Tuesday, May 12, 2009

Ocehan si Mbot: Gilanya orang kantoran -- Agung Nugroho

Ocehan Si Mbot: Gilanya Orang Kantoran Ocehan Si Mbot: Gilanya Orang Kantoran by Agung Nugroho



My review

rating: 3 of 5 stars

Giling... bener-bener giling! Ceritanya kocak abis..

Di bab awal sempet rada-rada gimanaaa gitu pas mbot cerita soal gimana dia sebagai tukang psikolog di psikotes. Dengan menjabarkan berbagai macam tes yang terbaru, dan gimana dia di tes dengan tes jadul, sempet mikir: ya emang beginilah Indonesia tercinta, apalagi yang namanya badan pemerintah, mana bisa sih menyediakan alat tes terbaru yang pastinya muahal tenan. Adik gw yang kerja di konsultan juga pernah bilang alat test utk psikotes yang mereka gunakan biasanya beli dari luar dan harganya gila-gilaan. Mana mungkin laaahhh kalo bukan swasta pake alat test semahal itu.

Tapi makin dibaca, beberapa cerita ada yang bikin gw ketawa, beberapa cerita lagi bikin gw ngakak. Terutama saat dibahas imel tentang indomie yang mengandung plastik. Gw pernah dapet tuh imel!!!

Tulisannya asik dibaca, dan meskipun gw nggak termasuk salah satu makhluk kubikel, gw bisa ngebayangin gimana kehidupan di kubikel-kubikel tersebut. Thanks to some sinetron or movie yang menggambarkan suasana perkantoran yang membiarkan ada sekat diantara kita.

Anyway, buku ini kocak abis dan gw senang telah membacanya :D


View all my reviews.

Monday, May 11, 2009

Once upon a time, the end (asleep in 60 seconds) -- Geoffrey Kloske

Once Upon a Time, the End (Asleep in 60 Seconds) Once Upon a Time, the End by Geoffrey Kloske



My review

rating: 4 of 5 stars

Huahahhaa!!! buku yang sangat kreatif! dan lucu.. :D


Jadi ada seorang ayah yang capeeekk tenan abis pulang kantor kali ye? Sebelum tidur anaknya selalu minta dibacain buku cerita. Nah, secara malam itu si ayah lagi capek-capeknya, dia bacainlah cerita dengan banyak korting disana-sini. Walhasil, cerita cepet kelar, dan si anak (semoga) bisa cepet tidur.

Mo denger salah satunya? Ini tentang putri yang nggak bisa tidur krn ada kacang di kasurnya (tau kan cerita ini?)


Princess Pea

Every young girl wanted to marry the prince.

To find a princess, the prince's mother put a pea under the mattress to see how each would sleep
They all sleep soundly, except one--she was so sensitive, she had not slept well.

And so she married the prince


Is there a pea under your bed?

Then what's your excuse?

Go to bed



Huahahaha! Ini versi desperado kalo dah ngantuk berat :D Ngaku deh, pasti pernah melakukan hal ini kan? Mengkorting cerita supaya cepet kelar? Secara anak-anak nggak kenal yang namanya to be continued :p Well, I did.

Tau cerita The Wizard of Oz? Buku itu tebeeell tenan! Pake gambar yang menarik pula sehingga harus diliat satu persatu. Untungnya cerita itu dalam bahasa Inggris, jadi yang didongengin nggak ngikut baca, jadi kalo gw korting kata-katanya nggak ada yang ngeh. Paling pertanyaannya: "kok udah dibalik aja? Kan tulisannya banyak." *teler*

Anyway, back to the story, karena si anak nggak mau tidur-tidur juga, si ayah akhirnya ngarang riddle nya sendiri:


Hey Diddle Diddle

Hey diddle diddle, the cat and the fiddle

The cow jumped over the moon

If you don't fall asleep,

I'll run screaming from the room

--

Riddle One

Why did the chicken cross the road?

To go to sleep

--

Riddle Two

Knock-knock.

Who's there?

Bed.

Bed who?

Bedder go to sleep.


:D

View all my reviews.

Sunday, May 10, 2009

What Does Peace Feel Like? -- Vladimir Radunsky

What Does Peace Feel Like? What Does Peace Feel Like? by Vladimir Radunsky


My review

rating: 3 of 5 stars

Peace. What does that word really mean? Ask children from around the world, and this is what they say...


What does peace smell like?

Like a bouquet of flowers in a happy family's living room, like pizza with onions and sausage that just came out of the oven...


What does peace look like?

Like a cat and a dog curled up together in a basket, like new babies just born yesterday...


What does peace sound like?

Like a silent day, like raindrops falling, like no bad words...


What does peace taste like?

Like vanilla ice cream, chocolate ice cream, like sweet, like your favorite food times two...


What does peace feel like?

Like hugs your friends give you when you cry, like someone stroking your back; you shiver a little, but it's a wonderful feeling...


And all the questions were answered by little children from age 8 to age 10, with wonderful illustrations. At the very back cover, the list of words of peace in every language, including in Bahasa: Damai.


View all my reviews.

Metropolis -- Windry Ramadhina

Metropolis Metropolis by Windry Ramadhina



My review

rating: 4 of 5 stars

I really like it!!! bener-bener sukaaa...!

Gw ngebayangin kisah the Godfather ketika membaca buku ini; hubungan antar geng mafia narkotika, persaingan mereka, perebutan wilayah, semua dipaparkan dengan baik oleh Windry. Risetnya pasti gila-gilaan mengingat plot dan jalan cerita yang jauh dari klise. Ceritanya mengalir dengan asik dan tiap muncul karakter baru, diceritain latar belakang si karakter jadi cepet nyambungnya. Alurnya cepat dan enak untuk diikuti.

Gw specially suka sama karakter Bram (hehe, who doesn't) gw ngebayangin dia inspektur polisi yang ganteng (nggak terlalu klimis, please), cool dan pintar, sesuai deh sama kriteria co idaman. Dan asiknya lagi, si Bram ini meskipun terlihat sempurna, dia sebenernya nggak sempurna-sempurna banget. Dia di cap sebagai polisi kotor. But it's okay, I still like him anyway :) Kira-kira bakal ada buku lagi tentang Bram gak ya? *ngarep*

Karakter lainnya di dalam novel ini juga kuat dan masing-masing menonjol dengan porsinya yang pas. Buku ini termasuk salah satu buku yang berhasil membuat gw begadang karena penasaran.

Thumbs up for you Windry!!


View all my reviews.

Friday, May 08, 2009

Sky Burial (Pemakaman Langit) -- Xinran

Sky Burial (Pemakaman Langit) Sky Burial by Xinran


My review

rating: 4 of 5 stars


A beautiful story, beautifully written, and beautifully translated. Rasanya membaca buku ini membawa kita ke alam pegunungan Tibet, serta ikut merasakan kedinginan, kepanasan, dan berbagai musim di sana.

Ketika lembaran terakhir buku ini ditutup, cuma bisa menarik nafas dan mikir: "Kok bisa sih dia nulis cerita sebagus ini?" jadi pengen baca versi english nya, mungkinkah ceritanya akan lebih bagus? Tapi penerjemahannya sangat indah kok, sama sekali tidak mengecewakan.

Anyway, kisah ini dimulai dengan keinginan yang kuat dari Shu Wen untuk mencari suaminya yang baru beberapa minggu menikah dengannya. Kejun, sang suami yang berprofesi sebagai dokter, dikirim ke Tibet untuk membantu tentara pembebasan rakyat yang sedang bertempur. Sebagai warga yang baik tentu saja Kejun menerima penugasan itu.

Tapi kemudian Wen menerima kabar bahwa suaminya meninggal, dan tak ada informasi lain mengenai kematiannya, penyebabnya, dan dimana jasadnya. Wen pun bertekad mencari suaminya ke Tibet. Dengan profesinya sebagai dokter, mudah baginya untuk bisa pergi ke sana dengan pertimbangan keahliannya bisa membantu tentara yang terkena penyakit ketinggian.

Tapi ketika sampai di Tibet, Wen justru terpisah dari kesatuannya, dan berkelana dengan teman barunya. Di sini sempet mikir, kok bisa kesatuannya nggak nyariin dia? Secara dia kan perempuan, masa dibiarkan aja berkeliaran tanpa pengawalan? Apa separah itu keadaan di sana, sehingga menghilang sedikit dianggap mati dan tak perlu dicari?

Anyway, 'petualangan' Wen dalam mencari kekasih sejatinya tidak terhenti setahun-dua tahun, namun berlanjut hingga puluhan tahun. Karena tak mengerti bahasa lokal dan tak mengerti juga daerah yang dilaluinya, Wen jadi harus hidup selama bertahun-tahun dengan sebuah keluarga Nomadik. Di sini diceritakan bagaimana keluarga tersebut hidup tanpa bantuan dari tetangga (secara nomaden gt loh, mana sempet punya tetangga), gimana mereka menjalani praktek poliandri (Ha! ada juga ternyata kan perempuan yang punya suami banyak?), dan kehidupan religius mereka.

Survey yang dilakukan penulis sepertinya sangat mendalam mengenai orang Tibet, sehingga tanpa terasa sudah separo halaman lebih dan Kejun belum ketemu namun bacaan masih terasa asik. Akhirnya misteri kematian Kejun pun terjawab di bab-bab terakhir, dan sumpe deeh terharu banget bacanyaaa. Wen harus cukup puas melampiaskan kerinduan pada sang suami lewat diary Kejun. Dan mengetahui kisah akhirnya dari seorang pertapa tua. Disini baru dijelasin dengan detil tuh apa sih maksudnya pemakaman langit? Yang ternyata memang pemakaman tanpa dikubur yang melibatkan adegan sadis dari burung-burung pemakan bangkai.

Yang sempat bikin penasaran sebenernya justru kisah Zhuoma dan Tiananmen. Sepanjang akhir cerita setelah mereka bertemu Tiananmen, sebenernya ngarep kalo mereka akan nekad melanggar aturan dan kawin lari or something. Tapi ternyata mereka benar-benar religius dan tidak ada dalam benak mereka untuk melakukan hal yang dilarang agama. Luar biasa!

Thanks to Ncing yang udah minjemin buku ini. Kalo gak harus dibalikin pasti udah gw keep ;)

View all my reviews.

