditelinganya berbisik: "Floppity, moppity, grin and grog. Baba Yaga is now a frog!" Dan berubahlah Baba Yaga menjadi seekor kodok!
Akhirnya Kata berhasil pulang kerumahnya, dan selalu bermain dengan kelima boneka kayunya. Meskipun Kata tidak pernah nyasar ke dalam hutan lagi, namun ia selalu membawa boneka Matreshka didalam sakunya kemanapun ia pergi, untuk berjaga-jaga.
Review:
Boneka Matreshka ini sangat terkenal. Boneka yang bisa dibuka, lalu didalamnya ada boneka lagi, dan lagi. Lima boneka didalam 1 boneka. Benar-benar unik. Dengan ilustrasi yang menarik oleh Alexi Natchev, buku ini menceritakan kisah boneka Matreshka dengan indahnya. Dibawah ini rumah Baba Yaga.

Yang menarik untuk disimak, rhymes yang dinyanyikan oleh boneka Matreshka. Lagu ini dinyanyikan oleh boneka Matreshka tiap kali hendak berputar dan keluar boneka yang lebih kecil. Ini rhymesnya dalam bhs.Inggris:
"Matreshka, Matreshka, I'm oh so small,
But not the smallest one of all"
Rhymes ini bisa diajarkan ke anak-anak, dan tiap kali boneka akan berputar, dinyantikan bersama-sama! Pasti jadi tambah rame. Mungkin edisi terjemahan bebasnya gini kali ya:
"Matreshka, Matreshka, aku memang kecil,
Tapi masih ada yang lebih kecil"
Tuesday, April 19, 2005
Pangeran Katak

Deskripsi buku:
Pangeran Katak -- Dongeng Klasik Indonesia
Cerita rakyat dari Bali. Pada waktu dilanda musim kemarau, Dewa kegelapan hendak menguasai negeri Bali, namun Pangeran Putu Oka datang untuk menyelamatkan negerinya dari kehancuran. Untuk itu dia bersedia diubah menjadi seekor katak.
Review:
Cerita rakyat dari Indonesia tidak terhitung jumlahnya. Semua mengajarkan nilai-nilai moral dan etika pada kita semua yang mendengarkan. Tidak terkecuali kisah si Pangeran Katak ini. Banyak versi Pangeran Katak yang sudah kita dengar. Ada yang berubah setelah dicium putri cantik, ada pula yang dijadikan parodi setelah dicium malah sang putri yang berubah jadi katak.
Kisah Pangeran Katak yang satu ini berasal dari Bali. Kisahnya diawali dengan musim kemarau yang berkepanjangan di negeri Pulau Dewata tersebut yang disebabkan oleh ketamakan dan ketidakpedulian rakyat kepada sesama mereka. Mereka pun lupa untuk bersyukur kepada Dewata, hingga akhirnya mereka dihukum oleh Dewata.
Dalam situasi seperti itu, datanglah dewa kegelapan yang hendak menguasai tanah Bali. Namun seorang pangeran yang gagah berani bernama Oka datang untuk menghalangi. Dewa kegelapan bersedia membuat kemarau pergi dari negeri itu, dengan syarat Pangeran Oka bersedia mengorbankan dirinya menjadi seekor katak besar yang buruk rupa, untuk membuktikan bahwa manusia tidak lagi punya rasa belas kasih terhadap sesama. Dia akan berubah wujud kembali jika ada seorang yang melakukan satu perbuatan dengan tulus tanpa mementingkan dirinya sendiri.
Pangeran Oka bersedia, dan diapun diubah wujudnya menjadi seekor katak. Tiap hari katak itu berbunyi untuk memanggil hujan dan akhirnya hujanpun turun. Namun Pangeran Oka tetap berwujud katak. Hingga suatu saat dia menolong seorang putri raja yang congkak utnuk mengambil selendangnya yg terjatuh kedanau kecil. Putri itu tidak mau menepati janjinya untuk menjadi teman sang Katak. Katakpun pergi meninggalkan Bali, dan kemarau kembali melanda. Putri berkelana mencari sang katak untuk kembali meminta bantuannya. Kali ini dengan janji yang sungguh-sungguh akan menepati kata-katanya sendiri.
Demikianlah akhirnya sang katak membantu menurunkan hujan kembali. Namun bagaimana caranya hingga sang katak berubah wujud lagi? Apakah dengan ciuman dari sang putri? Ataukah cerita rakyat satu ini punya ending yang berbeda? Cuma satu cara untuk mengetahuinya: "baca" :p
Friday, April 15, 2005
Shark -- Miranda MacQuitty