The worry tree -- Marianne Musgrove

The Worry Tree (Pohon Cemas) The Worry Tree by Marianne Musgrove



My review

rating: 3 of 5 stars


Lagi-lagi buku tentang betapa sibuk dan repotnya menjadi anak-anak. Di buku The Retired Kid, diceritakan gimana seorang anak bosan menjadi anak-anak dan memilih untuk pensiun dini.

Di buku ini, karakter utamanya merasa cemas. Banyak hal yang dia cemaskan, mulai dari adiknya yang selalu usil, teman-temannya yang menyuruhnya memilih siapa yang terbaik, belum lagi persoalan ayah dan ibunya yang makin lama makin membuatnya lebih dari cemas, belum lagi neneknya yang susah dibilangin (namanya jg uyut-uyut). Pokoknya hidupnya selalu cemas, cemas dan cemas.

Tapi kecemasannya mulai berkurang sejak ia diperkenalkan oleh Sang Uyut ke hewan-hewan yang ada di pohon cemas. Tentu aja nggak ada yang namanya pohon cemas di penjual tanaman hias. Pohon ini adalah lukisan yang dibuat oleh buyutnya dulu dengan hewan-hewan yang bertengger di tiap cabangnya.

Tiap hewan memiliki keahlian khusus untuk menangani kecemasan: masalah keluarga serahkan pada hewan A, cemas masalah sekolah serahkan pada hewan B, begitu seterusnya (maaf, ingatan buruk kalo harus nginget²)

Sebenernya awalnya gw berharap hewan² itu akan hidup dan berbicara pada dia di malam hari ketika yang lain sudah tidur. Jadi semacam teman hayalan deh, tapi bisa buat curhat. Ternyata nggak... sedikit kecewa sih, tapi itu kan gara-gara imajinasi gw aja yang terlalu liar.

Anyway, ternyata kehadiran hewan-hewan ini sangat membantu Juliet untuk menjalani hari-harinya dengan lebih ringan. Ada satu saat ketika Juliet merelakan kamarnya diambil kembali, gw ikut ngerasa sedih... huu huu huu poor Juliet. Tapi tentu saja happy ending is coming, jadi semua baik-baik saja :D

Btw, buku ini diterjemahkan oleh Ninoez, ketua genk narziz. Good one, Noez! :D

View all my reviews.

Friday, April 24, 2009

Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World -- Fred Pearce

Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World Earth Then and Now: Amazing Images of Our Changing World by Fred Pearce


My review


rating: 4 of 5 stars
A really, really, really good book. Images of our changing world. Each pair of photographs or satellite images has been selected to tell a compelling story--of a melting glacier, an ever-rising cityscape, or a volcanic eruption.



A very cool book! Not much texts which makes it even cooler, and the pictures in this 288 pages of book are amazing! We can see the difference and the changing in our world between 5 years or 10 years, even in one century and present day. Sometimes the images are shocking, but always fascinating.



Pokoknya intinya bagooosss laahh :D


View all my reviews.

Wednesday, April 22, 2009

Haiku in English -- Harold Gould Henderson

Haiku in English Haiku in English by Harold Gould Henderson


My review

rating: 4 of 5 stars


Buat yang pingin tau apa itu Haiku, dan gimana sih cara bikinnya, boleh lah baca buku tipis ini.

Jadi Haiku itu adalah bentuk puisi yang dibikin oleh orang Jepang sejak abad-abad lampau. Tapi sekarang menulis Haiku sudah mulai dilirik oleh orang-orang Barat. Terhitung puluhan ribu orang Amerika sekarang menulis Haiku -- atau paling tidak mencoba untuk menulis Haiku.

Karena minat yang tinggi itulah The Japan Society menerima banyak permintaan informasi mengenai cara penulisan Haiku dalam bahasa Inggris. Secara nggak semua orang bisa kan nulis dalam huruf kanji?

Nah, ada aturan umum dalam penulisan Haiku.

1. Terdiri dari 17 suku kata bahasa Jepang (5-7-5)

2. Mengacu pada alam

3. Mengacu pada satu kejadian khusus (bukan generalisasi)

4. Kejadiannya saat ini, bukan di masa lampau


Begitulah kira-kira aturan umumnya. Sekarang kita bahas satu-satu aturan umum tersebut.


Aturan 1. Mengenai suku kata. Suku kata dalam bhs Jepang berbeda dengan bahasa Inggris (apalagi dalam bahasa Indonesia ya?) Jadi gak mesti strict ngikutin rules ini. Contoh:

Kore wa kore wa to bakari hana no Yoshinoyama



in English:

Oh...! that's all

upon the blossomed-covered

hills of Yoshino.


Disini bentuknya 6-7-5. Jadi sebenernya gak mesti 5-7-5. Memang idealnya begitu karena aturan dasarnya demikian, tapi ada bahayanya juga ngikutin aturan ini secara strict, karena bisa jadi Haiku yang kita bikin gak ada artinya hanya gara-gara mesti ngikutin 5-7-5 rule itu.


Aturan 2. Mengenai alam. Pengacuan ke alam ini tidak selalu langsung. Bisa juga ke musim. Contoh:

Ie wa mina tsue ni shiraga no haka mairi

in English:

A family -- all

leaning on staves and white-haired--

visiting the graves.

'Visiting the graves' disini mengacu pada pertengahan musim panas.

Tapi ada argumentasi kalo musim di Jepang kan beda dengan musim di Amerika. Jadi orang Amerika banyak menulis dengan gaya mereka sendiri. *ngeyel ya?* katanya penggunaan musim dan pengacuan pada alam itu gak praktis. Kalo di Indonesia, musimnya lebih banyak ya? Musim duren, musim mangga, gimana cara bikin Haiku nya?


Aturan 3 & 4. Mengenai satu kejadian dan terjadi saat ini. Meskipun universal, tapi rules 3&4 ini saling terkait. Tapi ada juga yang membuat rule 4 dalam bentuk lampau. Contoh nih bikinan orang Amrik:

That dead tree's branches

I, that clump of weeds, and all

Flowered that summer
.

Bentuknya masa lampau kan? Tapi perasaan terhadap puisi itu -emosinya- adalah sekarang. Intinya sih apa yang kita rasakan saat membuat puisi ini kali ye?

Anyway, membuat Haiku itu sulit-sulit gampang. Kalo sekilas kek lagi belajar jari pintar, tangan menghitung suku kata. Padahal kalo nulis puisi mah bebas aja ya? Gak mesti juga ngikutin aturan aa-bb or whatever. Tapi disinilah uniknya membuat Haiku. Kalo gak pake aturan, apa bedanya dengan berbalas pantun dong? ;)

Yuk coba bikin! Seru kok :D

View all my reviews.

Sunday, April 19, 2009

A great and terrible beauty (The Gemma Doyle trilogy, bk. 1) -- Libba Bray

A Great and Terrible Beauty (The Gemma Doyle Trilogy, Book 1) A Great and Terrible Beauty by Libba Bray

My review
rating: 2 of 5 stars

Kisah diawali dengan pertengkaran antara Gemma dan ibunya, dimana Gemma ingin sekali mengunjungi London, kota asal mereka yang tak pernah dilihatnya, sementara ibunya menentang habis-habisan dengan alasan yang tidak Gemma mengerti.

Ketika akhirnya Gemma berhasil pergi ke London, Gemma tak tahu apakah dia harus gembira atau sedih, karena ibunya (satu-satunya orang yang melarangnya) telah tewas dengan cara yang mengenaskan. Dan Gemma menyalahkan dirinya atas kejadian itu.

Di London, Gemma masuk ke sekolah asrama untuk mempelajari bagaimana menjadi seorang lady. Dan cerita yang gw kira bakal seru, ternyata malah banyak menceritakan kehidupan di sekolah tersebut. Gimana Gemma berjuang untuk bisa survive di sekolah baru, lingkungan baru (yang ternyata nggak terlalu sulit), gimana Gemma akhirnya menjadi bagian dari genk orang populer (dengan mudahnya), dan sentuhan kisah klasik: mengajak seorang anak buangan (murid beasiswa, yatim piatu) ke dalam lingkarang genk populer tersebut. Yep, she's the heroine.

Lalu kisahnya perlahan mulai digulirkan ke takdir Gemma yang adalah seorang penjaga kunci ke pintu 'dunia sana'. Gimana ya bilangnya? Di buku disebut the realm. Gw sebut aja 'dunia sana' ya? Dunia tersebut adalah tempat para spirit (roh) yang terperangkap.

Gemma dan tiga orang temannya masuk ke dalam dunia tersebut (again, dengan mudahnya) dan menemukan taman yang sangat indah. Di sana mereka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Dan tanpa sadar, lembar halaman buku pun mulai menipis, dan gw belum menemukan adegan pertarungan seru. Karena gw pikir, Gemma adalah kunci yang akan membuka pintu dunia tersebut. Harusnya dia sulit dong menjalani hidupnya dengan beban berat tersebut? Terlebih lagi ada dua kubu yang memperebutkannya.

Kubu pertama, adalah satu golongan yang tak menginginkan Gemma membuka pintu ke 'dunia lain' tersebut. Lalu kubu kedua, yang ingin mengambil kekuatan Gemma untuk dirinya. Semua hal tersebut harusnya sudah cukup bisa membuat kehidupan masa remaja seorang gadis menjadi berat, bukan? Tapi Gemma menanggapinya terlalu ringan. Memang ada ketakutan disana, juga kesedihan, tapi kurang terasa. Mungkin di buku kedua akan lebih berasa konfliknya? We'll see :)

Tapi over all, gw suka buku ini. Masih masuk kategori fantasi, dan nggak terlalu berat dengan istilah² yang bikin lidah keseleo dan kening berkerut². Ceritanya ringan dan cukup mengalir.

View all my reviews.

Friday, April 17, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Leli's review

rating: 4 of 5 stars
bookshelves: fiction_historical-fict, indonesian

status: Read in June, 2009



roller coaster emosi yg sempurna,
ga terlalu nungkik.. ga terlalu landai.. maniiiitts....bikin menangis n meringis

martian oh martian..

gud jobh, syl...

Wednesday, April 15, 2009

Honeymoon with my brother -- Franz Wisner

Honeymoon with My Brother Honeymoon with My Brother by Franz Wisner



My review

rating: 3 of 5 stars

Bacanya lumayan asik, cuma karena kepotong-potong jadi gregetnya keburu ilang *salah gw sendiri sih*

Anyway, ini kisah yang sebenernya kocak ya. Seorang pria ditinggal calon istrinya (yang mungkin stress selama pacaran ma pria ini, hahha!) dan memutuskan untuk melanjutkan rencana honeymoonnya bersama sang adik.

Niatnya sih dalam perjalanan dia ingin mengenal lebih dekat sang adik yang selama ini (mungkin) dia ignore. Gimana calon istrinya gak ngerasa diabaikan, wong adiknya sendiri aja gak diperhatiin. Wajarlah kalo Anne mikir seribu kali untuk menikahi pria ini, yang pikirannya cuma di kerja-kerja-dan kerja. Workaholic abis!

Anyway, dalam perjalanan banyak pengalaman yang mereka temui dan asik banget buat diikuti. Misalnya pengalaman memilih makanan di negara yang rata-rata baru mereka kunjungi. Kayaknya di Indonesia mereka ngunjungin daerah Bali and Lombok dan sekitar doang ya? Coba mereka ke Sumut, trus nyobain sate anjing, or ke Menado nyobain sop kucing. Hehehe seru tuh! Indonesia kan nggak cuma kaya ama bahasa dan budaya, tapi juga memiliki keanekaragaman menu makanan :D

Terakhir, makasih buat seorang aki-aki yang udah minjemin buku ini, semoga niatnya mengelilingi dunia bisa segera terkabul. Jangan lupa untuk bikin buku juga nyaingin buku ini ya.


View all my reviews.

Tuesday, April 14, 2009

Positive thinking -- Susan Quilliam

Positive Thinking (DK Essential Managers) Positive Thinking by Susan Quilliam


My review

rating: 4 of 5 stars

Buku psikologi populer, my favorite kind of book.

Selama ini kalo ada yang bermasalah trus curhat atau emosi, kita selalu memberi nasehat: "positif thinking aja deh." Tapi apa sih yang dimaksud positif thinking? Apa bener kita udah mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita? Nggak gampang lho berpositif thinking, secara kadang kita juga punya pembelaan: "gue juga kan manusia!"

Buku ini mencoba memberikan solusi dengan memberikan tehnik-tehnik bagaimana menjadi positif, bagaimana membangun optimisme, cara berkomunikasi yang efektif, bagaimana menjalani hidup dengan penuh percaya diri dan sesuai target kita, dan banyak hal lainnya.

Di dalam buku praktis ini diberikan contoh-contoh kasus dan bagaimana sebaiknya kita mengatasi satu masalah. Misalnya, seorang pria memecahkan vas bunga. Jika wanita bersikap menyalahkan dan menuduh pria tersebut ceroboh, maka otomatis pria tersebut akan defensif dan akhirnya hubungan mereka jadi terganggu. Tapi jika si wanita menghadapinya dengan kalem dan menganggap itu bukan masalah besar, si pria akan otomatis meminta maaf dan hubungan mereka akan tetap baik.

Tapi coba bayangin kalo anak kecil belajar nyuci piring, trus pecah, apa kira-kira yang reflek keluar dari mulut ibunya? "Aduuuhhh udah piring keberapa itu yang pecah? Kamu makan pake daon pisang aja besok!"

Trus diajarkan juga tehnik memuji diri sendiri kalo berhasil mengerjakan satu tugas dengan baik, dan kita dianjurkan untuk memberikan reward (misal beli buku, CD, bunga, makan enak, nonton bioskop) untuk diri sendiri. Bener juga ya? Siapa coba yang kepikiran seperti itu? Ada sih, tapi pasti jarang. Apalagi ibu-ibu, kalo mo nraktir beli baju buat diri sendiri pasti larinya ke baju anak-anak.

Lalu dianjurkan juga buat ibu-ibu yang super sibuk untuk menyediakan waktu buat diri sendiri. Buat nonton film kesukaan, baca buku, atau maskeran. Memang awalnya bakal feeling guilty karena merasa telah mengabaikan keluarga, tapi gak pa-pa nanti juga lewat. Dan ibu yang menghargai waktu buat dirinya sendiri akan lebih menghargai dirinya sendiri, percaya deh!

Trus apalagi ya? Buku ini dilengkapi gambar-gambar yang menarik, ada kuis tentang berapa positif sih kamu? Dan bukunya tipis jadi seperti pocket book gitu deh. Bisa dibawa-bawa buat baca di bis, or di angkot, di ojek juga boleh sih kalo mau.

View all my reviews.

Monday, April 13, 2009

Cooking the Indonesian way -- Kari Cornell and Merry Anwar

Cooking the Indonesian Way: Includes Low-Fat and Vegetarian Recipes (Easy Menu Ethnic Cookbooks) Cooking the Indonesian Way: Includes Low-Fat and Vegetarian Recipes by Kari A. Cornell



My review

rating: 3 of 5 stars

Dibaca pas masuk jam makan siang, dengan suara perut bertalu-talu dan cacing menari-nari didalam minta dikasih jatah makan. Suwer, tambah lapeerrr!

Ada satu resep nih yang gampang, mo coba ah! Bisa dibikin sambil merem lho saking gampangnya! Asal ada yang mendampingi masak tentu saja, kan gak lucu kalo kita yang nyemplung ke penggorengan..

Secara yang bikin org bule, mohon maaf terjemahannya asal-asalan, gak jamin jadi kue ya kalo baca terjemahannya doang *xixixi*

Potato Snowball Cookies / Kue Bola


5 large red potatoes, peeled (ubi kali yah? mosok kentang?)

2 tbsp. flour (2 sdm tepung)

2 eggs (2 telor, ngerti ini mah ya?)

½ tsp. salt (½ sdt garem)

½ tsp. vanilla extract (½ sdt vanili)

½ c. sugar (½ apa tuh? kira-kira aja deh ya gulanya?)

2 tbsp. milk (2 sdm susu cair kali yah?)

1 c. canola oil (minyak goreng lah gw rasa)

1 c. powdered sugar (gula bubuk)



1. Boil the potatoes for 20 minutes, or until they can be easily pirced with a fork. Drain. Use a potato masher or fork to mash the potatoes. Set aside and allow to cool completely. (Rebus ubi sampe empuk, trus dihaluskan, gitu lah kira-kira)

2. In a large mixing bowl, combine flour, eggs, salt, vanilla, sugar, and milk. Stir in the mashed potatoes. (Campur tepung, telor, garem, vanila, gula dan susu, trus campurin ke ubi halus tadi deh)

3. Shape mixture into 1-inch balls (bentuk bola-bola, ukuran terserah aja kali ah) and place on a clean plate (taro di piring bersih? emangnya kita biasa pake piring kotor? idih! gak perlu pake diperjelas gitu kali yee)

4. Heat oil in a wok or large skillet over high heat. The oil is hot enough when a pinch of the potato mixture quickly sizzles to a golden brown (panaskan minyak lah intinya). Use a slotted spoon to carefully lower a few of the potato balls at a time into the hot oil (naro bola ubi pake sendok biar tangannya nggak kecipratan minyak panas, gituu). Cook until golden brown, about 7 to 10 minutes (jangan sampe gosong lah).

5. Remove balls from oil and place on paper towels to cool. Springkle with powdered sugar before serving (taburi dengan gula bubuk sebelum disajikan)

Keknya enak ya? Gampang lagi, buat cemilan sore hari sambil nonton infotainment ditemani secangkir teh panas. Yummy!


View all my reviews.

Sunday, April 12, 2009

The Retired Kid -- Jon Agee

The Retired Kid The Retired Kid by Jon Agee


My review

rating: 3 of 5 stars


Ya ampuunn buku ini lucu banget sih! Idenya itu lho.. kreatip (pake P)


Ada seorang anak, namanya Brian. Tiap hari dia sekolah, belajar, latihan sepak bola, kursus biola, kursus vokal, ngajak anjingnya jalan-jalan, jagain adiknya, belum lagi harus makan sayur. Jadi anak kecil memang sulit!

Maka suatu hari Brian mengumumkan bahwa dia akan pensiun. Tadinya ayah dan ibunya mengira Brian hanya bosan, maka mereka membuat pesta perpisahan buatnya. Tapi ternyata Brian serius, dan dia pergi ke panti jompo, dimana orang-orang tua para pensiunan berkumpul.

Disana kehidupannya menyenangkan. Dia bertemu orang-orang yang menarik, main kartu, main golf, tidur siang yang panjang, mancing, nonton pertandingan, nonton bioskop, pokoke asik dah! Namanya juga panti jompo, kan kehidupan disana hanya santai menikmati masa pensiun.

Tapi setelah tiga minggu Brian stress! Ternyata jadi pensiunan itu harus mendengarkan keluhan orang jompo itu yang sakit kaki lah, liat foto keluarga ibu itu lah (diulang-ulang terus tiap hari ya bosen juga ya?), nonton film dokumenter lah (gak ada cartoon network ya?), belum lagi kelas merajut, dansa sama uyut-uyut, dan yang parah adalah ketika Brian ngedudukin gigi palsu milik Mr Ethel! Duuuhhh gak tahan rasanya!!!

Harvey (salah seorang pensiunan) berkata kalo masa pensiun bikin stress, kita harus memikirkan hari-hari yang indah yang pernah kita jalani. Maka Brian duduk di bawah pohon dan memikirkan masa-masa indahnya dulu: ketika dia nge-gol-in bola ke dalam gawang, ketika nilai matematikanya bagus, ketika mentas dipanggung, membuat adiknya tertawa, dan lain-lain.
Brian memutuskan untuk menyudahi masa pensiunnya dan kembali menjadi anak-anak. Dia berkata ke teman-temannya: "It's hard work being a kid, but guess what? I LOVE MY JOB!"

*nyengir* kalo dipikir iya yah? Jadi anak kecil tuh susah banget. Tiap hariii disuruh makan, disuruh belajar, disuruh mandi, disuruh ini-itu. Semuaaaa serba disuruh dan harus diturutin, kalo nggak...? Hati-hati kena omelan atau yang parah cubitan di paha *Huuhuuhuu*

Kasian juga.


View all my reviews.

Saturday, April 11, 2009

What the world eats -- Peter Menzel & Faith D. Aluisio

What the World Eats by Peter Menzel

My review

rating: 4 of 5 stars

25 keluarga di 21 negara menjabarkan apa yang mereka makan dalam kurun waktu seminggu.