Deskripsi buku:
Shark -- Miranda MacQuitty
Menggambarkan karakter fisik, karakteristik, tingkah laku, dan siklus kehidupan dari berbagai jenis ikan hiu, dalam teks dan gambar.
Review:
Ikan hiu, hewan pemangsa yang paling ditakuti dilautan. Bahkan manusia pun diserang oleh hewan agresif ini. Didalam buku seri 'eyewitness' ini, pengarang mendeskripsikan berbagai jenis ikan hiu, juga species ikan lainnya yg masih dalam keluarga hiu, seperti ikan lumba-lumba dan paus.
Dideskripsikan lewat foto, gambar dan text, buku ini menjelaskan siklus kehidupan, habitat, dan kebiasaan ikan hiu. Namun seganas apapun ikan hiu, tetap saja mereka kalah oleh manusia. Banyak spesies mereka yang hampir punah karena diburu manusia. Minyak yang berasal dari tubuh ikan hiu diproduksi untuk menghasilkan uang bagi manusia, dagingnya pun tidak ketinggalan menjadi menu istimewa bagi penggemar sea food.
Ada yang pernah coba sup hiu? ;)
Thursday, April 14, 2005
Witches & magic-makers -- Douglas Hill

Deskripsi buku:
Witches & magic-makers -- Douglas Hill
Menggambarkan praktek, ritual, dan peran penyihir dan orang sakti lainnya diseluruh dunia, sepanjang sejarah.
Review:
Dalam imajinasi kita, penyihir itu penampilannya menakutkan, selalu memakai jubah dan topi kerucut berwarna hitam-hitam, tongkat sihir, atau sapu terbang, membuat ramuan di sebuah kuali besar, dan mengumpulkan berbagai macam jenis tanaman bahkan memasukkan kodok untuk bahan ramuan sihir mereka.
Dengan ilustrasi yang sangat menarik, buku ini memperkenalkan berbagai jenis dandanan penyihir yang sering terlihat, baik dalam film maupun penyihir jaman dahulu kala. Perlengkapan yang digunakan penyihir, ramuan yg mereka buat, dan berbagai macam souvenir yang dibuat bagi orang-orang yang menyukai dunia sihir.
Dengan penelitian yang cukup mendalam tentang dunia sihir, buku ini akan menarik perhatian pembaca, ditambah pula bahan referensi yang dilampirkan dihalaman belakang untuk pembaca yang ingin menambah wawasan tentang dunia penyihir.
Wednesday, April 13, 2005
King Cole's castle -- Colin & Moira Maclean

Deskripsi buku:
King Cole's castle -- Colin & Moira Maclean
Band kerajaan pergi untuk bermain musik ditempat lain. Raja Cole berusaha memainkan musiknya sendiri, namun gagal. Semua instrumen musik dicobanya, namun rakyat memohon kepada Raja untuk berhenti bermain musik. Akhirnya Raja sedih dan jatuh sakit. Namun kemudian anggota band kerajaan kembali, dan membuat Raja bahagia lagi.
Review:
Diambil dari nursery rhymes, kisah ini menceritakan bagaimana band kerajaan merasa bosan karena harus memainkan lagu 'Clementine' setiap hari. Bahkan dalam sehari mereka bisa memainkan lagu itu sebanyak 99x. Rasa frustasi itu membuat mereka mumutuskan untuk pergi dan bekerja untuk sebuah sirkus.
Sejak kepergian band nya, Raja Cole merasa kesepian. Karena Raja Cole orang yang periang, dia mencoba main musik sendiri. Namun sayangnya, Raja Cole tidak bisa memainkan alat musik apapun. Setiap kali Raja mencoba satu alat musik, suara yang dihasilkan membuat setiap orang yang mendengar ingin menutup telinga.
Putus asa karena tidak bisa memainkan alat musik, dan bernyanyi, Raja Cole jatuh sakit. Semua obat tidak ada yang bisa menyembuhkannya karena sakit Raja ini unik. Beliau sakit karena sedih. Pada akhirnya band kerajaan kembali, dan Raja kembali riang. Mengapa band kerajaan memutuskan untuk kembali lagi?
Karena ternyata di sirkus merekapun hanya diminta memainkan lagu 'Clementine' tiap hari. Mereka lebih memilih memainkan lagu tersebut untuk Raja Cole yang mereka cintai.
Tuesday, April 12, 2005
The 20th century children's book treasury -- Janet Schulman

Deskripsi buku:
The 20th century children's book treasury : celebrated picture books and stories to read aloud -- selected by Janet Schulman
44 cerita anak karya penulis ternama, yang dirangkum dalam 1 buku.
Review:
Cerita anak yang digabung dalam satu volume ini sangat bagus untuk dibacakan sebelum tidur. Seperti kita semua tahu, mendongeng adalah kegiatan yang paling disukai anak. Selain mendongeng, membaca buku juga bisa membawa anak ke dunia imajinasi mereka.
Buku dengan ilustrasi indah, cerita menarik, akan membuat anak suka membaca. Dan buku ini menyediakan stok 44 cerita dalam 1 buku. Sangat memudahkan karena dibagi dalam 3 kategori cerita: mudah, sedang, dan sulit.
Mudah: banyak gambar, sedikit text. Biasanya text cerita hanya sebaris-sebaris saja atau malah tidak ada sama sekali. Ceritanya lebih difokus ke gambar. DItandai dengan gambar buku merah.
Sedang: gambar banyak, textnya juga banyak. Biasanya text cerita diberikan dalam beberapa baris saja. Cerita masih fokus ke gambar. Ditandai dengan gambar buku hijau.
Sulit: Sulit disini dalam arti gambar sedikit, textnya banyak. Nah, dikategori ini anak dituntut lebih berkonsentrasi pada cerita yang dibacakan. Ditandai dengan gambar buku biru.
Orang tua bisa menyesuaikan kemampuan anak dengan melihat tanda-tanda ditiap cerita. Jika masih kecil mungkin yg mudah dahulu, kalau sudah besar bisa dibacakan cerita yang bertanda buku biru.
Thursday, April 07, 2005
Charlotte -- Janet Lunn