Pernah dapet imel yang isinya foto keluarga dengan persediaan makanan mereka selama 1 minggu? Naahh buku ini menjelaskan foto-foto itu secara gamblang apa yang di makan oleh 25 keluarga di berbagai belahan negara, selama seminggu.

Perbedaan terlihat jelas dari keluarga di negara barat mereka lebih dominan makanan kaleng. Sementara di bagian timur rata-rata dalam supplies mereka ada tepung utk bikin roti.

Buku ini menarik karena dari foto dan keterangan yang ada sangat menggambarkan kehidupan di negara-negara lain yang selama ini kita tidak ketahui, seperti misalnya di Chad, anak-anak pun harus mengambil air yang jaraknya jauuuhh tenan. Sementara betapa beruntungnya anak-anak dalam keluarga Baitons, semua makanan yang disukai anak ada disana (coklat Mars, twirl, caprison).

Masing-masing keluarga juga berbagi resep keluarga. Jadi buat yang hobi masak bisa coba tuh masakan dari berbagai negara.

Interesting!


View all my reviews.

Friday, April 10, 2009

Temporary tattoos -- Erick Aveline

Temporary Tattoos Temporary Tattoos by Erick Aveline

My review

rating: 5 of 5 stars
Keren banget! Cara bikin tato temporer dengan alat-alat make up. Memang buat anak-anak sih. Buat ABG yang lagi doyan-doyannya mencoba hal baru (termasuk bikin tato) buku ini bakal disuka deh, pasti! *sotoy* Di kantor kalo acara UNDAY tiba, pasti dandanan pada aneh-aneh deh. Yakin, pasti buku ini bakal banyak dipinjem.

Di mulai dari pengenalan kosmetik yang digunakan, trus bahan tambahan kek kerang, bindi, hingga materialnya seperti pemotong kertas, cotton buds, alkohol, dll. Pokoknya aman deh buat digunakan siapapun. Namanya juga tato-tatoan.

Trus diajarin juga cara bikin cetakan buat nyetak tato, cara mendesign tato yang kita suka, disediakan juga design yang bisa kita cetak. Juga tempat yang pas buat naro tato-tato itu di tubuh kita (wajah, tangan, kaki, udel, jidat) sesuai dengan tema dan design.

Tema besar dari tato yang ada di buku ini terbagi 5: Nature (matahari, pulau, gelang bergambar daun); International (jewelry India, tato bernuansa suku pedalaman); Astro symbols (zodiak, unicorn); Calligraphy tulisan China, karakter huruf Jepang, Hieroglyph); dan Halloween laba-laba, tato bergambar nenek sihir, kelelawar).

Jadi, kalo pengen punya tato tapi takut gak bisa gonta-ganti karena permanen, atau sakit karena ditusuk-tusuk jarum, bikin aja yang temporary. Dijamin nggak pake sakit, dan gambarnya kalo bosen bisa ganti lagi :D


View all my reviews.

Sunday, April 05, 2009

Golden Compass (movie storybook) -- Kay Woodward

Movie Storybook (Golden Compass) Movie Storybook by Kay Woodward


My review

rating: 3 of 5 stars
Penasaran juga pengen baca kelanjutannya setelah mengikuti petualangan Lyra yang diceritakan dengan terburu-buru di buku berhalaman 48 lembar ini. Ya jelas lah, buku yang aslinya 399 halaman diringkas menjadi 48 halaman pasti terkesan buru-buru.

Ilustrasi yang diambil dari film dengan aktor dan artis pemerannya membuat asik baca buku ini. Gak pa-pa deh ceritanya singkat, sing penting kan dah tau lah inti ceritanya. Tinggal nyari filmnya deh di rental :D

Tapi suwer, jd agak penasaran baca lanjutannya: The subtle knife. Semoga cepet dibikin storybook 48 pages juga biar gak mesti baca yang 326 itu *ngarep*


View all my reviews.

Friday, April 03, 2009

Web of lies -- Anne E. Schraff

Web of Lies (Hi/Lo Passages - Mystery Novel) Web of Lies by Anne E. Schraff

My review

My rating: 2 of 5 stars

Ketika ibunya menjalin hubungan dengan seorang pria setelah ayahnya meninggal, Shane merasa cemburu. Namun bukan hanya kecemburuan itu yang membuatnya berbuat 'aneh' seperti mengorek masa lalu pria tersebut. Shane, sebagai anak laki-laki, merasa bertanggung jawab atas seluruh keluarganya. Dan pria bernama Bud tersebut tidak seperti pria lain. Bud terlihat palsu dan Shane bisa melihatnya. Pertanyaannya adalah, kenapa ibunya tidak bisa melihat hal tersebut?

Bud memang tampak manis di depan ibu dan saudara perempuannya, Kim. Tapi Shane melihat sesuatu yang tersembunyi dibalik kebaikannya. Semakin lama Shane semakin gerah dan tidak tahan untuk berdiam diri melihat ibunya makin terlihat lengket dengan Bud. Apalagi setelah Shane mendengar berita miring tentang Bud.

Shane menyelidiki masa lalu Bud, dan terbongkarlah yang selama ini Bud sembunyikan. Dia hanya menginginkan harta dari wanita yang dikencaninya. Berbagai cara Bud lakukan untuk mendekati wanita-wanita kaya tersebut, dan jika Bud sudah bosan, setelah menikah dan mendapatkan harta mereka, Bud tidak segan-segan membunuh wanita tersebut.

Shane harus menghentikan pernikahan ibunya dengan Bud. Tapi ketika Shane pulang ke rumah, mereka sudah on the way ke Vegas. Shane semakin giat mengumpulkan barang bukti untuk menjatuhkan Bud dengan harapan setelah ibunya tahu siapa sebenarnya pria yang dinikahinya itu, ibunya akan membatalkan pernikahan mereka.

Sepulangnya mereka dari Vegas, Shane mengkonfrontasi Bud dan ketika Bud mencoba bermanis lidah, polisi datang dan menangkapnya. Sekutu Bud di masa lalu, telah membongkar rahasianya ke polisi, dan pernikahan Bud dengan ibunya di-ba-tal-kan.

Cerita yang simple, tapi cerita misteri ini membuat penasaran ingin terus membalik halamannya dan gak mo berenti sebelum selesai.


View all my reviews.

Thursday, April 02, 2009

The summoning (Sisters of Isis #1) -- Lynne Ewing

The Summoning (Sisters of Isis #1) The Summoning by Lynne Ewing



My review


My rating: 2 of 5 stars

Sudi menjalani kehidupan sebagaimana gadis lain seusianya. Bertengkar dengan adik-adiknya, pacaran dengan seorang cowok, memiliki seorang sahabat tempat curhat, dan lain sebagainya. Sudi merasa dia menjalani kehidupan yang normal, hingga suatu hari dia mendapatkan sebuah undangan.

Sudi berasumsi undangan tersebut datang dari Scott, cowok yang sudah lama ditaksirnya. Tapi begitu dia mendatangi tempat janjian tersebut, ternyata seorang pria dan dua gadis seusianya yang menunggu. Siapa mereka?

Si cowok adalah Abdel. Seorang cowok yang aneh, mengaku dirinya seorang pendeta Mesir. Dua gadis lainnya adalah Dalila dan Meri. Abdel mengatakan pada mereka bertiga kalo mereka adalah utusan yang terpilih oleh Dewa Mesir, untuk memberantas kekejian Dewa Seth lewat kelompok pemujanya, yang ingin mendatangkan para demon ke bumi dan membuat bumi chaos lagi.

Sudi, Meri dan Dalila nggak percaya oleh apa yang disampaikan Abdel. Hello, siapa yang mau jadi pemberantas mummy gt loh! Dan mereka berusaha menjalani kehidupan normal seperti yg selama ini mereka jalani. Namun secara terpisah mereka iseng membaca mantra yang tertulis di gulungan papirus yang diberikan Abdel, dan Sudi berubah menjadi burung Bennu, burung yang ada di jaman Mesir kuno dulu. Sudi juga bisa membaca tulisan hieroglyphs dan tanpa mereka sadari, mereka sudah mulai berperang melawan demon yang dikirim oleh kelompok pemuja Dewa Seth.

Ini adalah buku pertama dalam seri Sisters of Isis. Diceritakan lewat Sudi's point of view. Buku kedua akan fokus ke Meri, dan buku ketiga ke Dalila. Kalo nggak salah buku keempat fokus ke Sudi lagi. Hampir mirip dengan serial Daughters of the Moon yang ditulis oleh penulis yang sama, tapi kok rasanya yang ini agak kurang seru.

Buku ini terkesan kurang 'nggigit dan ada beberapa kejanggalan yang kadang membuat gemes. Misalnya: ketika mereka sedang perang nih, sama anggota kelompok pemuja Seth, kok ya sempet-sempetnya diskusi dulu trus ngobrol sebentar sama mummy yang jatuh cinta sama Sudi, 'Wah kita tidak akan dibunuh! Ternyata love spell yang elo baca lebih ampuh!' Kek-kek gitu deh. Trus mereka juga terkesan nggak takut, padahal kan mereka belum pernah menghadapi demons. Suasana tempurnya juga kurang terasa.

Tapi bolehlah untuk young adult buku ini cukup asik. Buktinya banyak yang udah baca kasih bintang 4 dan 5. Maybe it's just my age :)


View all my reviews.

Friday, March 27, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Vera's review

rating: 3 of 5 stars
bookshelves: fiction, indonesia, it-s-mine

status: Read in March, 2009




Bia pertama kali bertemu Irham waktu bertabrakan di lift kantor. Mereka berkenalan saat makan siang.

Bia bukan detektif swasta, dan Irham pun tidak bertampang psikopat. Karena itu, tidak perlu ada adegan selidik menyelidiki latar belakang yang rumit, dan beberapa bulan kemudian mereka setuju untuk menikah. Irham bahagia, Bia bahagia. Pembaca juga bahagia. Sampai... aduuuh... kok bisa begini?

Bagaimana ini? Bulan madu pasangan Bia-Irham ke Bali ternyata termasuk paket wisata untuk Mila, sepupu Irham yang janda bersama tiga anaknya. Siapa mempelai wanita yang rela "di-enam-kan" oleh suami demikian mendadak saat hari pertama bulan madu begitu? Romantisme buyar, hati Bia nan dongkol makin berat saat sepulang bulan madu ternyata Mila dan anak-anaknya terlanjur diajak Irham tinggal bersama mereka. Tanpa tanya-tanya ratu rumah tangga yang kini bertahta terlebih dulu.

Bia pasti salah satu spesies malaikat ya. Malaikat yang makan hati. Dan Irham adalah...more Bia pertama kali bertemu Irham waktu bertabrakan di lift kantor. Mereka berkenalan saat makan siang.

Bia bukan detektif swasta, dan Irham pun tidak bertampang psikopat. Karena itu, tidak perlu ada adegan selidik menyelidiki latar belakang yang rumit, dan beberapa bulan kemudian mereka setuju untuk menikah. Irham bahagia, Bia bahagia. Pembaca juga bahagia. Sampai... aduuuh... kok bisa begini?

Bagaimana ini? Bulan madu pasangan Bia-Irham ke Bali ternyata termasuk paket wisata untuk Mila, sepupu Irham yang janda bersama tiga anaknya. Siapa mempelai wanita yang rela "di-enam-kan" oleh suami demikian mendadak saat hari pertama bulan madu begitu? Romantisme buyar, hati Bia nan dongkol makin berat saat sepulang bulan madu ternyata Mila dan anak-anaknya terlanjur diajak Irham tinggal bersama mereka. Tanpa tanya-tanya ratu rumah tangga yang kini bertahta terlebih dulu.

Bia pasti salah satu spesies malaikat ya. Malaikat yang makan hati. Dan Irham adalah contoh seorang Forrest Gump (di kisah Forrest Gump kayaknya tidak ada malaikat, tapi biar saja. Ini kan buku Mi Familia). Irham terlanjur berjanji pada sahabatnya, almarhum suami Mila untuk menjaga keluarga yang ditinggalkan. Walau artinya ia menepikan istrinya sendiri. Dan Bia awalnya bisa sebegitu berlapang dada menerima Mila dan anak-anaknya walau sadar itu berarti perasaannya bukanlah prioritas dalam pandangan suaminya.

Di situlah ajaibnya buku ini. Terutama karena tokoh jagoan buku ini, yaitu Bia, berpikir dan bertindak justru dengan bercermin pada hal-hal yang tidak dilakukan suaminya. Dengan kata lain, perilaku Irham-lah yang ajaib. Perilaku tanpa perasaan. Huh, dasar cowoook...!

Perasaan Bia yang kemudian termuntahkan memang begitu manusiawi. Ia takjub atas keputusan-keputusan kemanusiaan dan janji kesatria Irham. Ia heran sang kesatria yang sudah jadi suaminya ternyata tidak menganggap istrinya sebagai mitra sejajar untuk memutuskan hal terkait ketenteraman rumah tangga bersama-sama. Ia tak habis pikir, kenapa harus Irham seorang yang mengurus keluarga Mila. Ia marah waktu Mila bagai tak hendak memberi dirinya sendiri prospek masa depan dengan menolak dijodohkan. Di atas segalanya, ia cemburu seorang sepupu yang kebetulan janda sahabat suaminya bisa punya kekuasaan besar atas urusan rumah tangga mereka.

Buku ini hasil karya seorang perempuan (ibu-ibu pulak!), jadi fokusnya adalah apa yang akan dilakukan seorang perempuan yang berada di posisi Bia. Bia yang orang kota besar, sibuk dengan karir, dan sosoknya bisa kita lihat di mana-mana. Rasionya sesuai dengan bahan timbangan ibu-ibu. Gaya bahasa yang dipakai pun sudah bisa ditiru anak umur 3 tahun. Tipikal. Standar. Tokoh Mila yang mungkin bikin geregetan. Rupanya ia punya alasan untuk tidak hidup ngoyo.

Sayang buku ini kurang memberi rasionalitas pada posisi Irham. Padahal ia tokoh pemeran utama pria. Apa iya, ada cowok "baik-baik" yang sengaja tidak cerita pada istri yang baru dinikahinya tentang tambahan personil bulan madu mereka? Apa iya si cowok "baik-baik" ini tidak menenggang perasaan istrinya setelah kejutan demi kejutan disodorkannya? Kenapa juga sang sepupu tidak tinggal saja bersama keluarga besar Irham yang masih lengkap? Kekosongan-kekosongan alasan ini jika dilengkapi seperlunya pasti akan jadi lebih menarik lagi.

Sangat menarik melihat gambaran sepasang suami-istri yang berusaha menyelesaikan masalah rumah tangga mereka, walau dengan kecepatan yang berbeda. Kesabaran dan mau mendengarkan adalah kuncinya.

Thursday, March 26, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Erie's review

rating: 3 of 5 stars

bookshelves: 2009, fiksi



ripyu-nya gini aja... *mikir-mikir*
awalnya sedikit "kecele" juga liat tulisan disampul depannya yang yang sepertinya akan menceritakan tentang tiga orang kurcaci. Ternyata setelah dibaca gak terlalu banyak cerita tentang tiga kurcaci ini, hehehe. Trus ada satu yang bikin penasaran.. yaitu alasan seorang Mila yang sepertinya "enggan" menerima laki2 lain disisinya. ternyata itu to alesannya. trus.. trus.. ternyata ada persamaan antara karakter Irham dengan gue (bukan ge-er) yaitu.. sama-sama demen kastengel, hehehe

benar merah cerita ini ialah *sotoy mode on*
wanita berpikir dengan hatinya
laki-laki berpikir dengan kepalanya
kudanil berpikir dengan.. dengkulnya

erie
happy hippo yang terkena virus premanplasma

-------------------------
yah mulai bacanya, dah dapet di palasari, gak perlu ngubek2, gara2 nyaris ketendang bukunya saking sempitnya lorong di BBC, pas nungging kepleset, eh.. itu buku dah ad...more
ripyu-nya gini aja... *mikir-mikir*
awalnya sedikit "kecele" juga liat tulisan disampul depannya yang yang sepertinya akan menceritakan tentang tiga orang kurcaci. Ternyata setelah dibaca gak terlalu banyak cerita tentang tiga kurcaci ini, hehehe. Trus ada satu yang bikin penasaran.. yaitu alasan seorang Mila yang sepertinya "enggan" menerima laki2 lain disisinya. ternyata itu to alesannya. trus.. trus.. ternyata ada persamaan antara karakter Irham dengan gue (bukan ge-er) yaitu.. sama-sama demen kastengel, hehehe

benar merah cerita ini ialah *sotoy mode on*
wanita berpikir dengan hatinya
laki-laki berpikir dengan kepalanya
kudanil berpikir dengan.. dengkulnya

erie
happy hippo yang terkena virus premanplasma

-------------------------
yah mulai bacanya, dah dapet di palasari, gak perlu ngubek2, gara2 nyaris ketendang bukunya saking sempitnya lorong di BBC, pas nungging kepleset, eh.. itu buku dah ada didepan mata pdhl blom nyari ama blom nanya *curiga si uyut ngasi jampi2 ama bukunya, hehe*

lalalala... buku nini-nini
lalalalala.. nini-nini nulis buku

kalo yang laen gak nge ripyu *nunjuk2 ketua jaduler*
gw juga gak bikin ripyu ntar..

lalalala...
-----------------------------

*treak-treak pake toa*

PENGUMUMAN! PENGUMUMAN!

ini buku yang nulisnya nini-nini, chicklit neh keknya

hiyaaah, ketauan nulis chiklit :-p

katanya sih bukunya available next weekend, hehehe

Sylvia L'Namira .. itu to nama lengkapnya, kikikiki

Wednesday, March 25, 2009

Kehidupan di pintu kulkas (Life on the refrigerator) -- Alice Kuipers

Kehidupan di Pintu Kulkas (Life on the Refrigerator) Kehidupan di Pintu Kulkas by Alice Kuipers



My review

rating: 3 of 5 stars

Unik dan bener-bener bikin terharu.


Claire dan ibunya memiliki kebiasaan menempelkan pesan di pintu kulkas. Mungkin karena kesibukan ibunya sbg seorang dokter yang menyebabkan kurangnya interaksi antara mereka berdua secara fisik. Komunikasi yang mereka lakukan lewat pintu kulkas ternyata lumayan efektif juga. Mulai dari pesan-pesan kecil berupa daftar belanjaan, reminder tentang uang saku, juga jam pulang dsb, pintu kulkas mereka jg telah menjadi saksi bisu atas kemarahan, kerinduan, juga kasih sayang antara ibu dan anak ini.

Dari pesan yang tertempel tersebut bisa dilihat kedewasaan Claire yang makin bertambah seiring bertambah parah penyakit kanker payudara ibunya. Sedih dan terharu membacanya, apalagi Claire yang selalu menyemangati ibunya di setiap keadaan.

Sweet book.


View all my reviews.

Wednesday, March 18, 2009

Mi Familia -- Sylvia L' Namira

Dini's review

rating: 3 of 5 stars
bookshelves: fiction, indonesian

status: Read in May, 2009


Hal paling menonjol waktu saya mulai baca buku ini adalah: sumpah, tokoh suaminya bikin geregetaaaaan. Masa nggak pernah bilang-bilang sama istri barunya kalo dia menanggung hidup sepupu perempuannya dan tiga anaknya yg masih kecil-kecil. Yang lebih menyebalkan lagi, tanpa minta persetujuan sang istri dia langsung mengajak perempuan itu dan tiga anaknya ikutan honeymoon dan setelah itu malah tinggal satu rumah!

Pantas saja kalau Bia, sang tokoh utama, naik darah karena Irham suaminya mengambil keputusan sendiri. Novel ini kemudian berputar dalam kisah keseharian Bia dan Irham sebagai pengantin baru yang hidupnya diganggu tiga 'kurcaci kecil' dan seorang 'peri'. Apalagi si peri ini, Mila, ternyata jago masak dan mengerjakan urusan rumah tangga sampai Bia merasa tugas melayani suami direbut olehnya. Belum lagi anak2 yang sering bikin ribut dan mengganggu acara berdua Bia dan Irham (pengantin baru pasti maunya dua-duaan dulu dong...). Bia makin stres ketika usahanya untuk puny...more Hal paling menonjol waktu saya mulai baca buku ini adalah: sumpah, tokoh suaminya bikin geregetaaaaan. Masa nggak pernah bilang-bilang sama istri barunya kalo dia menanggung hidup sepupu perempuannya dan tiga anaknya yg masih kecil-kecil. Yang lebih menyebalkan lagi, tanpa minta persetujuan sang istri dia langsung mengajak perempuan itu dan tiga anaknya ikutan honeymoon dan setelah itu malah tinggal satu rumah!