Deskripsi buku:
Charlotte -- Janet Lunn
Kisah nyata seorang gadis bernama Charlotte Haines, yang diusir dari rumahnya pd th 1783 sewaktu berumur 10th oleh ayahnya. Ayahnya Charlotte pendukung American Revolution, sementara Pamannya mendukung golongan Loyalist.
Review:
Berdasarkan kisah nyata, cerita ini dibuat untuk mengenang Charlotte Haines. Seorang perempuan yang pada jaman revolusi di Amerika mengalami nasib malang karena diusir dari rumahnya oleh ayah tercinta.
Diawali oleh persahabatan antara Charlotte dan saudara-saudara sepupunya, buku ini menceritakan bagaimana revolusi membuat keluarga terpecah belah. Ayah Charlotte melarang Charlotte bermain lagi dengan sepupunya, karena ayah mereka memiliki prinsip yang berbeda. Namun disekolah Charlotte dan sepupunya selalu menyempatkan diri untuk bersama.
Hingga satu kesempatan Charlotte mendengar keluarga sepupunya akan pindah ke New York, Charlotte tak tahan lagi dan pergi ke rumah pamannya tersebut untuk mengucapkan selamat tinggal. Namun ketika Charlotte pulang ayahnya sudah menunggu didepan pagar rumah dan melarangnya masuk. Charlotte diusir karena tidak patuh pada ayahnya yang sudah melarangnya kerumah pamannya itu.
Akhirnya Charlotte kembali kerumah pamannya dan ikut mereka ke New York. Hingga masa tuanya, Charlotte tidak pernah melihat keluarganya lagi. Kisah sedih ini didukung oleh ilustrasi yang terkesan muram namun tidak melupakan detail gambar yang indah.
Wednesday, April 06, 2005
Precious cratures A to Z -- Stuart A. Kallen

Deskripsi buku:
Precious Creatures A to Z -- Stuart A. Kallen
Buku ini ngebahas asal muasal dan kebiasaan hewan-hewan --dari Anteater sampe Zebra-- juga hewan yang hampir punah, dan usaha yang perlu dilakukan untuk melestarikan mereka.
Review:
Banyak anak yang tidak tau apa itu Anteater (Pemakan semut), atau apa itu Hippopotamus (Kuda nil). Kebanyakan mereka mengenal hewan yang umumnya sering dijumpai disekitar, atau di kebun binatang.
Hewan seperti Anteater, Bison, atau Walrus, jarang dilihat. Didalam buku ini hewan-hewan tersebut dideskripsikan melalui foto. Disana dibahas pula kebiasaan para hewan tersebut, apa yang mereka makan sehari-hari, bagaimana mereka bertahan hidup, dan lain sebagainya.
Kebanyakan hewan-hewan tersebut bisa dibilang hampir punah. Banyak cara dilakukan untuk melestarikan mereka, termasuk menempatkan mereka dikebun binatang. Namun ada hal lain yang kita semua dapat lakukan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan kita, terutama menjaga hutan yang menjadi tempat tinggal asli mereka. Karena bagaimanapun, hewan-hewan tersebut lebih baik hidup dialam bebas, bukan?
Thursday, March 31, 2005
Hey Diddle Diddle -- Tomie de Paola

Deskripsi buku:
Hey Diddle Diddle and other Mother Goose rhymes -- Tomie de Paola
Berisi 48 lagu Ibu Angsa yang paling disukai anak-anak.
Review:
Lagu-lagu anak didalam buku ini sering dinyanyikan di dalam film anak-anak Barat, seperti Barney. Disertai ilustrasi untuk tiap rhymes, membuat buku ini menarik, dan memudahkan orang tua yang membacakan buku ini untuk anak mereka, meskipun mereka belum pernah mendengar lagu tersebut sebelumnya.
Lagu anak di Indonesia tidak sedikit jumlahnya. Namun saya belum menemukan lagu anak-anak tersebut dikemas sedemikian menarik seperti buku nursery rhymes. Jika ada lagu anak yang dibukukan seperti ini, saya lebih memilih lagu anak Indonesia dibanding nursery rhymes lagu anak-anak Barat yang lagunya pun belum pernah saya dengar.
Bukankah kita semua sering mendengar lagu "cicak-cicak di dinding"?
Subscribe to:
Posts (Atom)