Pantas saja kalau Bia, sang tokoh utama, naik darah karena Irham suaminya mengambil keputusan sendiri. Novel ini kemudian berputar dalam kisah keseharian Bia dan Irham sebagai pengantin baru yang hidupnya diganggu tiga 'kurcaci kecil' dan seorang 'peri'. Apalagi si peri ini, Mila, ternyata jago masak dan mengerjakan urusan rumah tangga sampai Bia merasa tugas melayani suami direbut olehnya. Belum lagi anak2 yang sering bikin ribut dan mengganggu acara berdua Bia dan Irham (pengantin baru pasti maunya dua-duaan dulu dong...). Bia makin stres ketika usahanya untuk punya momongan terus gagal dan Irham dirasakan makin sibuk dengan pekerjaan dan kurang memperhatikan dirinya. Salut buat sang pengarang, yang gaya berceritanya membuat kita mudah bersimpati pada tokoh Bia (dan pada kasus saya, bete dengan Irham – walaupun cuma di awal sih) dan menyelami hati serta perasaannya. Kisah ini dapat sekaligus menjadi bahan pelajaran untuk para lelaki: berhati-hatilah dengan perasaan wanita karena mereka sangatlah peka...

PS. Duh!! Lupa lagi mau minta tanda tangan si penulis, padahal kemaren baru ketemu ;P(less)

Sunday, March 15, 2009

Si Padang: Kumpulan Cerpen

by



Monday, March 09, 2009

Anne of the Island -- Lucy M. Montgomery

Anne of the Island (Puffin Classics) Anne of the Island by L.M. Montgomery


My review


rating: 4 of 5 stars
Book three!



Kehidupan kampus

Buku ketiga ini menceritakan kehidupan Anne selama belajar di kampus. Pengalaman dia datang ke suatu tempat, sebagai anak baru, kikuk gak tau harus ngapain, digambarin dengan asik. Untungnya Anne ada temennya Priscilla, jadi masih ada temen grogi. Trus mereka kost di sebuah rumah yang pemiliknya gila bantal. Dimana-mana bantal, tapi nggak boleh didudukin! Stress gak sih? Lalu mereka nemu rumah yg asik buat di kontrak rame-rame, dan pindahlah Anne, Pris, Stella (temennya di Queen dulu) dan Philippa Gordon (temen baru mereka dari kampus). Berempat mereka tinggal di rumah yang disebut Patty's Place. Rumah mungil dan antik yang terletak di kawasan elit.

Tidak cuma mereka berempat, ada juga Aunt Jimsie (yang dibawa Stella untuk ngejaga mereka) dan tiga kucing!

Love stories

Anne masih nggak bisa menerjemahkan perasaan nyaman yang ada di dirinya ketika bersama-sama Gil. Dia nggak mau dibilang satu 'item' yang sudah diramalkan kalo nanti bakal married. Anne tetap punya impian seorang pangeran yang tinggi dan ganteng yang akan datang padanya. Kalo Gil udah mulai nyerempet-nyerempet ngomongnya, dia ngerasa kurang nyaman dan berusaha mengalihkan. Hingga akhirnya Anne ketemu sama pangeran charming nya, Roy Gardner.

Cakep, tinggi, romantis, dan kaya raya, Anne dan Roy jalan bareng selama dua tahun. Dan selama itu juga Gil jalan bareng Christine (ha? ada ce baru?) Anne sih kadang ngerasa jeles gitu, trus sok menilai kalo Christine kurang gemulai lah, apa lah. Ada aja kritikan buat ce itu meskipun hanya dalam hati aja. Tapi kalo ada Gil dan Christine, Anne malah sengaja mesra gitu ma Roy. Yah tau lah... jinak-jinak merpati. Kadang gemes juga, masa udah kuliah nggak tau kalo itu artinya c-i-n-t-a?

Lamaran

Proposal menikah datang pertama kali dari Jane Andrews yang minta buat abangnya, Billy. Anne yang punya angan-angan sebuah lamaran yang romantis, jadi bete karena seharusnya lamaran bukan lewat orang lain. Trus lamaran kedua datang dari Charlie Sloane yang ternyata naksir Anne. Itu pun terpaksa ditolak, karena Anne memang nggak naksir dia. Charlie marah-marah *ih, tolong!* Lamaran selanjutnya dari seorang pekerja bernama Sam. Waktu itu Anne lagi ngajar di sebuah desa gitu sebagai guru pengganti selama liburan summer. Nah, si Sam ini dengan santainya nangkring di pager, cerita kalo dia bakal beli tempat sendiri, dan perlu istri. Trus sekonyong-konyong ngajak Anne married (Will yeh hev me?). Anne langsung *gubrak!*. Hancurlah angan-angannya tentang lamaran yang romantis.

Setelah lulus kuliah, Roy yang udah pede abis bakal ngedapetin Anne, ngelamar dia. Dan jawaban Anne betul-betul ngagetin dia. Anne menolak. Katanya setelah Roy cabut dengan sakit hati, Roy kurang asik! *Roy gak pernah ngajak ke mol kali, atau nonton bioskop* :D Setelah pulang ke Green Gables, Gil sakit typus. Tau dong, jaman dulu kan sakit typus udah parah banget, dan penyebab kematian yang lumayan tinggi (kalo sekarang sih, bawa aja ke RS, infus, beres!) Nah pas denger Gil sakit inilah, Anne baru ngerasa kehilangan dan takuuuut banget Gil meninggal.

Setelah sembuh, Gil 'nembak' lagi deh, dan pastinya Anne nerima dong! Halaman terakhir pun ditutup dengan helaan nafas lega *syuuuhh.. akhirnya!*

Lanjut buku empat? :D


View all my reviews.

Thursday, February 26, 2009

Anne of Avonlea - Lucy M. Montgomery

Anne Of Avonlea Anne Of Avonlea by Lucy Maud Montgomery



My review

rating: 4 of 5 stars

Fiuh... baru kali ini baca buku kayak ngejer setoran. Udah sekian lama seri Anne of Green Gables ini menghiasi rak, tapi sekali pun nggak minat buat menyentuhnya. Ntar aja ah, ntar aja ah. Sampe akhirnya bulan kemaren baca bareng gerombolan dan ku akui, ku jatuh cinta.. huu huu.


Buku kedua ini mengangkat kisah hidup Anne dari umur 16 tahun hingga 18 tahun. Anne yang lincah dan ceria kini agak kalem dan lebih bisa mengendalikan emosi. Awalnya sih sedih ya, secara Anne yang di buku pertama tuh nge-gemesin banget! Tapi seiring dengan perjalanan waktu, memang itu yang terjadi pada tiap manusia, bukan? We grew up..


Seperti yang diceritakan di buku pertama, Anne memutuskan untuk tidak mengambil beasiswanya dan menjadi guru di sekolah Avonlea. Sekolah yang tadinya akan diajar oleh Gilbert, tapi dia memilih mundur dan memberikannya pada Anne.


Mulai lah cerita tentang murid-murid Anne, tentang kelucuan mereka dan tentang salah satu murid kesayangan Anne yang bernama Paul Irving. Paul ini anak 'blasteran' lah istilahnya. Ibunya orang Yankee yang dinikahi ayahnya waktu ke US. Paul anak yang suka berimajinasi, dan siapa lagi yang bisa mengerti dia kalo bukan... yep, Anne Shirley, the schoolma'am.


Trus kesibukan Anne yang juga aktif berkegiatan bersama teman-temannya. Mereka membentuk sebuah organisasi yang bertujuan membangun dan mempercantik desa Avonlea. Ditambah lagi Marilla ngadopsi anak kembar: Dora dan Davy. Untungnya Dora anak yang manis, jadi masih bisa lah menghandle Davy yang super aktif.


Ada sih sedikit cerita-cerita romance nya, kek ayahnya Paul Irving yang balik lagi sama cinta lamanya *uhuy, C.L.B.K.* trus Diana yang juga jatuh cinta. Trus Gilbert yang diam-diam mengagumi Anne, tapi masih menyimpannya dalam hati. Mungkin berharap di kampus nanti cinta akan bersemi *duh, jd 'tergetar' nih hati gw baca yang romantis-romantis*


Tapi secara Anne belum menunjukkan tanda-tanda akan jatuh cinta, mungkin di buku ketiga akan diceritakan? Secara mereka kan bakal ke Redmond College bareng-bareng gt loh. Seperti kata pepatah: Witing tresno jalaran opo?


Hyuuuk... lanjut ke buku ke-3: Anne of the Island.


View all my reviews.

Wednesday, February 25, 2009

Willa by Heart - Coleen Murtagh Paratore

Willa by Heart Willa by Heart by Coleen Murtagh Paratore



My review

rating: 2 of 5 stars

Mungkin karena nggak baca nomer pertamanya, jadi agak keder jg langsung baca nomer tiga dari seri ini.


Ceritanya tentang seorang anak remaja yang tinggal sama ibu dan ayah tirinya. Ibunya ini punya usaha wedding planner, ayahnya ngajar di sekolahnya. Kalo gak salah nangkep sih, Willa ini yang dulu ngejodohin ibunya dengan pak gurunya yg skrg jadi ayah tirinya. Mereka punya usaha penginapan, dan neneknya Willa ini punya book store plus toko candy (permennya itu racikan sendiri). Pokoknya semua serba perfect deh.


Alur ceritanya simple, ringan, konfliknya jg gak terlalu berlibet. Tipikal bacaan santai gitu deh. Gimana Willa, yang baru punya pacar, ngerasa jealous ketika ada seorang gadis yang deket sama pacarnya itu. Trus Willa yang pingin dapet pemeran utama di sebuah drama, tapi malah gadis itu yang dapet. Trus Willa yang bantuin ibunya mengorganisir dua pernikahan sekaligus, gitu-gitu deh.


Manis, dan dibeberapa scene ada juga yang membuat terharu. Cuma mungkin akan lebih afdol kalo bisa baca dari nomer satu, kali ya?


View all my reviews.

Tuesday, February 24, 2009

Town Boy - Lat

Town Boy Town Boy by Lat



My review

rating: 2 of 5 stars

Buku ini memoarnya si penulis. Ceritanya tentang seorang anak yang tinggal di sebuah kampung, di Malaysia. Percakapannya campuran antara Malay dan English. Yah seperti orang-orang Melayu itu cakap lah. Lucu aja bacanya. Kek gini nih:


Mat: "Oh no, today we're having a double math period!"


Frankie: "Relax... any minute now we're going to have another encounter with Normah"


NORMAH - the hottest girl in Ipoh

She made heads turn...


Both: "Wow..."


Frankie: "If I want to go out on a date with a girl I can go anytime lah... I know so many in my neighborhood - Jenny, Susan, Josephine, Vivien, Sally, Margaret... but they are dull lah..."


Mat: "Pegi dah!"



Hihi.. lucu aja baca komik bikinan org melayu. Gambarnya sih tidak seperti manga atau graphic novels yang indah dengan mata berbinar seperti bola lampu kristal, tapi ceritanya lumayan kocak.


View all my reviews.

Monday, February 23, 2009

Rapunzel's Revenge - Shannon Hale

Rapunzel's Revenge Rapunzel's Revenge by Shannon Hale



My review

rating: 3 of 5 stars

Cukup seru. Kisah Rapunzel yang berbeda dengan versi yang sering kita baca. Kalau di kisah yang klasiknya, Rapunzel dikurung oleh nenek sihir sehingga rambutnya panjang dan jadi tangga si nenek sihir untuk akses dia keluar masuk menara tinggi tempat Rapunzel di kurung. Trus suatu hari ada seorang pangeran yang mendengar nenek sihir nyuruh Rapunzel ngeluarin rambutnya krn dia mau naik, dan pangeran tersebut niru. Trus naik deh si pangeran ke atas menara, dan mereka jatuh cinta.


Nah, di buku ini, Rapunzel itu diambil dari kecil oleh penyihir, dan disekap di villa milik penyihir. Tapi trus karena Rapunzel keluar villa dan bertemu ibunya yang menjadi budak, Rapunzel di kurung di menara tinggi yang terbuat dari pohon. Empat tahun berlalu, rambut Rapunzel makin panjang, dan dia menggunakan rambut panjangnya sebagai alat untuk melarikan diri dari menara tersebut. Dalam perjalanan Rapunzel bertemu Jack. Jack mana lagi kalau bukan si Jack dalam cerita Jack and the beanstalk. Dan mereka melakukan perjalanan ke villa penyihir untuk membebaskan ibu Rapunzel.


Cukup seru, dengan gaya koboy dan menjadikan rambutnya sebagai tali laso yang bisa menjadi senjata yang cukup ampuh, ditambah lagi ilustrasinya yang oke dan colorful, membuat petualangan Rapunzel dan Jack jadi asik untuk diikuti sampai tamat, mat!


View all my reviews.

Sunday, February 22, 2009

Anne of Green Gables - Lucy M. Montgomery

Anne of Green Gables: Novel tentang Kasih Sayang dan Pengorbanan Anne of Green Gables: Novel tentang Kasih Sayang dan Pengorbanan by Lucy Maud Montgomery



My review

rating: 4 of 5 stars

Kisah yang benar-benar inspiratif. Saya benar-benar kagum pada penulisnya. Membutuhkan imajinasi yang tinggi untuk bisa menciptakan tokoh dengan karakter yang memiliki daya hayal luar biasa plus kata-kata 'canggih' nya. Anne (dengan akhiran 'e' tentu saja) benar-benar telah membuat saya jatuh cinta dengan keceriaannya, keterbukaannya, kejujurannya, dan aksi nya yang selalu berani bahkan sering menantang bahaya.


Dan seperti juga Miss Barry tua yang senang menyimak kata bijak yang keluar dari mulut mungilnya, saya jg senang membacanya *mungkin karena sama-sama uyut?*. Anne dengan karakternya itu menunjukkan betapa luas dunia imajinasi seorang anak. Jawaban-jawaban ketus dari Marilla menunjukkan bahwa memang demikianlah dunia orang dewasa: praktis, logis, kurang daya imajinasi, dan tidak 'romantis'.


Kadang saya pun merasakan senyum saya karatan karena sering tidak terpakai. Mungkin itu yang menyebabkan kerut-kerut di wajah? (percuma deh pake anti aging semahal apa pun, kalo gak pernah senyum pasti keliatan kerutannya). Tapi untunglah buku ini bisa membuat saya kembali tersenyum dan tidak perlu menggunakan oli untuk melumaskan senyum saya.


So, smile... and the world will smile with you :)


AWAS SPOILER!!!


Udah megang buku keduanya nih. Baca di wiki sih, nantinya Anne dan Gilbert bakal married (keknya di buku ke-4). Itu termasuk spoiler ya? Tapi gak pa-pa ah, pasti ceritanya masih tetap menarik untuk diikuti.


View all my reviews.

Saturday, February 21, 2009

Charlotte's Web - E.B. White

Charlotte's Web Read-Aloud Edition Charlotte's Web Read-Aloud Edition by E.B. White



My review

rating: 4 of 5 stars

Kelar dalam beberapa jam! What a wonderful story! Kenapa juga nggak baca dari dulu? Karena gw pikir ini cerita anak-anak *emang iya sih* dan gak seru. Tapi ternyata... uhuu seru banget, dan mengharukan!


Persahabatan antara Wilbur si babi dan Charlotte si laba-laba di sebuah peternakan. Wilbur yang takut disembelih dan dijadikan daging asap, menjadi panik ketika omongan diantara hewan mulai santer bahwa dia akan dipotong di malam natal.


Charlotte, teman sejatinya, berjanji bahwa dia akan membantunya dan tak akan membiarkan pemilik peternakan menyembelih Wilbur. Wilbur yang kerjanya hanya makan dan tidur (babi gt loh) percaya seratus persen akan janji Charlotte. Dan Charlotte, a true and loyal friend to the end, kept her promise.


Ada beberapa bagian yang lucu, terutama saat si soang ngomong. Dia kalo ngomong selalu mengulang-ngulang: "That's where you're wrong, my friend, my friend." kek kaset rusak gitu, atau "You don't have to stay in that dirty-little dirty-little dirty-little yard." Dan gw ngakak abis, pas Charlotte minta diejain kata 'TERRIFIC', dan si soang bilang: "I think it's tee double ee double rr double rr double eye double ff double eye double see see see see see." HAHAHAHAHA!!! *guling-guling*


Anyway, ketika Charlotte udah mo mati (huu huu bener nih Charlotte nya mati), dia bilang: "After all, what's a life, anyway? We're born, we live a little while, we die." Bener banget ya? Kita lahir, hidup sebentar, trus mati. Apa yang bisa kita bawa selain amal baik? Spider aja berbuat baik selama hidupnya, kita bisa gak ya?


Sekali lagi, what a wonderful story!


View all my reviews.

Friday, February 20, 2009

Bogus to Bubbly - Scott Westerfeld

Bogus to Bubbly: An Insider's Guide to the World of Uglies Bogus to Bubbly: An Insider's Guide to the World of Uglies by Scott Westerfeld



My review

rating: 3 of 5 stars

Pernah baca Uglies trilogy? Ini insider's guidenya yang ngebahas tentang trilogy tersebut. Mulai dari ide pertama si penulis dapat untuk membuat trilogy yang terdiri dari empat novel ini, trus gimana dia bisa dapet nama-nama untuk karakter di novelnya, juga gadget yang digunakan di dalam trilogy ini.


Kenapa gw sebut gadget? Karena Uglies trilogy ini genre nya science fiction, jadi teknologi yang mereka gunakan tuh agak futuristik gitu deh. Ide bagaimana si penulis bisa meng-create gadget yang aneh tapi keren itu, bikin gw amaze.


Baca buku ini jadi pingin baca triloginya lagi neh. Kalo suka cerita-cerita science fiction, coba deh. Seru!


View all my reviews.

Tuesday, February 17, 2009

The Arrival - Shaun Tan

The Arrival The Arrival by Shaun Tan



My review

rating: 5 of 5 stars

Keren banget! Buat yang biasa baca graphic novel dengan gambar dan kata-kata, perlu kali nih buat liat buku ini. Ilustrasinya cakep-cakep-cuakep!


Kisahnya tentang seorang imigran yang pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari peruntungan di negeri orang. Gambaran kebingungan seorang imigran yang baru datang di negeri baru digambarkan dengan sangat jelas dan meskipun ceritanya tanpa kata-kata, tapi sangat hidup.


Beautiful!


View all my reviews.

Sunday, February 15, 2009

Spectacular shipwrecks - Gary Jeffrey

Spectacular Shipwrecks (Graphic Discoveries) Spectacular Shipwrecks by Gary Jeffrey



My review

rating: 2 of 5 stars

Isinya tentang reruntuhan tiga kapal yang terkenal; Mary Rose, Titanic dan Bismarck, yang ditemukan di dasar lautan setelah bertahun-tahun tenggelam. Text diceritakan dalam bentuk graphic novel yang simple dan penuh gambar.


Lumayan lah. Malah menurut gw biasa aja tapi untuk informasi boleh lah, memang buku ini nggak dibuat untuk memberikan full report tentang tenggelamnya tiga kapal tersebut. Hanya gambaran singkat saja. Karena sasarannya juga anak-anak SMP sih ya.


Di Indonesia juga banyak tuh kapal tenggelam, juga pesawat jatuh. Mungkin kalau ada yang mau bersusah payah research dan membuat buku mengenainya, bakal laris manis tuh. Ada Tampomas, ada Adam Air, bahkan baru-baru ini ada juga kapal yang karam, kan?


Ayo dong penulis kita bikin dong bukunyaa.. bentuk graphic novel gini aja, biar anak-anak bisa baca dan tau sejarah transportasi Indonesia. Tuh dah gw lempar idenya, ada yang mau nangkep? :D hehehe.


View all my reviews.

Thursday, February 12, 2009

Raucous Royals - Carlyn Beccia

Raucous Royals: Test your Royal Wits: Crack Codes, Solve Mysteries, and Deduce Which Royal Rumors are True Raucous Royals: Test your Royal Wits: Crack Codes, Solve Mysteries, and Deduce Which Royal Rumors are True by Carlyn Beccia



My review


rating: 4 of 5 stars

Ternyata ya, gosip tuh nggak cuma muncul sekarang aja, lewat infotainment, internet, tabloid, de el el. Tapi sejak jaman baheula yang namanya rumors tuh udah ada. Dan parahnya lagi, gara-gara rumors, orang bisa dipenggal kepalanya. Bahkan raja dan ratu pun bisa kena gosip (yaeyalah justru yang digosipin itu kan orang besar ya? seleb gituu).


Buku ini ngebahas rumors yang beredar dijaman kerajaan dulu. Gimana rumors itu bisa bertahan hingga sekarang? Ya lewat tulisan-tulisan di pamplet, gambar kartun, jinggle yang dinyanyikan, juga dari mulut ke mulut (kek kalo nenangga gitu deh, bergosip di depan pager rumah kali ye kalo sekarang?)


Tapi buku ini nggak cuma ceritain gosip doang, si penulis memberikan jawaban apakah gosip yang beredar benar atau salah, trus dipaparin fakta-fakta sejarahnya.


Kek contoh, Raja Henry VIII digosipin sangat-sangat gemuk sehingga kemana-mana kudu digendong ama pelayan-pelayannya. Pelayan-pelayan lho ya, jamak nih. Jawabnya: BETUL! Bayangin aja, makannya tiap hari aja kepala babi, pie burung pigeon, puding angsa, belut bakar, kaki babi, ikan panggang dengan bumbu (tapi khusus yg ini hanya disajikan pada hari rabu, jum'at dan minggu saja). Tolong! Gimana nggak beratnya sampe 300 pounds! (ada yang tau berapa kilo?) dan dia mesti diangkat sama empat pelayannya kalo naik kotak kerajaan. Tau kan, kotak kecil yang isinya Raja kalo dia mau kemana-mana?


Trus ada gosip lagi nih, katanya Raja Louis XIV, cuma mandi tiga kali selama hidupnya! HA? Can you imagine raja nggak pernah mandi? Baunya udah nggak lazim lagi pastinya tuh. Tapi jawabnya (untungnya): SALAH. Kenapa sampe muncul gosip seperti itu? Karena jamannya Raja Louis itu, kotoran yang ada ditubuh (makin kotor makin bagus) itu bisa membuat kita sehat dan kuat! Jadi orang-orang dulu mandi setahun sekali. Tapi, si Raja justru rajin banget mandi dan dia bersiiih banget, malah ganti undies sampe tiga kali sehari.


Trus, trus satu lagi nih, Napoleon Bonaparte kan digosipin orangnya pendek ya? Pernah denger kan? Jawabannya mau tau gak? SALAH! Bahkan dia setengah inci lebih tinggi dibanding rata-rata tinggi orang di jamannya. Kalo sekarang dia masih ada pasti kepilih jadi pemain basket deh!


Pokoknya buku ini asik banget deh, nggak cuma tulisan tapi banyak gambarnya juga, jadi nggak ngebosenin. Dan banyak fakta sejarah yang bisa kita dapetin. Entertaining juga educating kali ye bahasa kerennya.


View all my reviews.

Sunday, January 25, 2009

Mail order ninja, vol.1 - Erich Owen

Mail Order Ninja Volume 1 (Mail Order Ninja (Graphic Novels)) Mail Order Ninja Volume 1 by Erich Owen



My review

rating: 3 of 5 stars

Timmy McAlister hanya seorang anak biasa yang tinggal di Indiana dimana hari berjalan normal dan biasa-biasa saja hingga suatu hari Timmy memesan Ninja di sebuah toko mainan. Ninja ini bukan ninja mainan, tapi ninja beneran!


Hari-hari Timmy tidak lagi sama. Dia tidak lagi diganggu oleh si bully, dan dia menjadi populer di sekolah. Tapi ada seorang gadis populer yang merasa dirinya tersaingi dengan kehadiran Jiro, ninja milik Timmy, dan dia berencana membalas dendam akibat kerusakan yang diakibatkan Jiro.


Felicity memesan ninja lain dari toko mainan itu, dan ternyata ninja yang dipesan adalah ninja dari klan putih, alias musuh bebuyutan Jiro.


Wakwaaww, keknya bakal seru ya? Bentar ya belum baca volume 2, ntar disambung ceritanya *nyari-nyari di box buku*


View all my reviews.

Monday, December 15, 2008

Cari aku di Canti - Wa Ode Wulan Ratna

Cari Aku di Canti Cari Aku di Canti by Wa Ode Wulan Ratna


My review
rating: 3 of 5 stars



"Telah kuhapus jejak-jejak cinta

pada pasir sebab ombak

dalam hatiku lebih gemuruh

dari pada rindu"


Kata-kata yang tertulis di cover ternyata banyak menggambarkan isi kumpulan cerpen di buku ini. Awalnya saya sedikit kesulitan membaca buku dengan gaya bahasa sastra yang tinggi ini, membuat saya teringat kembali ketika mencoba (ingat ya, mencoba, bukan berarti sudah) membaca buku karangan Shakespeare. Dan hasilnya? Ya gitu deh.

Anyway, balik ke kumpulan cerpen ini. Kisah-kisah yang diangkat berkisar seputar kejadian yang jarang ditengok penulis, seperti misalnya penebangan liar, pembakaran hutan, pendidikan, juga dana untuk veteran yang semua digambarkan dengan begitu indahnya dan kata-kata yang terjalin begitu cerdasnya mengalir. Ending yang ditawarkan tidak bahagia, sehingga saya tidak bisa menarik nafas plong setiap habis membaca cerpen di buku ini.

Tapi saya suka.

View all my reviews.

Sunday, November 16, 2008

Seinlanguage -- Jerry Seinfeld

Seinlanguage Seinlanguage by Jerry Seinfeld


My review

rating: 3 of 5 stars

Lucu..! Ada beberapa part yang bikin gw ngakak abis, sampai orang menoleh dan memandang gw dengan pandangan aneh. Tapi ada juga yang bikin gw, 'huh? maksut lo?' :D maklum laahh joke org barat kan belum tentu nge'dong' sama kita.

Tapi untuk light reading, buku ini not bad, not bad at all. I like it. Tapi jujur gw gak kelar bacanya. Mungkin kalau gw butuh hiburan, buku ini akan gw ambil lagi dan gw baca lagi. Mungkin... kalau gak nemu buku lain.

View all my reviews.

Monday, October 27, 2008

The Time Traveler's Wife - Audrey Niffenegger

The Time Traveler's Wife The Time Traveler's Wife by Audrey Niffenegger



My review

rating: 5 of 5 stars

Kelar juga... akhirnya setelah sebulan lebih 3 hari buku tebel ini rampung juga. Awalnya baca buku ini tersendat-sendat. Karena agak bingung ngebaca ceritanya, ditambah pula dengan waktu yang lompat-lompat, kadang Henry umur 36 dan Clare umur 6 tahun lah, kadang Henry 28th dan Clare 22th dengan detail hari/tanggal/bulan/tahun yang lengkap, cukup bikin pusing awalnya. Tapi setelah mengabaikan tanggal dan fokus pada umur, bacanya mulai lancaarrrr...

What can I say about this book selain romantis.. romantis.. dan romantis. Penantian seorang Clare dari sejak umur 6 tahun sampe umur 82 tahun *Oppss.. did I put the spoiler sign?* cukup membuat terharu dan mengacungi jempol untuknya. Yaah meskipun adalah main api dikiiitt, tapi intinya kan dia cinta sama Henry.

Kalo dibaca-baca sih, sosok Clare ini nyaris sempurna ya sebagai seorang wanita. Pintar, cantik, setia, apalagi coba yang dicari? *Ehemm.. ayo, yang sedang mencari* Apakah sosok ini ada di dunia nyata, atau hanya fiktif belaka? Ya fiktif laaahhhh!!!

*siap-siap menerima lemparan tomat busuk dari para wanita setia*

Hi hi.. namanya juga novel fiksi. Tapi tetep enjoyable untuk dibaca kok. I'm glad I didn't miss this book (meskipun termasuk telat) :)

View all my reviews.

Saturday, October 04, 2008

Princess Academy - Shannon Hale

Princess Academy Princess Academy by Shannon Hale



My review

rating: 3 of 5 stars

Kisahnya simple, tentang gadis gunung yang berhayal menjadi putri pilihan pangeran. Sebenaranya sudah banyak kisah-kisah putri dan pangeran dengan versi yang berbeda-beda, namun entah kenapa cerita fantasy seperti ini masih saja menarik hati saya untuk membacanya.

Kisah berawal dengan mendeskripsikan kehidupan di sebuah desa terpencil di kaki gunung Eskel. Satu-satunya mata pencarian penduduk desa itu adalah mencari batu Linder yang digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan di kota. Mereka pun tak pernah keluar desa. Kebutuhan hidup mereka dibawa oleh pedangan yang dibarter dengan batu-batu linder.

Suatu hari datang utusan kerajaan yang mengumumkan bahwa pendeta kerajaan meramalkan bahwa jodoh pangeran Steffan berasal dari desa di kaki gunung ini. Maka gadis-gadis yang berusia sekitar 12 hingga 17 tahun dididik disebuah akademi untuk calon-calon putri. Terkumpullah 20 gadis dan salah satunya adalah Miri.

Miri dan teman-temannya belajar bagaimana menjadi seorang putri. Mulai dari belajar membaca, menulis, berdansa, juga membungkuk ala putri. Semua berharap bisa terpilih manjadi Academy Princess yang bisa menari duluan dengan sang pangeran jika saatnya tiba, dan pangeran akan memilih salah satu dari mereka.

Kisahnya di bumbui dengan cerita menarik mulai dari berkebangnya kemampuan Miri berkomunikasi lewat telepati, membaiknya kehidupan di desa setelah gadis-gadis tersebut belajar di akademi dan mengetahui bahwa batu Linder hasil bumi desa mereka adalah batu yang paling dicari, dan istana hanya menggunakan batu dari gunung Eskel. Ditambah penyanderaan oleh bandit.

Endingnya manis, dan buku yang menyabet Newbery Honor ini memang pas untuk dibaca remaja.

View all my reviews.